Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2019

Mengambil Hikmah di Toilet

Judulnya lebay ya? Hahaha.

Tapi serius, saya mendapatkan pengalaman yang menurut saya berharga di toilet.

***

Hari ini, saya pergi ke salah satu Mall yang cukup dekat dengan wilayah tempat tinggal saya. Saya pergi siang hari, dan baru tiba setelah adzan Dzuhur berkumandang. Sesampainya di Mall, saya memutuskan untuk sholat dulu, kemudian saya lanjutkan dengan pergi ke toilet (karena di sekitar mushola tidak disediakan toilet).

Nah, di toilet inilah saya mengalami kejadian yang sebenarnya sangat biasa, sangat sederhana. Namun kejadian tersebut bisa saya maknai lebih mendalam.

Ketika tiba di toilet, saya melihat cukup banyak orang mengantri. Turutlah saya menjadi bagian dari antrian tersebut. Nah, sialnya, antriannya tidak teratur. Di depan saya memang ada beberapa orang yang sudah datang duluan, dan daritadi sedang menunggui pintu-pintu bilik toilet yang tertutup menjadi terbuka. Kemudian orang di dalammya keluar, sehingga bisa gantian mereka yang masuk untuk menuntaskan hajat di toilet. Setelah mereka selesai dengan hajatnya dan keluar dari toilet, baru giliran saya bisa masuk jika ada pintu yang terbuka lagi.

Semestinya begitu, jika antriannya teratur. Namun tadi saya katakan, antriannya tidak teratur. Maka, setelah ada bilik yang terbuka, saya yang seharusnya dapat giliran masuk ke sana malah diserobot oleh orang lain yang baru datang -_- saya agak kesal, tapi apa boleh buat, orangnya sudah terlanjur masuk. Saya tunggu pintu yang lain terbuka, dan ada lagi. Tapi... posisinya agak jauh dari saya, sehingga lagi-lagi saya keduluan orang lain.

Lalu ada satu lagi pintu terbuka, dan kali ini posisinya cukup dekat dengan saya, jadilah saya berusaha langsung masuk setelah pemakai sebelumnya keluar dari bilik toilet. Dan, berhasil. Hahaha. Bahkan pemandangan toilet di depan saya membuat saya "takjub".

Sebenarnya toiletnya biasa saja, sangat biasa, seperti toilet Mall pada umumnya. Yang membedakan adalah, closetnya. Bilik yang saya dapatkan adalah bilik dengan closet jongkok :D biasanya, bilik toilet di Mall menggunakan closet duduk, atau jikalau ada yg ber-closet jongkok, biasanya hanya ada satu bilik di antara beberapa bilik lainnya. Dan biasanya letaknya paling pojok.

Tetapi, saya mendapatkan bilik di tengah, dan ternyata closetnya jongkok, tidak duduk seperti bayangan saya sebelumnya. Tentu saja saya senang :D Saya pribadi tipe yang menyukai closet jongkok, apalagi di tempat umum. Karena rasanya lebih higienis, soalnya tidak harus menempelkan pantat di closet yang dipakai bersama orang tidak dikenal.

Lalu saya merenungkan kejadian tersebut. Ternyata jika hasrat saya tertunda, lalu saya bersabar sedikit, bisa saja saya mendapatkan pengganti yang lebih baik daripada yang saya kira sebelumnya.

Yah, begitu saja sih cerita saya. Pengalaman yang sederhana dan sangat biasa bukan? Sederhana, namun entah kenapa saya rasa cocok dengan permasalahan yang sedang saya hadapi, dan seolah-olah itu adalah jawaban dari pertanyaan saya. Hahaha. :D

Selasa, 07 Mei 2019

DUDU (bukan dududu ya)

Dari: Saya
Untuk: Siapapun yang menginginkan cinta saya, mungkin suatu hari nanti akan ada.

Jika kau ingin berubah, berubahlah bukan demi diriku, namun berubahlah demi dirimu sendiri. Atau lebih mulia lagi, berubahlah demi Tuhanmu, Sang Maha Pencipta. Jadilah versi terbaik dari dirimu, dan biarkan aku jatuh cinta padamu apa adanya. Biarkan aku luluh, bukan karena perubahanmu, namun karena kesadaranmu atas alasan mengapa kamu harus berubah. Esensi, jauh lebih penting daripada sekedar perubahan. Karena berubah itu mudah, namun jika tak paham esensinya, sulit untuk bertahan. :)

Sabtu, 04 Mei 2019

Mencoba (2)

Manis, sesuai seleraku
Alangkah seru merangkai akrostik
Nampaknya biasa saja
Istimewa hanya jika ditelaah
Sempurna, memiliki misteri
Nadimku pun terkesima dibuatnya
Yang membuatku makin yakin
Akrostik, aku suka kemanisanmu

*mencoba membuat akrostik (lagi)
Wkwkland, 5 Mei 2019

Sabtu, 23 Maret 2019

Aku, Puisi, dan Lomba Menulis Puisi

Puisi
Tak pernah kubermimpi
Akan memilih diksi
Merangkai
Dan membuatnya menjadi
Sebab tak kuduga sebelum ini
Bahwa aku mampu berpuisi

Jujur, saya tak begitu paham puisi dari dulu. Entah karena saya idealis, atau karena alasan lainnya. Sejak dulu, saya selalu berpikir bahwa puisi adalah untaian kata yang (seharusnya) bisa menyentuh perasaan. Dan dinikmati dengan cara menghayatinya, hingga hati terasa penuh bahkan sesak, karena terbawa perasaan.

Dan pertanyaan saya dulu: "Bagaimana saya bisa menikmati puisi jika terlalu banyak kiasan yang tak saya pahami? Jika saya tak paham, bagaimana saya akan bisa merasa?"

Itu dulu. Dan sejak dulu, saya memang "menghindari" puisi. Jika dalam suatu majalah, koran, tabloid dan semacamnya terdapat kolom puisi, saya hampir tidak pernah membacanya. Menurut saya, lebih mudah memahami cerpen, cerbung, cermis, cermin, novel ataupun artikel, daripada puisi.

Lucunya adalah, suatu hari, saya iseng mengikuti lomba menulis puisi dari sebuah penerbit indie. Hanya berbekal kemampuan merangkai kata saya yang seadanya, dan pemahaman mengenai puisi yang hampir 0. Dan baru pertama kalinya saya mengikuti lomba puisi, Alhamdulillah karya saya terpilih menjadi kontributor. Sungguh tak kusangka.

Ada 2 lomba puisi lagi yang saya ikuti dari penerbit indie yang lain. Dan lagi-lagi, saya terpilih menjadi kontributor.

Karena ketiga lomba tersebut, saya jadi mulai mempertanyakan kemampuan dan pemahaman saya mengenai puisi. Atau mungkin, hanya mindset saya saja yang salah?

Mungkin pemikiran saya bahwa cara menikmati puisi adalah dengan dihayati harus diubah agar lebih fleksibel. Saya tak boleh terlalu idealis. Karena ternyata, ada teman saya yang kurang mengandalkan perasaan, lebih mengandalkan logika, namun bisa pula menikmati puisi. Karena baginya, puisi adalah teka-teki yang seru untuk dipecahkan. Menurutnya, memilih tema, menetapkan makna, membuat alur (?), menuangkan dalam kata, memilih kata untuk dirangkai hingga menjadi sebuah puisi mirip dengan permainan strategi. Dan mempelajari, atau dalam bahasaku menebak-nebak kenapa seseorang menulis seperti itu, apa maknanya, rasanya seperti menebak teka-teki.

