Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2024

Pernahkah Kalian Berpikir untuk Tinggal Sendiri Sampai Ajal Menjemput?

Pernahkah Kalian Berpikir untuk Tinggal Sendiri Sampai Ajal Menjemput?

Pernah dulu, tapi sekarang malah nggak terlalu lagi. Bukannya 100% udah gak mikir gitu lagi, cuma… jadi berkurang aja persentasenya. Apa salahnya kalau ada temannya? Tapi kalau bisa dan sanggup sendirian gaada teman, ya gapapa juga, liat nanti ae lah~ cuma saya udah gak terlalu kayak dulu lagi yang pernah beneran sekepengen itu sendirian banget hahaha.

Setelah beberapa kali "ditinggal meninggal duluan" oleh beberapa orang terdekat saya, termasuk salah 1 sahabat saya, kemudian dengan sebagian besar sahabat dan teman dekat lainnya saya terpisah jarak dan bahkan waktu (kalau beda negara atau beda belahan waktu Indonesia), akhirnya saya sadar… saya butuh… seorang teman dekat/sahabat yang bisa sekalian saya jadikan keluarga saya.

Sedekat-dekatnya dengan sahabat, se-rasa kekeluargaan apapun dengan sahabat, pada akhirnya sahabat tetap hanyalah orang lain. Dan serusak-rusaknya hubungan dengan keluarga, se-toxic apapun keluarga, tetap saja yang lebih "dianggap" kuat ikatannya dan lebih diakui di masyarakat adalah keluarga daripada cuma "sahabat rasa keluarga". Hal seperti ini baru terlihat lebih jelas ketika sudah terpisahkan oleh kematian. Saya jadi sadar kalau… "Hmmm ya, saya sepertinya ingin dan butuh teman dekat kalau perlu sahabat yang bisa sekalian saya jadikan keluarga saya, biar setidaknya ada 1 orang teman dekat/sahabat saya yang gak akan berpisah dengan saya, disaat teman atau sahabat saya yang lainnya fokus kepada kehidupan dan keluarganya masing-masing, si sahabat saya yang 1 ini bisa fokus kepada kehidupannya dan kepada keluarganya—yang tentu saja mengikutsertakan saya di dalamnya. Seperti saya juga bisa fokus kepada kehidupan saya dan keluarga saya—yang tentunya mengikutsertakan sahabat saya tersebut di dalamnya."

Ini konteksnya menikah, melanjutkan persahabatan dalam kedok membangun status "berkeluarga" yang diakui di masyarakat, berarti yang saya harapkan adalah, suatu hari nanti saya bisa menikah dengan salah 1 cowok/laki-laki yang bisa sampai saya anggap teman dekat/sahabat cowok saya, dan dianya juga mau menikah dengan saya wkwkwk. Karena nggak mungkin kan saya menikah dengan sesama cewek? 😅 Bahkan misal semau apapun saya melakukan itu, dan bahkan misal sudah ada "calon" nya, misalnya, misal, tetap saja… terlalu rumit dan susah direalisasikan di dunia ini hahaha. Jadi ya, memang harus dengan lawan jenis sih, tidak ada pilihan lain.

Tetapi kenapa saya malah sampai kepikiran begini? Apa kaitannya dengan "keinginan hidup sendiri sampai ajal menjemput" ?

Kaitannya… agak muter-muter sih penjelasan saya, cuma intinya gini… Saya merasa… apa ya… waktu salah 1 sahabat saya meninggal, padahal saya dan teman dia yang lain lebih dekat dengannya daripada keluarganya sendiri, sahabat kami sudah sering mengakui itu semasa hidupnya. Tapi di hari peringatan kematiannya, saya merasa… saya dan temannya hanya "butiran debu" yang numpang lewat saja, bahkan nama kami saja tidak diketahui kecuali oleh ibunya, itu pun juga ya tetap saja kami hanya diperlakukan seperti "teman biasa". Bukannya saya sakit hati karena diperlakukan begitu, tetapi saya malah memikirkan teman-teman dekat saya…

Misal suatu hari saya yang meninggal duluan, apakah sahabat dan teman-teman dekat saya, yang padahal bahkan bisa jadi saya anggap ikatan kami lebih dekat dan erat daripada saya dengan keluarga (keluarga besar sih) saya, akan diperlakukan seperti itu juga oleh masyarakat? Apa iya? Kalau iya… bukankah itu ironis?

