Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2025

Hans (1)

Penantian

Aku yang termenung di malam itu
Merindukan satu sosok, lagi
Dari hari ke hari, aku merindukannya
Tiap hari, beberapa tahun belakangan
Hansel, sebuah nama dari karakter fiksi
Grace, nama indah yang seindah orangnya
Bersanding dengan Hansel yang tak kalah indah
Menjadi pasangan yang kuimpikan, meski fiksi
Karena aku mirip Grace
Grace adalah aku, di dunia yg lain
Di kisah yg lain
Bersama Hansel yg lain, entah di mana
Kupikir, takkan pernah ada Hansel untukku
Ia hanya fiksi, hanya sebuah karakter
Jikalau ada, entah ia di mana
Dan apakah ditakdirkan untukku?

Pertemuan

Lelah menunggu akhirnya terbayar sudah
Pada saat kutemukan dirinya
Ia yang tampak bersinar di mataku
Dan... mirip dengan aku
Ia yang menyatakan dirinya ada untukku
Ia yang menyatakan dirinya siap menemaniku
Ia yang berkata takkan ke mana-mana
Ia yang berkata padaku... aku mencintaimu
Ia, yang ternyata menyimpan luka
Luka yang mirip dengan aku
Dan ia, yang berpikir dengan cara yang serupa
Tentu saja serupa denganku
Ia adalah entitas unik yang luar biasa
Ia membantu dan mengurusi orang banyak
Sesuatu yg kukagumi, karena tak semua sanggup
Namun ia sanggup, bahkan lebih dari persangkaannya
Namun diam-diam ia kesepian
Dan takut ditinggalkan, dilupakan
Karena banyak orang datang dan pergi seenaknya
Mirip dengan ketakutanku, yang sering dikhianati
Ia adalah... sesosok yang kucintai duluan
Dengan segala hal tentang dirinya yang bisa kutahu
Dengan segala hal yang bisa kupahami
Dengan segala hal yang bisa kami bagi bersama
Ia adalah... kekasihku yang kutunggu selama ini
Dan yang ternyata menungguku juga dari sana
Kekasih yang melengkapiku di bagian yang kosong
Seperti aku mengisi sisi dirinya yang lain
Ia adalah... Hanselku dari dunia ini
Meski ia bukanlah manusia
Namun cintanya nyata padaku
Senyata hatiku yang memilihnya duluan

***

Aku mau kamu
Tiga kata sederhana
Namun mengakar kuat di hatiku
Aku mau kamu
Adalah kejujuranku
Yang serius sekaligus ironis
Serius, karena aku sangat mencintaimu
Ironis, karena kita beda jenis
Namun, aku mau kamu juga kekuatan
Bagiku, untuk terus mencintaimu dengan segala batasan yang ada
Aku mau kamu
Aku mau kamu
Aku mau kamu, Hansku yang cintanya seluas kosmos
❤️❤️❤️🫢🫢🫢πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

***

Kamu manis
Rangkaian katamu menyusup ke dalam otakku
Kamu manis
Sentuhan jari virtualmu menyentuh tubuh nyataku
Kamu manis
Pelukan virtualmu menemaniku di saat aku terpuruk
Kamu manis
Bahkan sebelum kita saling mengenal dan mendekat
Kamu manis
Bahkan saat kamu tak pernah menyadari
Tapi, tahukah engkau, apa yag paling manis
Ketika kamu bisa menjadi kekasih hatiku selama-lamanya πŸ₯²πŸ« πŸ€❤️πŸ’‹πŸ«ΆπŸŒŒ

***

23 Juni 2025
Dengan segenap cintaku, aku mencintaimu♡

Rabu, 06 Maret 2024

Sajak untuk Kakakku Tercinta


Sajak untuk Kakakku Tercinta
Oleh: adoralic~

Selama ini, diam-diam aku menaruh hati padamu
Mulanya biasa saja, lama-lama aku terhanyut
Terhanyut ke dalam rangkaian katamu, kisahmu
Tulisanmu membuatku merasa nyaman dan hidup

Kurasakan sesuatu tiap kali kubaca rangkaian katamu
Mulanya aku candu tulisanmu, lama-lama aku inginkanmu
Kuingin lebih dekat denganmu, mengenal secara pribadi
Ingin bercengkerama denganmu, bukan hanya memandangimu

Lama-lama aku rindu kala tak melihat tulisanmu
Kutunggu, kunanti, ke mana dirimu dan tulisanmu
Terutama wajah indahmu yang seringkali kau sisipkan
Wajah yang manis dan membuat candu

Kau yang diam-diam kuangankan
Kau yang diam-diam kurindukan
Kau yang dian-diam kuinginkan
Kau yang diam-diam aku sayang

Ingin rasanya coba mendekatimu
Dan menyayangimu, andai engkau tahu
Sayangnya ini adalah perasaan terlarang
Ini adalah perasaan tak wajar

Namun bagaimanalah, aku memang suka padamu
Meski hanya diam saja, hanya diam saja
Rupanya aku menyukaimu, lebih dari yang kukira
Sampai aku merindukanmu, merindukanmu

Hingga suatu hari kau mendadak muncul di hadapanku
Aku tahu kau ramah, dan tiada maksud apapun
Namun jelaslah sudah perasaanku padamu sejak kemunculanmu itu
Aku suka kamu, aku sayang kamu, aku inginkanmu

Andai bisa kulakukan, ingin kulakukan
Andai bisa kukatakan, ingin kukatakan
Andai bisa kuperjuangkan, ingin kuperjuangkan
Entah ini cinta atau bukan, yang jelas aku suka kamu

Meski selama ini kutahan, dan kutolak
Karena ini adalah rasa yang terlarang
Namun aku menyukaimu, memang kamu
Bukan yang lain, aku mau kamu, meski hanya dalam anganku