Jika teman saya saja bisa menikmati dengan "cara lain", kenapa saya tidak? :D

Dan pada akhirnya menurut saya, proses membuat puisi (jika karya saya bisa disebut puisi) atau memahami puisi, semua itu, seperti permainan yang menyenangkan. Mungkin saya belum bisa menghayati puisi, namun seru rasanya merangkai kata-kata. Dan menebak motif seseorang menulis, atau mencari pesan moral dari tiap puisi, rasanya juga menyenangkan.

Saya tak tahu ke depannya saya akan bagaimana. Tetapi rasanya, saya akan belajar menyukai puisi. Dan jika mungkin mencintainya. Sama seperti saya belajar mencintai dunia kepenulisan. :)

Rabu, 26 Desember 2018

Perbedaan Karakter Penyuka Batagor vs Penyuka Siomay (By: Alfrida)


Note: tulisan ini bersifat SUBJEKTIF, karena hanya berasal dari pengamatan dan penilaian saya. Berawal dari peristiwa kelaparan di tengah hujan deras yang terjadi disela-sela perkuliahan, akhirnya saya iseng mengumpulkan data (?) dan membuat penilaian dari 24 orang kawan saya.

Hasilnya, 14 orang lebih menyukai batagor (kelompok 1), dan 10 orang lebih menyukai siomay (kelompok 2). Selanjutnya, saya mencari persamaan di antara orang-orang dalam kelompok yang sama. Begitulah cara saya hingga mendapatkan hasil ini. Jadi jika ada ketidaksesuaian dengan diri anda (yang kebetulan membaca ini), saya harap dimaklumi. Lagipula, pos ini dimaksudkan hanya sebagai HIBURAN semata. 😁 Selamat membaca. 😊

Penyuka Batagor:

▪Up to date dan rata-rata anaknya (terlihat) gaul.
▪Berminat pada relasi/menjalin hubungan dengan orang lain.
▪Kebanyakan orangnya "talkative" atau suka bicara.
▪Terkadang ada saat-saat di mana penyuka batagor ingin tampil dan dilihat orang lain (tentu saja, namanya juga manusia).
▪Biasanya menjadi orang yang berinisiatif dalam kelompok. Jika pun tidak, sering menjadi anggota kelompok yang terlihat antusias terhadap ide-ide maupun perilaku dari anggota lain (lebih antusias daripada penyuka siomay).
▪Berminat pada hal-hal mengenai dunia dalam lingkup yang luas.

Penyuka Siomay:

▪Punya sisi cuek atau sisi individual.
▪Mementingkan kenyamanan, khususnya untuk diri sendiri.
▪Biasanya punya cara tersendiri untuk melakukan sesuatu.
▪Tidak terlalu tergantung dengan orang lain (karena cuek/individual).
▪Bisa jadi memiliki selera yang unik.
▪Tidak terlalu ingin menonjol dan menampilkan diri, kecuali memang ada keharusan melakukan itu.
▪Biasanya lebih memilih menjadi pengikut dalam suatu kelompok, karena agak cuek, nggak mau ribet kalo nggak perlu-perlu amat untuk ribet.
▪Terkadang terlihat kurang antusias ketika menghadapi sesuatu jika dibandingkan dengan penyuka batagor. Hal ini nggak buruk sih sebenarnya, cuma lebih datar aja wkwkwk.
▪Tertarik pada hal-hal yang terjadi di dunia, namun lebih kepada hal-hal yang akan berdampak (baik secara langsung maupun tidak langsung) kepada kehidupan pribadinya daripada hal-hal yang meluas/lebih umum.

Rabu, 08 Agustus 2018

Aku dan Lomba Menulis Cerpen

Hello blog & readers, jumpa lagi dengan saya author blog ini.

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya (lagi). Sebelumnya, mohon maaf jika penulisan saya tidak sistematis, karena saya (sebenarnya) menulis untuk kepuasan saya saja, jadi suka-suka saya gitu. Hehehe...

Karena saya suka menulis-nulis, walaupun nggak selalu jelas, suatu hari saya putuskan mengikuti lomba cerpen. Awalnya saya dapat info dari teman saya yang mendapat syarat harus 'tag' beberapa teman sebagai syarat mengikuti lomba tersebut. Saya termasuk salah seorang yang ia tag. Akhirnya saya putuskan untuk ikut lombanya juga. Dan Alhamdulillah, cerpen saya masuk 20 besar cerpen terpilih, meski bukan juara.

Dan sejak saat itu, saya jadi suka ikutan lomba-lomba menulis cerpen. Ya, cerpen saja, karena artikel apalagi essai ilmiah membutuhkan keseriusan dan kesannya baku. Saya lebih suka yang terkesan santai meski kontennya tidak melulu ringan. Sedangkan untuk lomba novel, saya masih kesulitan memikirkan alur yang panjang dan deskripsi yang detail. Jadi untuk saat ini, cerpen saja dulu. Hihihi...

Alhamdulillah, sudah beberapa kali saya menjadi kontributor dalam suatu lomba, meski belum pernah juara. Dan baru beberapa kali sih, sebagian perlombaan lainnya gagal. Ya, nggak apa-apa lah. Daripada juara, sebenarnya saya lebih suka tulisan saya (terutama jika ada manfaatnya) dibaca oleh orang lain dan bisa membuat terhibur. Tapi jika menjadi juara, tulisan kita akan sekaligus terbaca oleh banyak orang kan? Hihihi...

Padahal, waktu SMP, saya pernah punya 'trauma' dengan lomba menulis. Jadi, saya yang dulu masih remaja labil, pernah iseng ikut lomba menulis yang diadakan oleh sebuah majalah. Lombanya adalah melengkapi cerpen. Jadi, sudah ada sebagian isi cerpen, dan peserta diminta melanjutkan ceritanya dan memberikan ending. Saya bersemangat membuat cerpen ala saya, hingga akhirnya jadi sebuah cerpen. Sayangnya, sebenarnya saya tahu sih, cerpen saya tidak memenuhi aturan formatnya. Tulisannya kelebihan banyak kata dari batas kata yang diperkenankan. Namun, merasa sudah lelah dan mencurahkan segenap tenaga untuk menulisnya, saya nekat mengirimkan cerpen saya itu. Karena menurut saya, walaupun tidak menang (iyalah, nggak sesuai ketentuan mana bisa menang? Didiskualifikasi bisa jadi), yang penting hasil usaha saya tidak sia-sia.

Setelah itu, apa yang terjadi? Cerpen saya tidak menang, tentu saja. Tetapi, ada peristiwa yang menurut saya lebih 'menyakitkan', hingga saya 'trauma'.

Jadi, majalah yang saya sebutkan sebelumnya punya akun fanpage, dan saya memfollow akun tersebut. Saya tau info-info lomba yang diselenggarakan dari akun itu. Selain membagikan info lomba, biasanya akun tersebut juga membagikan tips-tips menulis atau berbagi artikel-artikel menarik lainnya.

Nah, yang membuat saya 'sakit' adalah, tepat sehari setelah saya mengirim naskah saya (yang tidak sesuai ketentuan), fanpage tersebut membuat postingan yang seolah-olah menyindir saya. Mereka tiba-tiba membahas mengenai aturan dalam penulisan cerpen dan pemformatan. Kemudian, entah perasaan saya yang terlalu sensitif atau memang benar yang saya rasakan, mereka membahas mengenai kekesalan mereka karena masih saja ada naskah yang tidak mengikuti kaidah pemformatan tersebut.