Ya, miris aja gitu, entah kenapa saya malah jadi kasihan dengan teman-teman saya, tapi sialnya saya malah sadar juga saya kan juga udah mulai "ditinggal" oleh mereka karena tuntutan alur kehidupan ini. Makanya, ujung-ujungnya saya jadi berpikir… Setidaknya saya mau, kalau bisa, kalau nggak bisa ya nggak terlalu masalah juga sih, setidaknya ada 1 sahabat atau minimal teman dekat saya, yang bisa saya "ikat" menjadi keluarga sekalian. Jadinya kami tetap bisa terus bersahabat sampai terpisahkan oleh kematian, dalam kedok "keluarga". Hahaha. Dan… ketika saya/dia yang meninggal duluan, dia/saya tetap "dianggap" oleh masyarakat, karena… ya iya, kami kan keluarga. Dia pasti suami saya, atau saya istrinya, dan malah itu kan yang dianggap "paling berhak" untuk menangisi dan mengakui bahwa hubungan kami paling dekat dan paling istimewa di dunia ini (bahkan meski realitanya belum tentu selalu akan seperti itu sih wkwkwk), dan kami, saya atau dia, adalah sosok yang paling bersedih dan paling kehilangan saat ditinggal meninggal. Ya pokoknya… begitu deh.

Saya pengen aja, ada salah 1 sahabat saya yang bisa punya "posisi spesial" begitu, ketika saya meninggal duluan. Saya ingin ada "orang yang memang saya pilih dan saya akui sendiri" yang memang dianggap/diakui oleh masyarakat, bukan cuma orang-orang yang secara teknisnya saja diakui di masyarakat (misal keluarga karena satu ikatan darah/satu garis keturunan, padahal misalnya hubungan keluarga ternyata tidak seharmonis dan serukun itu, misal). Jadi makanya, saya merasa, saya ingin punya dan saya butuh 1 orang sahabat untuk "saya beri/wariskan posisi", anggap saja itu sebagai salah 1 wujud kemerdekaan saya/kebebasan memilih dalam hidup—selama masih hidup. Walaupun balik lagi, saya nggak akan "memaksakan keadaan" juga sih, kalau bisa ada temannya ya syukur, kalau nggak ada yaudah. Tetapi karena ditinggal pergi dan ditinggal meninggal sahabat-sahabat saya, makanya saya mendadak jadi berubah pikiran begitu, jadi terinspirasi. Hahaha. Bukan karena terlalu takut sepinya, lebih ke… pengen aja "punya kemerdekaan/kebebasan memilih seseorang, dan berhasil memilih serta mempertahankan apa yang dipilih, sampai di taraf bisa diakui dan dihargai juga oleh orang lain", sekaligus mau "memberikan penghargaan tertinggi dariku untuk seorang sahabatku dan sekaligus keluargaku yang paling spesial". 🤣🤣🤣

#nb: saya gak akan pernah mau pacaran sama orang yang saya anggap gak cocok temanannya dengan saya, hahaha. Jadi makanya di sini saya gak sebut pacar/kekasih sebagai calon suami, hahaha.


Jumat, 16 Februari 2024

Karena Berjodoh Maka Bertemu


Kalimat ini, jangan pernah diartikan secara kaku dan terbatas, kalimat ini makna aslinya SANGAT LUAS dan melibatkan (sangat) banyak variabel di dalamnya. Tetapi memang benar, karena berjodohlah maka bertemu. Karena... bagaimana mungkin kamu bisa mengenal satu-persatu seluruh manusia di bumi ini yang kisaran kasarnya berjumlah sekitar 7 miliar orang? Hahaha pasti yang kamu kenali ujung-ujungnya hanya orang yang memang "ditakdirkan" untuk bisa kamu mengenal dia/dia bisa mengenal kamu di dunia ini. 🤣🤣 Gak mungkin kamu kenal semuanya, seluruhnya, seumur hidup kamu hanya akan pernah mengenal dan dikenal orang-orang yang "ditakdirkan" untukmu di dalam alur kehidupanmu, atau bisa kita sebut "orang-orang yang berjodoh dengan kita". Entah tepatnya/pastinya/akuratnya makna "berjodoh" itu seperti apa, itu sudah lain perkara. Pokoknya jodoh adalah sesuatu hal atau orang yang ditakdirkan sampai kejadian untuk bertemu denganmu di dunia ini, di dalam alur kehidupanmu dan alur kehidupan dia. 😄 soal bisa menikah/gak bisa menikah, itu sudah lain perkara wkwkwk

Rabu, 07 Februari 2024

Takdir vs Doa


Jujur ya, 2 quotes ini sangat berlawanan 🤣🤣🤣 tapi gara2 ini saya malah jadi semakin paham "sesuatu" 🤣🤣🤣

Kayak semisal, kamu nanti takdirnya di Lauhul Mahfudz ternyata nikah sama si B, tapi kamu cinta matinya sama si A.