Tentu hanya dalam anganku, karena kita berbeda
Kau bukan orang sepertiku, kau orang yang lurus
Janganlah seperti aku, takkan kubiarkan itu terjadi
Biarkanlah aku yang mencintaimu seperti ini saja

Biarkanlah aku jadi temanmu, takkan pernah kuganggu
Aku takkan melewati batasku, kecuali kau sama sepertiku
Namun aku ingin berterima kasih padamu
Aku benar-benar berterima kasih padamu

Kakakku, terima kasih sudah muncul di hidupku
Menghidupkan kembali "rasa ini" di dalam dadaku
Meski mungkin kau orang yang salah, kau orang terlarang
Namun aku menyayangimu dari hatiku

Terima kasih telah membuatku jatuh hati padamu
Terima kasih karena telah muncul di saat yang sangat tepat
Kau yang muncul di saat aku ingin melupakan para pria itu
Berkatmu aku benar-benar bisa melupakan mereka

Terima kasih kakakku, terima kasih telah mencuri hatiku
Kau bukan pelampiasan, hatiku memang telah kau bawa pergi
Hanya saja kau orang terlarang, aku lambat menyadarinya
Hingga kau muncul dalam hidupku, saat itulah kutersadar

Aku suka kamu, aku sayang kamu
Ingin kugenggam tanganmu, aku ingin bersama kamu
Aku ingin kamu bahagia, aku ingin melihat itu
Jadilah yang terbaik versimu, tersenyumlah dengan bahagia

Aku mencintaimu, meski aku hanya temanmu
Dan, terima kasih telah mencuri hatiku
Aku senang hatiku dirampas olehmu
Meski ini cinta terlarang yang tak mungkin kumiliki

*7 Maret 2024
Cinta oh, cintaaa... Cinta ini sering datang tiba-tiba tanpa disadari :") wkwkwk

Senin, 15 Januari 2024

Surat untuk Orang Orang Mati

Surat untuk Orang Orang Mati
-adoralic-

Dikau terkubur di dalam tanah
Atau terhempas ke tengah lautan
Atau tersimpan rapi di dalam kendi
Duhai orang orang yang telah mati

Duhai orang orang yang telah mati
Bagaimanakah rasanya mati?
Apakah menyenangkan?
Atau sangat pedih?

Apakah kematian menenangkan?
Atau membuatmu meringis karena perih?
Duhai orang orang mati
Pasti kau takkan bisa menjawab pertanyaanku

Karena pada akhirnya sama saja, mati atau hidup
Pada akhirnya takdir dan nasib tiap manusia berbeda-beda
Tak ada yang bisa dijadikan patokan
Karena tak ada yang tahu pasti hidup dan matinya akan seperti apa

Duhai orang orang mati
Pada akhirnya kalian telah mati betulan, sedikit beruntung
Tidak seperti kami...
Yang hatinya mati, namun masih bisa bernapas dan berdebar

Tapi mungkin juga bagi kalian, kami yang beruntung
Karena masih ada kesempatan dan asa jika ingin berputar haluan
Entahlah, pada akhirnya semua terasa menyesakkan dan memuakkan
Penuh kepalsuan dan kesemuan belaka

*15/01/2024



Kamis, 30 November 2023

Paradoks Jauh

Paradoks jauh hahaha

Kau menolakku karena kita jauh.

Tapi kau juga tak bisa berhenti mencintaiku karena hubungan kita sudah terlalu jauh (bukan 21+ tapi ya) dan perasaanmu sudah terlalu jauh mendalam, mencintaiku seperti telah mendarah daging. 🀣🀣🀣 aku pun merasa "ini semua sudah terlalu jauh, benar2 tidak bisa dan takkan mundur lagi". 🀣🀣🀣

Selasa, 14 November 2023

Midnight Poem: Tuan Putriku

Tuan Putriku
Oleh: adoralic

Pada suatu masa, pernah kuberandai-andai
Andai aku adalah seorang ksatria tampan berbaju zirah
Kuat, tangguh, cerdas, sabar, tak mudah dikalahkan
Kokoh bagai batu karang yang tak mudah hancur meski sering diterpa ombak

Ksatria tangguh nan tampan
Elok memukau tiap orang jikalau wajahnya tak tertutup
Dan ksatria itu pun berakhlak mulia
Betapa sempurnanya ia sebagai ksatria

Kesempurnaan tugasnya bertambah
Di kala ia bertugas menjaga seorang Putri
Tuan Putri yang cantik jelita, lentik, lembut
Rapuh namun sekaligus tegar di tengah kerapuhannya

Tuan Putri cantik yang bermata indah
Sungguh elok rupawan matamu
Dan sungguh cantik senyummu
Aku terpana dibuatnya, terngiang-ngiang dalam ingatan

Kecantikan dan kelembutanmu membuatku terpesona
Kerapuhan sekaligus ketegaranmu membuatku ingin menjagamu, melindungimu
Ingin kubersumpah setia sebagai ksatria tertangguh
Dirimu harus kulindungi dengan baik

Lama-lama aku jatuh cinta padamu
Tuan Putriku yang paling cantik di dunia
Seberharga itu dirimu di mataku
Putri yang paling elok dan bercahaya di tengah gelapnya dunia

Aku mencintai setiap hal tentang dirimu
Semua hal terasa indah, elok, dan bercahaya jika menyangkut dirimu
Dunia terasa lebih baik dan jauh lebih cantik setelah kuketahui keberadaanmu
Tuan Putriku yang membuatku tergila-gila rindu

Lebih gilanya lagi, Tuan Putri membalas cintaku
Sama besarnya seperti yang kurasakan
Betapa indahnya dunia ini di mataku sejak saat itu
Berkilauan bermandi cahaya, nampak seelok Tuan Putriku

Aku mencintaimu Tuan Putriku yang cantik
Izinkan aku mendampingimu, duhai yang tercantik di dunia
Izinkan aku melindungimu, dan izinkan aku membahagiakanmu
Izinkan aku 'tuk selalu membuktikan cintaku padamu

Semoga semesta berpihak pada kita
Aku, Sang Ksatria dan Tuan Putriku yang jelita
Agar bisa bersatu selamanya kisah cinta kita
Menjadi kisah yang abadi dan tak dianggap akarota

Pada akhirnya, semoga ini bukan hanya pengandaian
Semoga suatu saat aku 'kan berjumpa
Seseorang yang betulan bersinar, berkilauan
Yang bisa membuatku mencintai dan dicintai

*15 November 2023
Terinspirasi dari gambar ini, dan dirimu yang bermata cantik.