Merasa disindir, saya jadi sangat kesal. Saya merasa... bagaimana ya? Rasanya sebal, walaupun memang salah saya, tapi tetap sebal, karena mereka 'Sombong banget, orang mau belajar nulis aja gaboleh ngirim ke mereka. Kalo mau jelasin, ya jelasin kek baik-baik, nggak usah nyindir segala di postingan fanpage. Kalo karya orang jelek biarin aja sih, diemin, nggak usah dihina di depan umum kayak gitu.' . Kira-kira begitulah perasaan saya saat itu.

Sejak saat itu, saya samasekali nggak tertarik lagi dengan dunia kepenulisan. Saya merasa 'Saya samasekali nggak berbakat sampai disindir kayak gitu'.

Itulah pengalaman saya yang membuat saya trauma. Padahal ketika saya pikirkan lagi sekarang, ketika sudah lebih dewasa, yang dilakukan pihak majalah tersebut sebenarnya bagus lho. Mereka memberi feedback pada karya yang dikirim oleh pembaca. Artinya mereka melihat naskah-naskah tersebut kan? Berarti saya dulu di-notice kan? Justru jika mereka diam saja, bisa saja itu karena mereka memang tidak melirik naskah pembaca samasekali.

Dan saya juga pernah dengar wejangan senior yang pernah saya jumpa beberapa kali dalam suatu grup kepenulisan, bahwa 'Membuat dan mengirimkan suatu karya itu butuh kesiapan mental untuk diberi kritik dan saran'.

Hahaha... karena sudah merasakannya sendiri, akhirnya saya bisa sangat memahami maksud dari perkataan senior tersebut.

Untungnya, melalui 'tag' dari teman saya, akhirnya saya bisa kembali lagi ke dalam dunia kepenulisan, meski belum serius sih. Saya baru menikmatinya untuk bersenang-senang, dan saat ini saya sudah tidak kesal lagi seperti dulu. Saya juga tak peduli soal berbakat atau tidak. Karena setelah kuliah, akhirnya saya tahu bahwa suatu kemampuan disebut bakat jika telah diasah dan mulai ada perkembangan. Jika belum diasah, namanya baru potensi. Jadi, saya menangkap bahwa potensi tiap orang bisa berbeda-beda dan itu bawaan, namun bakat bisa saja sama ketika sama-sama dilatih.

Nah, setelah menceritakan asal muasal saya mengikuti lomba menulis, sekarang saya ingin meneritakan sumber motivasi saya dalam mengikuti lomba menulis. Saya pernah membaca sebuah komik berjudul "Sparkling Gingachou".

Dalam komik tersebut ada bab yang menceritakan seorang gadis, namanya Sato. Dia menyukai sahabatnya, namanya Kuro. Si Kuro karakternya memang sangat keren, selain tentu saja penampilannya juga keren.

Sato sedang galau karena ia bercita-cita menjadi komikus suatu saat nanti. Namun sampai saat itu, ia belum pernah berhasil membuat sebuah komik sampai tamat. Jadi, ditengah jalan cerita komiknya, ia tiba-tiba berhenti. Begitu terus. Sato jadi pesimis, bagaimana mau jadi komikus jika begitu terus?

Akhirnya, untuk menghilangkan kegundahan hatinya, Sato memutuskan jalan-jalan ke lapangan, dan ia bertemu Kuro. Kuro sedang latihan menendang bola. Ternyata, Kuro baru saja selesai bertanding, ia menjadi pemain cadangan membantu grup adik kelasnya bertanding. Tadinya, grup adik kelasnya Kuro hampir menang. Tapi, ketika tendangan penalti, si Kuro yang kebagian menendang bola gagal mencetak gol. Dan dia merasa sangat menyesaaall...

Akhirnya, pulang dari pertandingan, Kuro langsung mengevaluasi kemampuannya. Setelah itu, ia langsung latihan bola di lapangan -_- Gila sih, dia niat banget, padahal dia cuma pemain cadangan. Adik kelasnya saja yang kalah tidak melakukan apa-apa. Teman-teman gengnya yang mengajak Kuro nongkrong bareng, diabaikan karena Kuro mau latihan. Alasannya: siapa tau lain kali dia dijadikan pemain cadangan lagi. Sungguh terlalu niat kau Kuro-kun!

Ketika Sato bertemu Kuro, dia bertanya pada Kuro mengenai latihan yang dilakukan Kuro. Lalu Kuro menceritakan kejadian yang terjadi sebelumnya. Nah, si Sato yang sama herannya seperti orang lain bertanya lagi: "Emangnya kamu harus latian sekarang?"

Ditanya begitu, Kuro pun menjawab: "Terus aku harus latihan kapan? Nanti? Yang namanya nanti itu ga bakal pernah datang kalo kita nggak memulainya."

Mendengar itu, Sato menangis karena merasa tertohok dengan kata-katanya Kuro. Dia jadi curhat ke Kuro soal masalahnya. Lalu Sato dimotivasi oleh Kuro. Kata Kuro: "Udah, yang penting tamatin dulu komiknya, terus kirim ke penerbit. Gausah pikirin hasilnya, yang penting lakuin itu dulu. Setidaknya kamu sudah pernah mencoba."

Gara-gara Kuro ngomong begitu, akhirnya Sato berhasil menamatkan sebuah komik dan langsung dia kirim ke penerbit (walaupun tidak diceritakan hasilnya gimana).

Itu salah 1 cerita yg bisa memotivasi saya untuk mengikuti lomba-lomba cerpen. Sayangnya, cara tersebut belum berhasil untuk memotivasi saya mengerjakan PI #cry (T_T) mungkin saya butuh Kuro nya kali ya untuk memotivasi saya secara langsung (?) #eehh hahaha *canda

Baik, jadi begitulah cerita yang saya bagikan kali ini. Semoga ada manfaatnya walaupun sangat sedikit. Sekian dari saya, sampai jumpa di pos berikutnya. Dadaahh~

*nb: pengen post foto bukti saya pernah jadi kontributor tapi gabisa. Mungkin emang nggak boleh dipamerkan XD

Musik Instrumental | Akhirnya Setelah Sekian Lamaaa~

Halo blog & readers, jumpa lagi dengan saya, pemilik blog ini. Hihihi...

Kali ini, saya cuma mau menumpahkan uneg-uneg saya setelah sekian lama penasaran mengenai suatu hal. Jadi, ini merupakan curahan hati saya. Yang merasa tidak berkepentingan dengan isi pos ini, silakan pindah dari halaman ini, karena ini memang nggak penting.

Baiklah, saya langsung tulis saja biar lega hehehe...

***

Awalnya saya samasekali nggak ngerti musik. Dan nggak mau tau juga soal musik, soalnya emang nggak terlalu tertarik sama musik (padahal saya mantan anak ekskul musik waktu SD & paduan suara waktu SMA *konyol) . Saya juga nggak terlalu suka dengerin musik. Ribet juga mendefinsikan jenis-jenis musik (kalo menurut saya). Kalo cuma bedain nada gitu sih saya bisa ngerti lah, apalagi kalo emang belajar. Tapi ya gitu, saya biasa aja, nggak terlalu tertarik wkwkwk. Apalagi semenjak tau sebagian ulama mengharamkan musik, makin nggak tertarik sama musik.

Dan tiap ada orang nanya ke saya, "Lo sukanya (jenis) musik apa?" Saya cuma bisa bilang, "Gue ga begitu suka musik." Terus saya harus melihat raut muka kecewanya orang itu. Ya emang nggak bohong sih, saya emang nggak suka musik. Benci juga nggak.