Emang sih takdir mengenai menikah ya pasangan kamu adalah si B, tapi soal cinta/isi hati kamu kan ditakdirkan mencintai si A. Jadi sebenarnya, ujung2nya semuanya, mencintai si A dan menikah dengan si B adalah takdirmu 🤣🤣🤣 takdirmu itu gak cuma 1, banyak, dan bisa tumpang-tindih. 🤣🤣🤣

Dan akhirnya saya malah semakin paham dengan konsep "doa bisa mengubah takdir" ini. 🤣🤣🤣🤣🤣

Kita bisa "putar-balik" doanya. Jangan cuma pasrah aja, tapi kita putar-balik doanya. Berserah boleh, malahan harus, toh pada akhirnya kita gak bisa melawan Allah. Tapi... gimana ya... 🤣🤣🤣 gitu deh, susah dijelaskan, cuma... "Sebenarnya mencintai dia yg ujung2nya gak menikah dengan kita itu juga sebenarnya takdir, jadi jangan dianggap itu sesuatu yg "salah/bukan untuk kita", karena itu sebenarnya untuk kita juga, soalnya takdir kita itu memang BANYAAAAAKKK." 🤣🤣🤣🤣😆😆😆

Kalau sebuah takdir mampu mengubah "cinta menjadi tidak cinta", maka bisa dibalik juga, doa yang terlahir dari sebuah cinta bisa juga mampu mengubah dari yang tadinya "takdir 1" menjadi tidak "takdir 1" lagi (berubah ke takdir yg persis seperti doa kita). 🤣🤣🤣🤣🤣😆😆😆😆😆 pada akhirnya: DUNIA INI MEMANG PENUH KETIDAKPASTIAN, CUMA TUHAN DAN CATATAN LAUHUL MAHFUDZ YANG TAHU PASTI 😆😆🤣🤣😆😆

Hoalaaaaahhh 🥲🥲🥲🤣🤣🤣

Ok, bismillah, harus rajin berdoa biar bisa dapat yg terbaik, apapun itu ahahahahahaha 🙈🤣

Ya walaupun tetap aja inti utama berdoa tentu saja MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN, ALLAHU RABBI. Jangan sampai lupa wkwkwk

Saya tetap tim manusia yang percaya 60% lebih takdir itu sudah ditentukan Allah, dan sisa 40% ke bawah itu dari doa dan ikhtiar manusia.

Tapi ya tetap aja, pada akhirnya semuanya misteri, soalnya... kan kita gak akan pernah tahu pasti kapan Allah "lagi kepengen mengabulkan doa manusia persis sesuai maunya manusia itu", dan doa yg mana yg akan dikabulkan Allah.

Dan... kalau dimiripkan sama game, sebenarnya di dalam game biasanya ada 1 atau 2 "alur rahasia" yg bukan alur utama bahkan tidak termasuk alur bonus, yg gak bisa dibuka dengan cara2 normal/biasa. Benar2 kalau dia konsisten terhadap sesuatu yg "ujung2nya akan gagal", tp beneran sekonsisten itu, biasanya ternyata dikasih "alur rahasia" sebagai kejutan/apresiasi. Seperti di game, cuma orang2 tertentu yg bisa menemukan cara membuka "alur rahasia" di dalam hidupnya, biasanya juga karena keberuntungan atau suatu kerja keras yg luar biasa jadi Allah "kasih petunjuk" untuk membuka si "alur rahasia" tsb. :D

Saya udah pernah soalnya main game, dan berhasil mendapatkan suatu alur rahasia di game tsb 😆😆🤣🤣 (walaupun dapatnya dari hasil nyari "contekan" sana-sini 🤣 gak semua orang juga ternyata tau kalau ada alur rahasia ini wkwkwk)

Sebenarnya bukan 100% rahasia, tapi memang dia ga termasuk di alur major dan bonus. Udah fix, resmi, mutlak, gaada. Di official account developernya aja diumumkan emg gaada alur kayak gitu, itu ga termasuk alur. Tapi ternyata... ahahaha 😆🤣 ketika game selesai dgn mengecewakan, masih dikasih jalan utk "bikin game baru yg sesuai ekspektasi".