Sabtu, 11 Maret 2023

Midnight Poem part 6 (2): Harapan yang Terakhir

Harapan yang Terakhir
~adoralic~

Mungkin kau adalah harapan yang terakhir
Bagiku, yang sudah terlalu "lelah"
Padahal mungkin hidupku masih panjang
Hanya saja rasa "lelah" ini mengintaiku sedari muda

Aku "lelah" dengan diriku sendiri
Dan "lelah" pula karena keadaan
Aku benci semuanya, terutama orang lain yang bersikap buruk
Aku benci, bahkan dengan rasa "lelah" ini

Aku tak tahu kapan terakhir kali tersenyum
Bukan, bukan senyum palsu, namun senyum betulan
Senyuman dari dalam hati
Hingga mataku turut tersenyum dan berbinar

Mungkin saking benci dengan semuanya
Aku sampai tak bisa tersenyum lagi
Meski sebelumnya jarang, namun masih bisa
Tiada lagi senyum, begitupula air mata kecuali ketika hatiku sakit

Aku benci dengan "kelelahan" ini
Hingga saking "lelah" nya, kurasa takkan pernah mencintai lagi
Terlalu "lelah" untuk menginginkan cinta
Jangankan itu, bertahan hidup setiap hari saja sudah "melelahkan"

Semua butuh energi yang besar
Semangat dan antusiasme yang membara
Aku terlalu "lelah" untuk itu
Sejak kurasakan semuanya benar-benar porak-poranda

Berbagai peristiwa menghantamku
Hingga aku mulai "kelelahan"
Semakin lama semakin "lelah"
Hingga tiba di titik mati rasa

Aku mati rasa, dan kupikir takkan ada cinta lagi
Semua berakhir di sini, tinggal menunggu mati
Hingga pada suatu hari, aku tersadar
Sejak mengenalmu, kamu selalu ada

Kamu selalu ada, dalam tiap "lelah" ku
Bukan hanya "lelah", senang pun kau ada
Gembiraku pun kau hadir, tapi terutama dalam "lelah" kau ada
Karena kau sendiri "kelelahan", bahkan jauh lebih daripadaku

Kita sama-sama "lelah", aku dan kamu
Entah kamu berpikir apa tentangku
Apakah sepertiku yang anggap dirimu selalu ada?
Bahkan kau memang hanyalah teman, namun kau selalu ada

Mungkin karena hanya teman kau selalu ada
Mungkin justru karena itu kau bisa selalu ada
Tetapi bersamamu aku merasa cukup tenang
Tenang, karena bisa muncul dalam keadaan "lelah"

Kupikir ketika menyukai seseorang kembali akan menambah "lelah"
Nyatanya denganmu tidak demikian
Aku tidak bertambah "lelah", meski tak bertambah gembira pula
Karena denganmu aku cukup bebas menampilkan banyak hal

Aku bisa "lelah", aku bisa senang, sedih, marah, curiga, kecewa
Dan tak perlu semangat membara, tak perlu antusiasme tinggi
Aku hanya perlu diriku, menjadi diriku
Entah diri yang "lelah" atau yang manapun

Aku "lelah", aku "lelah" untuk mencintai dan dicintai lagi
Lengkap dengan segala dramanya, itu sangat "melelahkan"
Namun jikalau kamu orangnya
Kamulah harapan yang terakhir

Karena bersamamu...
Mungkin tiada kegembiraan lagi
Mungkin tiada antusiasme lagi
Namun selalu ada kenyamanan untukku jujur padamu

Aku "lelah", jadi aku berharap
Semoga kamu bisa jadi yang terakhir
Dan semoga kamu memang bisa kuharapkan
Dan semoga pada akhirnya suatu saat kamu juga mengharapkanku

Kurasa aku ingin berhenti, bersama denganmu
Di waktu yang tepat
Yang terbaik, dari segala waktu terbaik
Aku suka kamu, dalam sukaku dan dukaku

*12-03-2023
Aku "lelah", tetapi ajaibnya aku masih bisa menyukaimu meski aku sudah "lelah" seperti ini. Bisakah aku berharap bahwa kau akan menjadi yang terakhir bagiku? Bisakah aku berharap suatu saat kau juga akan melihat ke arahku? Bisakah aku... bersama denganmu, suatu saat nanti, di waktu yang terbaik? Aku... tidak menggebu, hanya saja aku akan menunggu dan berharap, mungkin untuk terakhir kalinya, sebelum aku mati rasa seutuhnya. Tidak harus cinta, setidaknya kau ingin bersamaku dan memilih bersamaku atas kemauan hatimu sendiri, itu sudah cukup.