Tapi sebenarnya, ada 1 jenis musik yg saya suka dari dulu, cuma saya gatau itu masuknya ke jenis musik apaan. Malahan saya kira itu cuma produk sampingan dari lagu doang. Ternyata ada namanya, musik instrumental wkwkwk. Baru sadar kalo itu jenis musik juga. Jadinsaya emang dari dulu, dari bocah kali, suka musik yang musik doang, nggak ada liriknya. Kayak soundtrack-soundtrack anime atau drama, kan sering ada yg instrumental walaupun ada yang berlirik juga. Nah, saya biasanya suka yang nggak ada liriknya itu. Walaupun kadang yang berlirik juga saya bisa suka, tapi pasti lebih suka dan gampang inget yang nggak ada liriknya. Wkwkwk.

Katanya contoh terbaik dari musik instrumental adalah musik klasik. Tapi kayaknya saya nggak suka-suka amat sama musik klasik deh, cuma suka sedikit lagu gara-gara game piano, dan bahkan saya lupa judulnya lagunya apa. Tapi itu emang bagus, jadi saya suka. Intinya, saya suka musik instrumental, tapi lebih suka soundtrack aja, musik klasik terlalu 'berat' hihihi...

Akhirnya saya akan bisa menjawab pertanyaan orang, walaupun setelah saya cari info lebih lanjut, ternyata yang suka musik instrumental terutama musik klasik nggak banyak. Jadi yaa... pada akhirnya lagi-lagi selera saya antimainstream wkwkwk #curcol hahaha... saya udah biasa sih punya selera yang tidak seperti kebanyakan orang hahaha...

Apa di antara kalian (yang kebetulan membaca ini) ada yg suka musik instrumental juga? Hehehe....

Selasa, 24 Juli 2018

Manusia Berencana, Tuhan yang Menentukan, Kalau Sudah Rezeki Takkan Kemana

Hello blog and readers, lama tak jumpa yaa~ udah lama banget rasanya saya nggak nulis di sini.

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya yang ada kaitannya dengan judul di atas. Pengalamannya udah agak lama sih, dan sebenarnya sudah dari dulu saya ingin menulisnya. Tapi entah kenapa saya malah lupa :(

Pengalaman ini menurut saya cukup menarik, makanya saya ingin berbagi di blog ini.

Yak, langsung saja, beginilah pengalaman saya:

***

Pagi itu, kalau tidak salah hari Jumat, saya yang tidak ada jadwal kuliah memutuskan untuk mengantar ibu saya pergi dengan motor. Saya lupa ibu saya mau ke mana, yang jelas ibu saya pergi.

Karena perginya agak jauh, saya harus membawa surat-surat kelengkapan berkendara + memakai helm. Saya yang malas harus membawa-bawa tas milik sendiri (yang isinya dompet dan surat-surat tersebut) karena ukurannya agak besar, memutuskan untuk menitipkan dompet dan surat-surat itu di tas ibu saya.

Singkat cerita, setelah semua siap, kami berangkat (entah ke mana, saya lupa). Setelah urusan selesai, kami pulang (oh yeah, tentu saja).

Sekilas jika dibaca normal-normal saja kan? Tentu saja, karena masalah baru dimulai setelahnya.

Sorenya, saya ada rapat barcode jam 4. Saya sudah merencanakan sejak kemarin, saya akan berangkat naik motor jam 3 lewat (setelah sholat ashar). Lebih cepat lebih baik agar saya dapat parkiran yang pas. Saya juga sudah menyiapkan recehan segala untuk bayar parkiran motor. Izin pun sudah saya dapatkan dari orangtua saya. Jadi, semua sudah beres.

Saya merasa tidak akan ada masalah sejak pagi, hari itu akan berlalu seperti biasa. Jadi saya bersikap biasa saja, termasuk ketika di sore hari, sekitar jam 2 lewat, ibu saya mendadak pergi dengan tetangga saya, menjenguk orang sakit katanya (entah siapa dan orang mana, saya nggak kenal T_T ). Sepertinya rumah orang tersebut agak jauh, karena ibu harus menebeng motor tetangga saya segala.

Yang jadi masalah adalah, ketika sudah jam setengah 3, ibu saya belum pulang, dan kamar beliau dikunci. Apa masalahnya? Masalahnya adalah, saya baru ingat jika dompet dan berkas-berkas kelengkapan berkendara saya masih ada di dalam tas ibu saya. Nah, tas ibu saya itu ada di dalam kamarnya. Jadilah saya bingung harus bagaimana.

Saya mencoba menghubungi hp ibu saya, menanyakan dimana kunci kamarnya. Ternyata oh ternyata, ibu saya tidak membawa hp -_- sepertinya karena tadi buru-buru. Ah, nasib. Terus saya harus bagaimana?? Mana dompet tertinggal pula di tas itu.

Sebenarnya saya bisa saja naik kereta atau ojek online, saya tau itu. Karena saya masih ada cadangan uang selain di dompet itu. Cuma, yang saya nggak suka adalah, rencana saya hancur, huhuhu T_T berangkatnya sih bakal enak aja naik ojek online atau naik kereta. Tapi pulangnya yang nggak enak. Saya kurang suka pulang naik ojek online malam-malam, enakan pakai motor sendiri. Naik kereta barengan orang pulang kerja juga nggak begitu enak :(

Selain itu, tentunya bakal lebih boros kan naik kendaraan umum? :( #savemoney

Tapi apa boleh buat, mau tak mau saya harus membuat pilihan, naik kereta atau ojek online. Akhirnya saya memutuskan: berangkat naik ojek online, pulang naik kereta.

Setelah selesai persiapan untuk berangkat rapat, saya memesan ojek. Beberapa menit kemudian, ojeknya tiba. Saya naik dan akhirnya kami menuju kampus.

Sepanjang perjalanan, saya merenungkan kejadian itu. Akhirnya saya menyadari bahwa kejadian itu mungkin rezekinya driver ojek online yang membonceng saya.

Begini lebih jelasnya:
▪ Saya sudah mempersiapkan matang-matang rencana saya untuk ikut rapat. Saya berniat ke kampus naik motor sendiri.
▪Pagi-pagi saya (tanpa direncanakan) ingin mengantar ibu saya sehingga jadi menitipkan dompet dan surat saya di tas ibu saya.
▪Tas ibu saya diletakkan di kamar dan saya lupa mengambil dompet dan surat saya.
▪Ibu saya (tanpa direncanakan) menjenguk orang sakit, sehingga mengunci kamarnya.
▪Ibu saya tidak pulang-pulang dan tidak bawa hp.
▪Akibatnya, saya harus memesan ojek online di hari itu untuk berangkat rapat.

Intinya yang saya tebalkan di atas: Saya berniat ke kampus naik motor sendiri, namun saya malah harus memesan ojek online di hari itu untuk berangkat rapat.

Sesuatu yang tidak saya rencanakan sama sekali malah terjadi ya. Hehehe... Jadi begitulah, manusia bisa berencana, tapi Tuhan (Allah) yang menentukan apakah akan terjadi atau tidak. Sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin atau tidak terpikir sama sekali, bisa saja terjadi. Sebaliknya, sesuatu yang terlihat sangat mungkin untuk terjadi, bisa saja tidak akan terjadi, jika memang dikehendaki demikian oleh Tuhan.

Dan saya rasa, jika sudah rezeki memang tak kemana. Jika sudah ditakdirkan bahwa abang driver itu akan mendapat rezekinya melalui saya, mau setidakmungkin apapun, mau setidak nyambung apapun rencana saya sebelumnya dengan kejadian yang akan terjadi, tetap saja ujung-ujungnya ia akan mendapatkan rezeki yang memang ditakdirkan untuknya. Saya bakal tetap pesan layanan dia.

Begitulah yang bisa saya simpulkan dari peristiwa yang saya alami :)

Maka, kita harus yakin bahwa semua orang telah memiliki takdir dan rezekinya masing-masing. Asalkan mau berusaha, pasti akan ada saja jalan untuk mendapatkan rezeki dan mewujudkan takdirnya itu. :) semangaatt!

Kamis, 22 Februari 2018

Keunikan dan "Keajaiban" Iklan Bukalapak

"HAPPY BIRTHDAY!"

Dikasih kue ulangtahun, angkanya 25.

"Itu angkanya nggak bisa kurang dikit?"

:( Diganti jadi 22.

"Turun lagi bisa?"

"Cincailah, kasih dia 20," tiba2 orangtuanya nyeletuk.

"16."

"19."

"17 bungkus!"

"Deal!"

"Deal!"

"YEEEEYYY!" Semua setuju terus yhaa gitu joget-joget ghithu.

Kalo ga salah iklan terbarunya bukalapak kayak gitu ya? Kalo ga salah, belum hafal-hafal banget sih. Tapi mungkin nanti bakalan hafal.

Menurut saya, iklan bukalapak selalu menarik. Entah karena emang keren atau ada yang malah saking absurdnya. Absurd tapi iklannya berani heboh, rame, jadi ujung-ujungnya ya menarik perhatian (saya).

Contohnya yang terbaru, itu rada aneh sih kalo menurut saya, absurd. Awalnya saya ga ngerti-ngerti amat maksud iklannya, tapi kocak, kocaknya karena absurd sih bukan karena lucu. Lama-lama merhatiin akhirnya ngeh juga kalo ternyata itu ngegambarin soal "nego". Aneh sih kenapa cerita iklannya kayak gitu. Tapi gapapa, yang penting saya (dan mungkin orang lain) tetep hafal itu iklan bukalapak wkwkwk. Iklannya cukup berhasil bikin saya inget. Ingetnya:

"Oh itu kan iklannya bukalapak yang 17 17  itu yang ada orang ulangtahun."

Ada lagi iklannya bukalapak yang sebelumnya, yang cewek kebanyakan teriak "Aaaakkk... aaakkkk" gitu. Itu absurd juga sih menurut saya, tapi yaudahlah gapapa. Yang penting rame iklannya wkwkwk

Ada yang jadul tentang paket itu juga heboh tingkah orangnya, tapi lumayan natural sih ceritanya. Ceritanya ga absurd maksudnya, bisa dipahami lah.

Kalo yg pake lagu "Payung Teduh" sih lumayan bagus ya, lucu juga visualisasinya :3 saya lumayan suka.

Tapi yang paling menghibur menurut saya adalah yang:

Bukalapak emang cincaii...
Harga santai kagak lebaayy...
Dinego aje say..
Pasti bisa say...
Dinego sampai okaayy...

Wkwkwk itu favorit dan nggak terlupakan sih hahaha... yang ibu-ibu berwajah oriental pake cheongsam terus nyanyi-nyanyi wkwkwk. Gara-gara itu di minset saya jadi kebentuk: cincai = bukalapak

WKWKWK. Ibu-ibunya dabest pokoknya hahaha...

Saya ga hafal semua iklan bukalapak, tapi menurut saya iklan bukalapak itu rata-rata menarik, unik, absurd atau heboh. Cincailah pokoknya wkwkwk.

*note: ini murni tulisan pribadi nggak disponsori apapun sama bukalapak. Murni keisengan saya aja abis liat iklan terbarunya itu XD

Rabu, 15 November 2017

Cara Memanfaatkan Nasi Dingin untuk Kamu yang Nggak Mau Masak

Halo readers, jumpa lagi dengan saya, author blog ini. Kali ini saya akan menceritakan cara pemanfaatan nasi dingin ala saya.

Sebelumnya, saya mau bilang kalo tips ini saya dapat dari sebuah cerita di suatu komik. Sayangnya, saya lupa itu komik yang mana, judulnya apa, authornya siapa -_-

Jadi, cerita di komiknya tentang seorang gadis berandal, preman sekolah, yang ingin bertobat, karena ia tiba-tiba memutuskan untuk masuk ke Sekolah Memasak. Nah, untuk masuk ke sekolah memasak tersebut, persaingannya ketat, makanya si gadis (yang entah namanya siapa, saya lupa) harus berubah, nggak boleh nakal dan malas-malasan sekolah lagi, supaya bisa dapat rekomendasi dari sekolahnya untuk masuk ke Sekolah Memasak itu.

Rupanya, si gadis ingin masuk ke sekolah memasak karena terinspirasi oleh adik tirinya. Jadi, orangtua si gadis sudah lama bercerai, dan ia hidup bersama ibunya. Selama ini ia hidup kesepian, makanya lama-kelamaan ia jadi nakal, karena bosan. Suatu hari, ibunya memutuskan untuk menikah dengan seorang duda beranak satu, anaknya seorang balita laki-laki.

Tetapi setelah menikah, kehidupan si gadis ternyata tetap sama saja. Ia pikir ibunya akan berubah jadi lebih baik, sering di rumah dan mengurus keluarga, karena sekarang dalam keluarga baru mereka ada seorang balita. Ternyata tidak, ibunya tetap sibuk bekerja dan membiarkan si gadis dan adik tirinya terlantar. Akibatnya, si balita jadi sering kelaparan dan menangis.

Suatu hari, si gadis, yang memang berandalan, pulang di sore hari, biasanya ia pulang malam. Ia menemukan adik tirinya yang sedang duduk menahan lapar. Awalnya ia tak peduli, selama ini ia memang tak peduli pada adiknya itu. Adiknya memang sering dibiarkan kelaparan sampai malam, sampai si gadis pulang, makanya ia tahu jika anak itu kelaparan. Namun karena si balita memanggil ia "Kakak" dan bertanya-tanya kepada si gadis seolah-olah gadis tersebut memang kakaknya, akhirnya si gadis iba, dan memutuskan untuk memberi makanan ke adiknya. Sayangnya, di rumah mereka tidak ada makanan samasekali. Hanya tersisa nasi dingin, kompor pun gasnya habis.

Kemudian si gadis punya ide. Ia campur nasi dingin dengan mentega, taburan merica dan garam. Alhasil, jadilah nasi-nasian, yang di depan adiknya si gadis akui sebagai masakan ala italia hahaha. Si adik yang kelaparan menyantap makanan itu dengan puas sampai tandas. Katanya: "Kak ini enak banget! Aku suka banget masakan kakak!"

Akhirnya, si gadis yang terharu memutuskan bahwa ia akan terus memasak masakan yang enak untuk adiknya. Makanya ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Memasak.

Gitu sih ceritanya. Nah, resep yang di atas bisa lho dipraktekkin oleh kalian yang sering punya nasi dingin tapi nggak mau boros gas kompor atau emang lagi nggak ada gas. Rasanya lumayan enak sih menurut saya, saya kebetulan sering mempraktekkan itu jika sedang kelaparan dan malas masak ahahaha...

Bahannya benar-benar hanya:

-nasi dingin (mungkin sepiring ya, atau sesuai kebutuhan)
-mentega secukupnya (kira-kira sendiri butuhnya seberapa)
-merica secukupnya
-garam secukupnya

Kemudian aduk/campurkan semua bahan di atas. Jadi deh. :D

Senin, 04 September 2017

Jangan Hanya Melihat dari Luar atau Dalam Saja, Kau Tak Mungkin Bisa Melakukannya

Jangan hanya melihat dari luar atau dalam saja, kau tak mungkin bisa melakukannya.

Seseorang pasti tertarik pada suatu hal karena melihat tampilan luarnya, namun untuk memutuskan apakah ia menyukai hal atau tidak, maka seseorang baru akan melakukannya setelah mengetahui makna yang terkandung dari hal tersebut.