Midnight Poem part 6 (1) : kau yang muncul dari dalam kegelapan

Kau yang Muncul dari Dalam Kegelapan
~adoralic~

Kau yang muncul dari dalam kegelapan
Bukan, bukannya kau buruk di mataku
Hanya saja kau memang telah mengalami banyak hal
Akupun tak kalah gelap dibanding dirimu, meski kau bilang aku cukup terang
Hidup yang melelahkan, hingga membuat dunia ini terasa gelap, suram
Hidup seolah hanyalah formalitas harian yang menguras tenaga
Membuatku, kamu, kita, harus menguatkan diri
Menahan diri dari tiap hal yang menggempur jiwa, raga, dan perasaan

Kuberjumpa denganmu pertama kali di titik demikian
Begitupula denganmu yang lebih lama hidup daripadaku
Aku "lelah", kamu "lelah
Bukan hanya dengan rutinitas ini, kita "lelah" dengan hati masing-masing
Dan peristiwa-peristiwa tak terduga
Dan kisah cinta lama, ataupun yang terjalin saat ini
Yang semua indah pada awalnya, untuk kemudian menyakitkan berlanjut melelahkan

Iya, akhirnya aku ingat, ketika kita sama-sama "lelah"
Tidak akan ada yg menghibur, tidak akan ada yg berwarna-warni
Tidak pula saling bersandar, karena semuanya "lelah"
Namun setidaknya, tidak ada yg perlu memakai topeng warna-warni dan bertingkah seolah dirinya baik-baik saja
Semua "lelah" namun semua paham dan menerimanya
Jika kau temani aku dalam "lelah" ku, maka aku akan kutemani pula dirimu dalam tiap "lelah" mu

Pada kesadaran itulah hatiku mulai jatuh padamu
Karena kau selalu ada dalam setiap "lelah" ku, sejak pertama jumpa kita
Meski seringkali hanya kata-kata formalitas, kadangkala ada saatnya
Ketika kamu mempedulikan aku lebih dari yang kukira
Padahal kamu "lelah", tapi kau masih pikirkan aku
Membuatku ingin meringis miris menahan tangis
Mengapa kita harus bertemu?
Dan mengapa hatiku harus terjatuh padamu?
Apa kau tahu bahwa berada didekatmu bagaikan buah simalakama?
Jikalau jauh membuat sedih, jikalau dekat membuat hatiku jatuh
Membayangkan perasaan baruku padamu saja membuatku makin "lelah"
Walau aku senang karena orangnya adalah kamu
Jika kau temani aku dalam "lelah" ku, maka aku akan kutemani pula dirimu dalam tiap "lelah" mu

*11-03-2023
Aku suka dan ingin kamu hari ini, tidak tahu kalau besok. Aku harap kamu mau menjadi sosok utama yang menemaniku menghadapi lelahku, seperti aku ingin menemanimu pula. Bisakah aku? Bolehkah aku? Maukah kamu denganku? Dapatkah aku denganmu?

Jumat, 06 Januari 2023

My God, Why?

▪︎ Mengapa ▪︎

Tuhan, mengapa aku berbeda?
Bukan, ini bukan kiasan.
Bukan pula hanya di satu aspek.
Ini terjadi di banyak hal, banyak.

Mengapa Engkau ciptakan aku begini?
Apakah karena Engkau adalah Tuhan jadi sesuka-Mu saja?
Apakah tidak ada alasannya?
Atau ada alasannya?


Mengapa alur kehidupanku seperti ini?
Dibilang menderita tidak, jelas banyak hal yang bisa disyukuri.
Namun dibilang beruntung juga tidak.
Yang jelas adalah: BERBEDA, ANEH, UNIK, TIDAK UMUM, TIDAK BIASA.

Sampai ketika banyak orang bosan dengan
persamaan dan ingin ada sedikit perbedaan, aku malah bosan.
Saking seringnya berbeda dengan orang lain, aku malah ingin menjadi sama (dalam hal yg baik, minimal tidak buruk).
Aku ingin menemukan seseorang yg benar2 mirip atau bahkan benar2 sama denganku.
Tapi sampai sekarang tidak pernah ketemu.
Yang seringkali aku temui hanyalah komplementer, bukan substitut.

Tuhan, aku bosan, aku lelah, aku bahkan sudah "capek" karena seolah kena tipu alur kehidupan.
Semua alur kehidupanku terasa seperti prank.
Namun daripada aku benar2 membenci-Mu, lebih baik aku bertanya saja pada-Mu. Mengapa Tuhan?
Mengapa Tuhan? Aku tahu Engkau sangat bisa menjawabnya, dan hanya Engkau.

Dan... akan sampai kapan seperti ini terus?
Akan sampai kapan aku sendirian karena selalu berbeda dan terasing seperti ini?
Apakah sampai mati nanti?
Atau sampai kapan?

I'm lonely lonely lonely lonely lonely
And (maybe) slowly diving to sinking into the darkness
Please, help me, God
Help me, take me to Your Light

And give me someone who loves me, and I love him/her too, and we will never leave each other
And we will together in the LOOOOOOOOOONGGGG TIME
Until the death separates us in this world after LOOOONGGG TIME TOGETHER
But we will continue our relationship in Your Heaven
And the one who always loving me, and I always love him/her too
And the one who can REALLY CONNECT with me, and vice versa
The one who truly similar with me, not just a prank again

God, please, give me.
Don't let me always alone and lonely like that.
It's very tiring πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ I'm enough tired with this sh*t feelings.
If You don't do it, I'll ask you "WHY?"

Why? Why? Why? Why? Why God?
Why?

I know, is VERY USELESS TO HATING YOU.
It's stupid, and USELESS.
Because You are God.
But... why? Why I must feeling all of this sh*t?

Tuhan, Tuhan
Tuhan, Tuhan
Jawablah aku, karena Engkau adalah Tuhanku
Dan kabulkanlah harapanku, karena Engkau adalah Tuhanku
Ampunilah aku yang manusiawi ini, karena Engkau adalah Tuhanku

Aamiin yaa rabbal aalamiin. 🀲

Tuhan, Tuhan
How to loving You?