Kau mungkin akan tertarik membaca buku setelah melihat dari sampulnya. Namun untuk memutuskan apakah buku tersebut bagus atau tidak, apakah kau menyukai, maka kau akan membacanya dulu sampai tuntas.

Tapi soal tampilan luar ini relatif. Kau bisa saja tertarik untuk membaca sebuah buku yang justru terlihat lusuh dan tua, jika kau punya pikiran bahwa itu adalah sebuah buku tua yang berharga, buku yang sudah tidak dijual lagi dan sudah langka. Dan bisa saja jadi tidak tertarik membaca sebuah buku karena melihat sampulnya yang terkesan norak. Begitulah, tampak luar selalu melibatkan masalah selera serta kesan yang ditangkap.

Tampak dalam juga relatif. Jika kau penakut, mungkin kau akan membenci buku kumpulan kisah horror. Jadi kau akan memustukan untuk tidak menyukai buku kumpulan kisah horror. Jika kau orang yang tidak percaya pada cinta, percayalah, awalnya, bahkan mungkin sampai kapanpun kau tidak akan pernah suka dengan novel percintaan.

Intinya, jika kau tidak menyukai sesuatu, maka kau tidak akan ingin tahu, dan tidak akan berusaha mencari tahu tentang sesuatu itu. Lalu, sesuatu yang kau sukai belum tentu sama dengan orang lain. Karena tiap orang punya selera yang berbeda.

Jadi? Apa sebenarnya maksud tulisan ini?

Sebenarnya yang ingin kusampaikan padamu:

Pertama, jangan tergesa-gesa memutuskan untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu jika baru melihat luarnya saja. Sudah kubilang sebelumnya, tampak luar itu bisa memutuskan apakah kau tertarik atau tidak. Tetapi bagian dalamnya yang bisa membuatmu menentukan suka atau tidak.

Walaupun begitu, tampak luar juga tetap penting. Karena tampak luar yang bisa membedakan satu hal dengan hal lain dalam sekali lihat.

Kedua, menurutku kau tak perlu memisahkan, mengkotak-kotakkan tampak luar dengan tampak dalam. Terima sepaket, apa yang tampak di luar dan tampak di dalam, jika kau memutuskan untuk menerima. Mereka adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Sepaket.

Ketiga, jangan membandingkan sesuatu dengan suatu hal yang lain. Misalnya tampak luar satu hal dengan hal lainnya. Itu tidak adil. Membandingkan hanya dalamnya, tentang satu hal dengan hal lain pun, menurutku tidak adil. Meskipun menurutku hal itu masih sedikit lebih baik daripada hanya membandingkan tampak luar.

Bagaimana jika membandingkan luar-dalam dari sesuatu? Kurasa ini lebih adil. Kau bisa menghargai kerja keras orang yang merawat tampilan luarnya, sekaligus kerja kerasnya dalam menjaga apa yang ada di bagian dalam. Tetapi...

Tetapi menurutku, lebih baik lagi jika kau tidak jadi pribadi yang suka membandingkan sesuatu. Belajar menerima dengan ikhlas apa yang telah kau punya, apa yang telah kau putuskan untuk memilihnya atau apa yang kau putuskan untuk merimanya. Apa yang telah kau sukai, yang memang kau sukai atau kau putuskan untuk menyukainya. Bertanggungjawablah pada keputusanmu.

Dan juga, kau harus membantu dalam membuat perubahan ke arah yang lebih baik, jika merasa masih ada yang perlu diperbaiki. Namun jangan merasa memperbaiki dengan melakukan perbandingan dengan yang lain, karena tiap orang punya jatah urusan masing-masing untuk diurusi, yang tentunya berbeda-beda, tidak bisa disamakan. Jika kau sudah mengambil jatahmu, urusi bagianmu saja, tidak usah urusi bagian orang lain. Kecuali sekedar memberi saran, itu tidak mengapa. :)

Mengapa Kita Sering Melihat dan Mendengar Hal yang Tidak Kita Sukai

Mengapa kita sering melihat dan mendengar hal yang tidak kita sukai?

Karena Tuhan ingin tahu dan menguji apakah kita benar-benar serius atau tidak.

Ha? Masa sih?

Misalnya kamu memiliki mimpi yang terlihat gila dan berusaha mewujudkannya, namun kamu mendengar hinaan dari orang lain dan melihat mereka menertawakanmu. Itu karena Tuhan sedang menguji, apakah kamu benar-benar bermimpi atau hanya sedang berangan-angan. Jika kamu serius bermimpi, maka kamu akan berusaha mewujudkan mimpimu apapun yang terjadi.

Misalnya kamu menekuni hobimu/minatmu, namun kamu mendengar orang lain mencibirmu dan melihat mereka meremehkanmu. Itu karena Tuhan sedang menguji, apakah kamu benar-benar serius menekuni hobimu atau tidak. Jika kamu serius, apapun kata orang dan bagaimanapun perlakuan orang terhadapmu, kamu akan tetap menekuni hobimu itu.

Misalnya kamu menyukai seseorang. Namun kamu mendengar rumor tentang kedekatan dia dengan orang lain dan melihatnya sering bersama orang lain itu. Itu karena Tuhan sedang menguji, apakah kamu benar-benar menyukai orang itu atau tidak. Jika kamu benar-benar serius pada orang tersebut, pasti kamu akan berusaha memperjuangkan orang itu sampai titik darah penghabisan. Mungkin seorang pria akan menyatakan perasaannya dan melamar wanita yang benar-benar ia cintai. Mungkin seorang wanita akan menyatakan perasaannya dan menawarkan diri menjadi istri dari pria yanh ia cintai (hmm... btw kalo di Indonesia hal ini masih dianggap tabu oleh sebagian orang, walaupun ada juga sebagian orang yang menganggap wajar jika wanita menyatakan perasaannya lebih dulu daripada pria). Soal diterima atau ditolak, itu urusan belakangan, yang penting ia sudah berusaha dengan sangat bersungguh-sungguh.

Dan masih banyak permisalan lain yang bisa kita jadikan contoh. Yang jelas, mari kita ambil hikmah dari setiap peristiwa. :)

Rabu, 21 Desember 2016

Fenomena Om Telolet Om, Siapa Sangka Bakal Jadi Mendunia?

Hello blog and readers, jumpa lagi dengan saya, author blog ini :D

Hari ini kita mendapati fenomena baru! Fenomena apakah itu? Fenomena apa lagi kalo bukan TELOLET! Om telolet om! Wkwkwk. XD

Buat yang belum tahu tentang telolet, telolet itu sebenarnya bunyi klakson bis besar. Kan kalo klaksonnya dibunyiin suaranya kedengeran kayak "telolettelolettelolet...." gitu. Kalo masih bingung, mending cari aja deh video di youtube dengan keyword "telolet". Pasti hasil pencariannya banyak. Terus dengerin deh bunyi teloletnya sampai puas. XD

Sebenarnya sih kalo di Indonesia, telolet udah mulai "disukai dan dicari" sejak beberapa bulan yang lalu. Saya kurang tahu sih awalnya gara-gara apa, yang jelas keberadaan fenomena telolet itu udah agak lama terjadi. Cuma emang awalnya nggak seterkenal sekarang.

Sedangkan hari ini, telolet menjadi trending topic lho! Soalnya artis-artis luar negeri banyak yang udah tahu dan ikut terkena dampak fenomena telolet itu. Mulai dari ketahuan nonton video telolet sampai ada yang bikin postingan berkaitan dengan telolet. XD sampai-sampai hastag #OmTeloletOm dan #telolet menjadi trending topic dimana-mana. Wkwkwk. XD

Jujur ya, saya samasekali nggak nyangka telolet bakal bisa seterkenal itu, sampai mendunia, hahaha XD dulu pas awal denger telolet..... biasa aja sih. Emang lucu, bagus bunyinya, cuma saya sempet heran kok bisa sampai ada orang-orang yang menjadi "telolet-hunter" segala? Segitu sukanya ya? Dan kenapa harus telolet yang disukai dan diburu?

Tapi yaa.... kalo dipikir-pikir dan terus di dengerin, lama-lama emang agak bikin kecanduan sih itu bunyi telolet haha... jatuhnya agak mirip fenomena PPAP. Tapi lucuan telolet, karena telolet cuma sesimpel itu! Cuma bunyi klakson. XD jadi penasaran awalnya gara-gara apa, ada yang tahu?

Dan, karena telolet udah menjadi fenomena, maka sudah pasti bermunculan berbagai meme seputar telolet dong, wkwkwk. Hal itu menambah keseruan fenomena telolet. XD

Buat yang mau menyaksikan keseruan telolet, silakan cari di sosmed masing-masing atau googling juga bisa dengan hastag #omteloletom atau #telolet. Atau keywordnya "telolet" aja udah cukup. Pasti nanti keluar, dan hasilnya banyaaakk wkwkwk. Koplak-koplak lhoo. XD

Oke, saya akhiri saja sampai disini. Biar makin seru, sebagai bonus, saya tambahkan beberapa foto meme telolet yang saya dapatkan dari google. Scroll ke bawah yaa....

Sekian dari saya, sampai jumpa di post berikutnya. Dadah~

*bonus pict*





Selasa, 04 Oktober 2016

Saya Baru Sadar Jika Nokia 222 Ternyata.....

Hello blog and readers hahay.... Jumpa lagi dengan saya, author blog ini.

Kali ini, saya cuma ingin memberitahu sedikit mengenai "keajaiban" feature phone saya. Sebelumnya, saya sudah pernah menceritakan mengenai feature phone yang saya miliki pada postingan yang berjudul "Curcolan Seputar Hp dan Review Nokia 222"

Hasil gambar untuk nokia 222
Nokia 222

Sekarang, saya akan menceritakan pengalaman baru yang telah saya dapatkan. Emm.... mungkin sebenarnya saya yang norak sih karena baru tahu, mungkin dari dulu hp nokia memang bisa begitu. Tetapi saya nggak yakin kualitas nokia zaman sekarang masih bisa disamakan dengan nokia zaman dahulu atau tidak. Bukannya meremehkan nokia yang sekarang, namun setahu saya pangsa pasar feature phone nokia telah beregeser, menjadi menengah kebawah, tidak seperti dulu dimana produk feature phone canggih nokia diperuntukkan untuk kaum menengah ke atas alias kualitas high-end. Saya pikir, spesifikasi yang dimiliki nokia lama dengan nokia baru tentunya berbeda, Makanya saya agak takjub ketika tahu Nokia 222 ternyata bisa untuk membuka YouTube, ahahaha.

Walaupun kualitas tampilan seadanya dan belum tentu selalu bisa digunakan untuk membuka video karena tergantung ukuran video, sinyal dan kontennya (apakah terlalu banyak gerak atau tidak), tetapi bisa membuka video YouTube sudah merupakan suatu keajaiban tersendiri bagi saya. Hahaha.... senang rasanya jika menemukan suatu kemampuan baru yang tidak disangka dari hp yang sederhana itu :D apalagi jika membuka YouTube di hp macam ini tentu lebih hemat kuota, ahahaha. Dan yaa... dengan sinyal edge pun, asal kecepatan sinyalnya konstan, video bisa terbuka kok, tidak harus 3g, cocok untuk daerah susah sinyal, hihihi.

Tetapi ketika saya pakai untuk membuka Blogger sih tidak bisa, memang bukan peruntukannya ya. Lalu, saya pakai buka apa lagi ya? G-mail sih, lewat opera mini. Saya coba buka gmail bisa. Namun tentu hanya bisa untuk membuka pesan atau link yang dikirim, tidak bisa membuka dokumen. Tapi lumayan sih untuk berkomunikasi dengan teman-teman pengguna android ketika kepepet, misalnya ketika kuota di hp android sedang sekarat atau habis hahaha. Karena aplikasi sosial yang tersedia di hp ini terbatas pada facebook, twitter, group me, dan yahoo messenger (yang entah mengapa di hp saya yang bisa digunakan hanya facebook dan twitternya). Aplikasi tersebut belum tentu dipakai semua orang, namun pemakai android pasti punya e-mail, karena merupakan syarat utama pengaktifan smartphone. Selain itu, syarat untuk membuat akun sosial media lain juga membutuhkan e-mail. So, di era digital ini, e-mail itu sudah hampir bagaikan nomor handphone.

Hmm... apa lagi ya? Saya rasa cuma segitu yang bisa saya ceritakan kali ini. Hp ini memang terbatas kemampuannya, lebih banyak yang tidak bisa dibuka daripada yang bisa. Namanya juga feature phone. Namun, walau begitu, menurut saya hp ini tetap berguna dan saya tetap menyukainya :D apalagi walaupun murah tapi beli sendiri, ahahaha.... Hp ini juga membantu dikala saya sedang muak dengan hp android, namun tetap butuh hp, hahaha....

Eh iya, info tambahan, ini nggak berhubungan dengan internal Nokia 222 sih. Tetapi jika ada yang membutuhkan aksesoris hp macam silicon case untuk Nokia 222, mungkin akan ada kesulitan untuk menemukannya, terutama secara offline. Jadi, saya beritahu bagi yang belum tahu, jika ada yang mencari silicon case Nokia 222 namun belum ketemu sampai sekarang, coba cari di toko online atau tanyakan apakah di gerai-gerai penjual aksesoris hp apakah menjual silicon case untuk Nokia 215. Mengapa Nokia 215? Karena ukuran dan letak port, kamera dan speaker kedua hp tersebut hampir sama persis. Serius, kedua hp itu mirip, apalagi yang warna hitam. Dan, sekedar meyakinkan, saya pun memakai silicon case yang diperuntukkan untuk hp Nokia 215.

Hasil gambar untuk nokia 215
Nokia 215

Baiklah, saya rasa cukup, dengan ini saya tutup postingan kali ini. Sekian dan..... sampai jumpa di post berikutnyaa~ dadah.


Fenomena PPAP, Ketika Pulpen, Apel dan Nanas Bersatu dengan Jenaka

*musik*
PPAP!
*musik*
I have a pen
I have an apple
Oh... Apple pen
I have a pen
I have pineapple
Oh.... pineapple pen
Apple pen.... Pineapple pen....
Oh... pen pineapple apple pen!
*musik*
Oh... pen pineapple apple pen!
▪■ STOP ■▪

Akhir-akhir ini, orang-orang yang aktif berkecimpung di dunia maya pasti tidak asing dengan kalimat-kalimat di atas. Yaps, kalimat di atas adalah lirik dari lagu "PPAP" yang sedang menjadi trend.

Awalnya PPAP yang merupakan singkatan dari "Pen Pineapple Apple Pen" adalah video lucu yang dibuat oleh seorang komedian asal Jepang bernama Kazuhiko Kosaka. Beliau ini membuat sebuah tokoh rekaan bernama Piko Taro. Nah, Piko Taro inilah yang "bertugas" menyanyikan lagu PPAP ini, hingga terkenal sampai seperti sekarang.

Video PPAP yang berdurasi sekitar 1 menit menampilkan adegan Piko Taro yang sedang menyanyikan lagu PPAP dengan gayanya yang ajaib. Pertama kali melihat videonya, saya merasa video tersebut adalah video yang aneh, tidak jelas dan tidak lucu. Saya sempat heran kenapa video seperti ini bisa dibilang lucu dan menjadi trend.