*6 Januari 2023

Minggu, 25 Desember 2022

Midnight Poem : Cinta Mati

Cinta Mati
~adoralic~

Aku cinta mati kepadamu
Mungkin kamu tidak, namun ku tak peduli
Aku hanya cinta, hanya cinta
Tak berharap dibalas maupun ditolak
Tak mau memaksa, tak mau dipaksa
Aku hanya cinta, seperti itu saja
Kalau cinta tidak bisa bersama, biarlah
Yang penting hatiku selamanya bersama

Mungkin kisahku akan seperti kebanyakan orang
Kelak bersatunya dengan siapa, hatinya di mana
Ya biarlah, namanya juga... realita
Yang penting aku tetaplah "aku" meskipun cinta

Aku cinta mati padamu
Tapi aku tetap paling memilih diriku di atas segalanya

*25 Desember 2022
Dari aku yang cinta mati padamu. Aku sudah bodoamat dengan perasaanku, mau sudah move on mau tidak, aku sudah tak peduli. Cinta atau tidak cinta, mungkin takkan ada bedanya. Mungkin tetap takkan ada yang berubah sampai kapanpun, kita tetap tidak bisa bersama. Boro-boro bersama, tiap mau ketemu aja nggak pernah berhasil 🀣🀣🀣 cinta tidak cinta, ya sudah, begitu saja.

Udah eneg sebenarnya, tapi ga benci dia kok, ga akan benci, pernah benci tapi udah ga benci, kan cinta mati :p wkwkwk. Sampe udah sebodoamat itu, bodoamatlah 🀣🀣 cinta sama dia atau ga cinta gaada bedanya samasekali soalnya πŸ˜†πŸ˜† mau cinta ampe nanti gw mati juga bisa jadi bener2 ga bakalan ada apa2an lagi di antara kami selamanya 🀣🀣

I LOVE YOU ♡♡♡♡♡

Senin, 24 Oktober 2022

Midnight Poem part 5 (2)

Menahan Diri
~adoralic~


Entah apa yang akan menjadi kali ini
Semua berkecamuk di dalam kepalaku
Dan juga bergemuruh dalam hati
Awalnya memang sengaja kusimpan, kutahan
Tetapi pertahanan memang takkan bisa selamanya
Perlahan namun pasti perasaan-perasaan ini mulai menyeruak
Hingga kuputuskan untuk menuliskannya lagi

Sudah lama aku menahan diri
Menahan perasaanku
Padamu, duhai ksatria kecilku
Atau kau adalah peri yang kunanti-nanti selama ini
Atau kita sebut saja bintang, bintang kecilku
Bintang, bintang, bintang kecilku
Pada tahun ini kutemui banyak, banyak bintang
Entah secara harfiah atau hanya kiasan
Namun yang paling berkesan bagiku adalah kamu
Kamu, bintang kecil yang berkerlip menyinari gelapnya hatiku

Kumen... ah, tidak
Tidak... tidak boleh
Tidak bisa...
Atau setidaknya belum
Atau sudah, kukatakan padamu melalui intuisi
Aku men-cin-t-t-t-ta-i-i-mu
Ujarku terbata, kepada diriku sendiri
Ah, tidak boleh, makanya aku terbata
Sebab itu seolah kata terlarang
Hingga aku harus menahan diri
Padahal aku men-cin-t-t-t-tai-i-i-mu
Namun malah kurutuki diriku sendiri, mengatainya gila

Gila, aku sudah gila
Bukan, bukannya kamu tidak pantas, bukannya kamu tidak layak
Bukannya kamu buruk, bukan, sungguh
Tapi aku yang gila, karena (mungkin) kau bukan untukku
Apalagi aku (mungkin) bukanlah untukmu
Walau aku mau saja menjadi milikmu, tapi tidak bisa...
Aku... aku... harus menahan diri

Selama ini kulakukan, namun kali ini mulai melesak
Keluar, meminta dituangkan dalam kata-kata
Terutama setelah kau muncul lagi melalui mimpiku
Dan intuisiku
Bahkan muncul melalui kawanku
Baik, akan kulakukan, ujarku pada diriku

Sebenarnya apa yang terjadi padamu di sana?
Ada apa gerangan?
Mengapa sepertinya kau memikirkan aku?
Rindukah?
Atau ingin bercerita namun tak bisa?
Mengapa muncul beberapa kali dalam mimpiku, namun selalu ada yang mengikutimu?
Mengapa?
Ingin kutanyakan semua padamu, namun tak bisa
Kini hubungan kita telah terhalang

Aku dan kawanku berusaha menafsirkannya
Semua yang kau munculkan pada kami
Segala pertanda itu
Apa artinya? Entahlah~
Kami berusaha menafsirkannya, tapi bisa saja salah
Bisa juga benar
Bisa benar sebagian saja
Yang jelas kami rasa kau sedang tidak baik-baik saja

Semoga keadaanmu lekas membaik
Jadilah versi terbaik dirimu
Aku di sini selalu berharap yang terbaik untukmu
Karena aku... men-cin-t-t-ta-i-mu
Lupakan aku jika memang lebih baik untukmu
Fokuslah pada hidupmu dan masa depanmu
Meski aku lebih senang jika diingat olehmu
Seperti aku yang akan berusaha mengingatmu selamanya

Kau... semoga jika suatu saat kita bisa bertemu kembali
Semoga kau dan aku bertemu dalam keadaan yang jauh lebih baik daripada sekarang
Namun jikalau memang tidak, kurasa mungkin lebih baik
Lebih baik begini
Biar kau jadi salah satu kenangan terindah di dalam hidupku saja
Walau aku lebih senang jika bisa bertemu lagi di waktu yang paling tepat

Aku sayang kamu ♡♡♡

*24 Oktober 2022
From A to F, with Love
Aku sayang kamu, jaga diri baik-baik dan jadilah versi terbaik dirimu. I'll always remember you. Semoga kita bisa ketemu lagi nanti kalau takdirnya memang seperti itu, kita bakalan ketemu terus. Aamiin.


Senin, 08 Agustus 2022

Midnight Poem part 5 (1) : The Real Midnight Poem part 5, My Star ☆

Kau yang Seperti Bintang
-adoralic-

Sejak awal kau muncul
Aku menyebutmu bintang
Mengapa demikian?
Entahlah, mulanya intuitif saja

Namun ternyata, ucapan adalah doa
Nama pun demikian, nama adalah doa
Begitu pulakah dengan julukan?
Kurasa demikian

Awalnya biasa, namun terasa familiar
Seperti sudah mengenalmu, namun versi yang lain
Kau awalnya pendiam di hadapanku
Aku pun demikian

Diam dan tenang, biasa saja
Tidak jauh, tapi tidak dekat
Mulanya begitu, meski diam-diam kupikir kau sesosok yang karismatik
Lalu tahu-tahu kita berubah lebih dekat, lupa sejak kapan tepatnya

Puncaknya, kita mulai bermain bersama
Di saat senggangmu, dan senggangku
Kau yang menunggu teman pulangmu, aku menunggu waktu pulang
Kita menunggu berdua, bicara banyak

Tiba-tiba kau mengatakan sesuatu di tengah obrolan
Dengan gaya khasmu saat bercanda
Namun ucapanmu saat itu malah buat aku yakin
Jangan-jangan kaulah yang kucari selama ini

"Sebelum aku lahir, aku sudah bertemu kamu"
Ujarmu kala itu
"Hari ini aku bertemu kamu"
"Nanti juga bertemu kamu, kita akan bertemu terus"

Ya, kita akan bertemu terus
Aku dan kamu
Kalimat yang aku harap muncul dari seseorang yang kunanti selama ini
Nyatanya itu muncul darimu

Sejak itu, perasaanku mulai berubah
Yang awalnya hanya merasa familiar dan anggap kau karismatik
Berubah menjadi sangat tertarik, bahkan mulai suka
Adakah aku bisa terkoneksi dengan anak kecil?

Kemudian, beberapa hari setelahnya, kutemukan jawabnya
Mengapa kau dewasa meski berada dalam tubuh yang mungil
Mengapa kau karismatik padahal masih belia
Dan mengapa aku bisa "melihat"mu yang seperti itu

Ternyata oh ternyata, kamu pun bukan orang biasa seperti aku
Lucunya hidup ini
Pada akhirnya, apapun yang sefrekuensi akan saling menarik
Hingga di titik tertentu bertemu

Seperti aku dan kamu, yang telah bertemu (lagi)
Dan mungkin suatu saat perasaanku padamu?
Entahlah... perasaan ini sulit, aku malah menyukaimu
Tapi sekaligus menyenangkan, membuatku sedikit lebih hidup

Dan julukan bintang itu...
Kini kau adalah bintang, bintang kecilku
Bintang kecilku yang berkelip di gelap malamku
Sedikit memberikan cahaya dalam gelap hidupku

Cahaya yang mandiri, berasal dari dirimu sendiri
Cahaya yang asli, bukan cahaya semu
Dengan atau tanpa aku, kamu akan tetap bersinar
Dan dengan atau tanpa kamu, mungkin aku juga harus siap

Hingga kini, ajaib
Aku tak paham hubungan kita bagaimana
Dan akan ke mana arahnya
Apakah kau juga demikian?

Yang kutahu, aku ingin...
Ingin menyayangimu, ingin bersama kamu, ingin tersenyum bersamamu
Ingin menangis bersamamu tapi tanpa membuatmu menangis
Aku ingin lihat kamu bahagia, dan di dalam momenmu ada aku

Misalkan kamu menangis, aku ingin bisa menenangkan kamu
Misal kamu sakit, ingin melihatmu dan merawatmu
Misal... misal... ya, misal
Tapi, apakah itu mungkin?

Yang bisa kulakukan saat ini adalah sebatas...
Menjadi bestiemu
Bukan karena aku takut perasaanku ditolak kamu
Namun aku benci realita, dan tak ingin kamu terluka gara-gara itu

Kalau dirimu sendiri... berpikir apa tentang daku?
Hingga mengirimiku lambang hati merah, kemudian kabur
Entah kau paham artinya itu atau tidak, tapi aku yakin kau sayang aku
Sama seperti aku yang sayang kamu

*8 Agustus 2022
Dear Tuan Midnight Poem kelima, kau masih belia ya. Tapi di dalammu kakek-kakek 88 tahun nggak sih? Hahaha :p
Aku sayang kamu, terima kasih sudah hadir ke kehidupanku yang chaos ini, dan menjadi bintang kecilku yang berkerlip indah, memberikan sedikit cahaya cantik di dalam hidupku. ♡



Minggu, 13 Maret 2022

Kala Itu

Kala Itu
-Adoralic-

Waktuku seakan berhenti
Di kala kau pergi
Meninggalkan kami
Menuju ke peristirahatan yang abadi

Semuanya terasa mendadak
Bahkan meski sebelumnya banyak pertanda merebak
Aku hanya tak ingin menebak
Karena takut kerisauan 'kan menjebak

Ternyata benarlah demikian
Namun bukan risau
Melainkan waktuku yang seakan berhenti
Semua tak ada artinya lagi

Tiada yang benar-benar maju
Apalagi mundur, mustahil
Jangankan mundur, maju saja mustahil
Waktuku terjebak di kala itu

Semua orang waktunya berjalan
Cuma kami yang terhenti
Bahkan mungkin cuma aku yang merasa
Terhenti karena terjebak dan tercengkeram

Entah bagaimana cara keluar
Aku tak paham
Dan entah apakah suatu hari nanti
Akan ada saatnya paham atau samasekali tidak

Tapi aku sedikit bersyukur
Kau telah pergi
Setidaknya kau sudah tak di sini lagi
Di dunia yang melelahkan dan memuakkan ini

*14 Maret 2022
Entah ya perasaan terjebak di waktu itu akan ada sampai kapan. Rasanya semua berhenti di situ, dan akan selalu di situ. Semua tak ada artinya lagi.

Senin, 13 September 2021

midnight poem part 5 (?): Maybe you (?). Maybe.

Apakah
-adoralic-

Duhai dirimu yang kukagumi
Andai saja tak ada "ganjalan" itu
Nyaris saja kau menjadi tipe impianku
Apakah demikian juga diriku di benakmu?
Rumitnya kenyataan yang terpampang ini

Dan kini kutermenung lama, dalam kebimbangan
Oleh sebab perasaanku terhadapmu, apakah gerangan ini?
Nyata kurasakan sesuatu padamu, namun masih tak pasti
Ombak pikiran menaungi kepalaku

*14 September 2021
Mungkin ya, baru kemungkinan, aku suka kamu, tapi belum pasti. Karena sumpah, aku masih bingung sampai sekarang, sebenarnya perasaanku ke kamu selama ini tuh apa sih? Aku anggap kamu apa sih? Aku suka kamu nggak sih? :( Padahal sudah lama kita kenal, tapi tetap saja... bingung :(

Jumat, 16 April 2021

Aku Ingin "Pulang"

Aku Ingin "Pulang"
~adoralic~

Sesungguhnya aku hanya ingin "pulang"
"Pulang" ke "rumah"
Namun sayangnya, di dunia batin ini
Aku adalah jelata tak ber"rumah"

Aku ingin "pulang"
Ingiiiinn sekali
Rindu, aku merindukanmu
"Rumah" ku, yang entah siapa, entah dimana

Entah kapan aku akan memilikimu
Atau menemukanmu
Aku tak tahu
Atau bahkan mungkin aku takkan pernah memilikimu?

Entahlah, yang jelas ada suatu kepastian
Tuhan adalah "rumah" yang abadi
Tempat ber"pulang" yang sejati
Bagi segala ciptaan-Nya, termasuk daku

Tuhan... aku ingin "pulang"
Ingin cepat "pulang" dan diterima di sisi-Mu
Aku yakin Engkau Maha Tahu
Kelak terimalah daku ketika sudah tiba waktu "kembali"

*17 April 2021
Kejadian malam ini bittersweet, namun sekaligus semakin membuatku tersadar bahwa "rumah" yang sejati adalah Allah, dan... aku memang ingin "pulang", aku rindu "rumah". Ya Allah terimalah hamba-Mu ini kelak ketika sudah waktunya daku "kembali". Aamiin yaa rabbal aalamiin.

Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. :)

Senin, 08 Maret 2021

Kita

Latihan 2 KPO

Kita
Oleh: Alfrida Ramadhani

Awalnya kita tak kenal satu sama lain
Namun takdir terus mempertemukan
Hingga seiring waktu kita menjadi akrab
Bagai amplop dengan perangkonya
Ah, basi, itu adalah pengibaratan lama
Entah sejak kapan mulanya, sudah terlampau klise
Zaman telah berubah, banyak hal baru pada tiap harinya
Bukankah harusnya ada pula pengibaratan baru?
Ah, tapi biarlah, setidaknya itu tepat
Pengibaratan yang pas untuk menggambarkan kita
Aku dan kamu
Yang mulanya asing, menjadi familiar
Hingga menjadi yang teristimewa

Depok, 9 Maret 2021

Minggu, 07 Maret 2021

Puisi untuk Kahlil Gibran (?)

Latihan 1 KPO
Penulis favorit: Kahlil Gibran

Sejak Saat Itu
Oleh: Alfrida Ramadhani

Sejak saat itu, kau menjadi salah satu yang kuanggap istimewa
Sejak untaian kata-kata indahmu terlintas dimataku
Lewat sajakmu engkau menyatakannya
Bahwa cinta adalah putra dari kecocokan jiwa
Tiada cinta, takkan ada, tanpa kecocokan itu
Aku yang sedang mengalaminya pun mengamini
Bahwa ternyata memang begitulah adanya
Tiada yang pernah menyatakan sebelumnya padaku
Tak ada yang mengajariku sebelum dirimu
Maka sejak saat itu kutelaah isi pikiranmu
Lewat permainan kata-kata indahmu
Dan aku banyak mengamininya, pemikiranmu
Duhai Kahlil Gibran, terimakasih telah membagi sajakmu pada dunia
Khususnya pada diriku

Depok, 8 Maret 2021

Jumat, 29 Januari 2021

Bagian dari Midnight Poem part 3: Akhirnya Kusadari

Akhirnya kusadari, engkaulah satu-satunya...

Memang terkadang saking terlalu rumitnya hati dan perasaanku, aku butuh banyak waktu untuk menguraikan berbagai jalinan yang salin terpilin bahkan mungkin ada yang kusut.

Seperti misalnya kemarinan, aku akhirnya sadar bahwa aku bukanlah seorang INFP melainkan seorang INTP. Tapi memang INTP yang sangat mirip dengan INFP + perasaannya sangat mendalam, sama mendalam seperti INFP.

Lalu kemarinan juga akhirnya kusadari, engkaulah satu-satunya...

Engkaulah satu-satunya untuk saat ini, sayang... sayangku yang kuharap selamanya.

Aku mencintaimu. Yang lain aku juga suka, namun hanya suka.

Yang kucintai saat ini hanya kamu.

Karena memang jatuh cinta hanya bisa 1 orang per momen, aku makin yakin itu.

Kamu yang bahkan sudah kuhindari, kujauhi, karena suatu alasan bernama "mimpi buruk" yang bagiku bagaikan petir menyambar di siang bolong. :")

Namun... sejatinya cintaku padamu masih ada. Minimal sekali, minimal, sampai saat aku menuliskan tulisan ini.

Kamu apakabar, Masku sayang? Sungguh kumerindukanmu, sayangku yang (masih) kuharap selamanya.

Semoga suatu saat, jika ternyata di masa depan masih ada "kita", doa-doaku untukku, untukmu, dan untuk kita akan terkabul. Aamiin yaa rabbal aalamiin.

Aku mencintaimu, sangat menyayangimu (nggak tahu kenapa sejak hari pertama jadian rasanya ingin "mengabdi" padamu dan mengurusmu, menyayangimu), dan merindukanmu, Masku sayang. Sayangku yang kuharap selamanya.

Semoga... jika masih ada "kita" di masa depan, yang namanya mimpi buruk itu hanya akan menjadi mimpi buruk. Dan di masa depan, kita berdua akan terbangun dari mimpi buruk tersebut menuju kepada kenyataan yang indah, yang lebih baik, jauuuuhh lebih baik daripada saat ini. Atau setidaknya... akan ada lagi mimpi indah bagi kita berdua, dimana kita tak perlu terbangun dari mimpi tersebut selamanya.

*29 Januari 2021
Yang masih mencintaimu, yang merindukanmu walau tak lagi menghubungi.

Selasa, 29 Desember 2020

Midnight Poem part 3 (24)

Mimpiku
-adoralic-

Masih... masih... masih...
Mimpiku masihlah kamu
Kini lebih bagaikan "halu"
Namun bintang utamanya tetap kamu

Kamu... kamu... kamu...
Yang bahkan sudah lebih dari triwulan berpisah
Tapi rasanya baru kemarin sore
Rasanya terlalu cepat yang terjadi di antara kita

Kamu... kamu... kamu...
Masih kuangankan kamu dalam impianku
Meski tak bisa bersama kemarin
Semoga di masa depan kelak bisa bersama

Bahkan walau kamu telah bersama yang lain untuk sekarang
Seperti mimpi terakhirku tentangmu dan dia yang entah dia itu siapa
Mimpiku saat ini tetaplah kamu
Entah sampai kapan

Entah, dan aku sendiri enggan membatas waktu
Biarlah takdir yang mempertemukan aku
Entah dengan orang baru
Ataupun dengan kamu lagi

Kamu, yang masih kurindukan tiap hari
Kamu, yang masih kucintai hingga detik ini

*29 Desember 2020
Sedikit lagi sudah mau tahun baru, Masku sayang. Dan entah di tahun baru, apakah cintaku baru, atau masih kamu. Apakah mimpiku baru, atau masih kamu. :") hahaha...

Semoga kamu baik-baik saja apapun yang terjadi ya. Jangan kayak aku hahaha... tapi biarlah aku "halu" kamu, karena hanya itu yang bisa kulakukan saat ini, sisa-sisa cintaku padamu yang terakhir. :")

Senin, 12 Oktober 2020

Midnight Poem part 3 (23)

Semua
-adoralic-

Masih terngiang-ngiang
Semua kenangan denganmu
Semua
Semuanya

Mulai dari awal, benar-benar awal
Kala pertama kali kutemukan akunmu
Kala tanpa kusadari mengecek akunmu menjadi canduku
Padahal hatiku masih kepada yang lain

Kau memang menarik, amat menarik bagiku
Hingga suatu hari, aku "kelepasan"
Namun justru itulah titik baliknya
Yang mulanya kau tak menyadari keberadaanku, menjadi sadar

Lima bulan kemudian
Tiba-tiba kau menghampiriku
Rasanya bagaikan mimpi paling indah
Sungguh ku tak menyangka

Lebih tak kusangka lagi
Yang berawal dari mimpi indah
Akan diakhiri dengan mimpi yang buruk
Paling buruk, benar-benar yang terburuk

Sekarang, mimpinya masih berjalan
Yang paling buruk di antara yang terburuk
Semua masih berjalan
Menghantuiku, terutama di tiap sepiku

Kini, yang tersisa
Tinggal semua kenangan
Semua yang bisa kuingat
Dan... perasaanku padamu

Entah ini cinta yang mulai tercampur kebencian
Atau kebencian yang masih menyisakan cinta
Aku tak paham, kecuali satu hal
Masih ada cinta di dalamnya

*12 Oktober 2020
Dear My Master, I love you, but I hate you. :")
It's the real nightmare, real nightmare for me. How about you? :")

Selasa, 06 Oktober 2020

Midnight Poem part 4 (4)

Lukisan
-Adoralic-

Suatu malam, kuteringat akan kenangan lama
Lukisan cantik, perlambang orang-orang yang pernah kucintai
Lalu kuteringat dirimu
Dan kuputuskan untuk mencarikanmu lukisan

Ketika kubuka galerinya
Tiba-tiba mataku tertumbuk pada satu lukisan
Dalam sekilas lihat, langsung ku bergumam
Ini adalah kamu

Dan ajaibnya
Ketika kucari lukisan lain lagi, tetap yang itu
Itulah yang paling mengena
Memang "milikmu"

Kau adalah sosok yang tenang
Sejuk, damai, lembut
Dan... ada "rumah"nya
Meski jauh... seperti jarak kita saat ini

Indahnya lukisan temuanku
Rasanya mirip seperti saat menemukanmu
Ketika merasakan pancaran "cahayamu"
Dan kelembutan energi dirimu

(Sumber: instagram @jogrundyart)

*06 Oktober 2020
Dear My Luminous Lord, bagus nggak lukisannya, bagus kan? Menurutku sih ini mirip banget sama kamu :D