Namun ketika saya lihat beberapa kali lagi, hal yang lebih aneh terjadi. Saya malah jadi merasa ketagihan karena senang mendengar lagu PPAP tersebut. Tiba-tiba saya pun hafal liriknya dan suka menyanyikan lagu singkat tersebut. Selain itu, jika diperhatikan lama-lama, Piko Taro yang awalnya terlihat bertingkah tidak jelas jadi terasa lucu. Hahaha....

Mungkin itu ya yang menyebabkan PPAP menjadi terkenal seperti sekarang? Lagunya yang singkat dan videonya yang tidak jelas jika hanya dilihat sekali, membuat orang lebih penasaran mencari tahu kelucuan dan keistimewaan video tersebut. Kemudian, di situlah "jebakan" yang sebenarnya. Setelah dilakukan pengulangan, lagu tersebut malah jadi terngiang-ngiang di kepala dan membuat orang jadi menyukainya. Hahaha.....

Kini, PPAP telah menjadi fenomena baru. Bertambah lagi deh fenomena-fenomena aneh bin ajaib selain "Fenomena Iklan Beng Beng", "Fenomena Aku Jadi Duta Shampo Lain Pantene", Fenomena Valak dan semacamnya :v hahaha. Saya tidak tahu apakah fenomena PPAP akan bertahan lama atau hanya sekejap, namun PPAP ini sudah ada beberapa versi lho. Bahkan Piko Taro pun telah membuat versi baru lagi, berkolaborasi dengan dua orang hahaha :D

Selain itu, meme seputar PPAP pun telah banyak beredar di dunia maya :v

Buat yang belum lihat videonya dan penasaran, ini ada link video PPAP yang paling awal muncul: https://m.youtube.com/watch?v=d9TpRfDdyU0

Oke, sepertinya sekian saja dari saya kali ini. Sampai jumpa di post berikutnya :D
*bonus pict (tentu saja nyomot dari mbah google, tapi di fotonya ada creditnya kok):



Sabtu, 17 September 2016

Fenomena Aku Jadi Duta Shampo Lain Pantene

Yak, hello blog and readers ;) Kali ini (tulisan) aku kembali lagi ke hadapan kalian wkwkwk

Setelah lama tidak menulis sendiri, akhirnya aku............ Aku? Jadi duta shampo lain? Hahaha.... ups!

Eh salah deng, yang bener bukan gitu, salah itu tadi, hahaha. Tapi btw, kata-kata itu sempat menjadi fenomena juga kan? Udah agak lama sih, aku...... maksudnya saya aja yang baru sekarang nulis topik ini hahaha :v

Banyak banget lho orang yang nulis komentar-komentar atau bercanda dengan kalimat yang berasal dari iklan shampo pantene tersebut.

"Aku jadi duta shampo lain? Ah? Hahaha upss.. Dulu pernah coba shampo lain dan ketombe kayaknya gak sempet ilang , tapi cuma sebentar balik lagi dan rambutku rontok lagi . . uhhhh ... Aku sama pantene aja deh"

Itu kalimatnya :v selain itu juga banyak meme mengenai duta shampo lain yang bertebaran di dunia maya wkwkwk. Hampir sama kayak dulu pas "Fenomena Iklan Beng Beng".

Saya nggak tahu sih, apakah karena kalimat dari iklan tersebut menjadi fenomenal, lantas berengaruh terhadap penjualan produk shampo tersebut? Kebetulan saya nggak pakai shampo merk itu sih, jadi saya nggak tahu apakah shampo pantene tiba-tiba menjadi langka? Hahaha.... mungkin kali ya, bisa jadi sih. Tetapi bisa juga orang-orang hanya menikmati fenomena iklan tersebut wkwkwk. Jadi buat seru-seruan aja hahaha.....

Yang jelas, iklan pantene telah menjadi salah 1 fenomena di Indonesia :v seru juga ya di Indonesia, hal-hal apa saja bisa tiba-tiba menjadi fenomena wkwkwk. Kira-kira orang pantene menyangka nggak ya iklan mereka akan menjadi fenomena? XD

Btw, ada beberapa hal yang saya nggak begitu yakin, yaitu penyebab iklan ini menjadi fenomena, ada yang tahu?

Kalo menurut pendapat saya sih, mungkin iklan ini jadi terkenal gara-gara kalimatnya diawali dengan kata "Aku". Aku? Jadi duta shampo....... stop it! Wkwkwk.

Iyaaa, kata aku. Mungkin gara-gara itu kali ya kalimat tersebut jadi booming.
Kata Aku adalah kata yang universal. Bukan kata "Aku"nya sih, tapi maknanya. Tiap orang normal di seluruh dunia akan menjadi "Aku" untuk dirinya sendiri kan? Dan tiap kali orang tersebut akan mengungkapkan hal tentang dirinya kepada orang lain, tentu ia akan menggunakan kata "Aku" atau kata-kata lain yang merupakan sinonimnya.

Lalu.... mungkin, mungkin ya, pernah ada peristiwa kayak gini kali ya? Wkwkwk. #gataupadahal #sotoy

Awalnya ada orang, ceritanya namanya si A lagi chat sama temennya, ceritanya namanya si B. Terus si A iseng becandain si B. Pas si B nanya dia, misalnya nanya "A, kamu lagi apa?" atau nanya pertanyaan lain tentang si A. Terus si A ngejawab gini kali: Aku? Jadi duta shampo lain? Ah hahaha..... ups!  dan seterusnya :v

Mungkin si B awalnya bakal kesel, terus nganggep si A temen vangke hahaha. Tapi abis itu gara-gara kocak, mereka jadi ngulangin hal itu ke orang lain. Lama-lama nyebar deh budaya ngejawab pertanyaan tentang "Aku" dengan sambungannya yaitu "jadi duta shampo lain? Ah hahaha....."
Terus lama-lama karena udah pada tau dan kocak, kalimat itu juga jadi dipake buat komentar-komentar di berbagai official account, bahkan sampai dibikin meme-nya segala :v Yaaa itu pendapat saya sih, entah benar atau nggak wkwkwk. Maaf yaa kalo nggak benar :v

Cuma yaa.... kadang bosen juga sih kalo liat semua orang komen begituan mulu wkwkwk. Dan kayaknya akhir-akhir ini juga udah mulai banyak yang bosen make atau ngeliat kata-kata "duta shampo lain" wkwkwk. Soalnya dulu pas awal-awal booming, ketika saya lihat ada komentar yang membawa kata-kata "duta shampo lain", maka komentar tersebut akan mendapat banyak like dan sedikit dislike. Tapi akhir-akhir ini, yang saya sering lihat justru kebalikannya, ahahaha....

Memang semua ada masa berlaku dan masa berakhir sih. Mungkin nanti akan segera ada fenomena baru lagi, entah apa itu.

Yang jelas, "duta shampo lain" telah menjadi suatu fenomena yang cukup besar menurut saya :v mungkin lebih banyak orang di Indonesia yang tahu soal iklan dan fenomena ini daripada yang nggak. Terutama yang rajin mantengin tv dan sosmed, pasti tau deh ahahaha.... :v

Hmm.... segitu aja kali ya tulisan aku kali ini :v Aku? Iya aku, bukan kamu kok, jadi gausah baper yaa :v

Sampai jumpa di post berikutnya, goodbyeeee...... :D
*bonus pict, nyomot dari google  (^_^)v  *



Rabu, 01 Juni 2016

Curcolan Seputar Hp dan Review Nokia 222

Hai readers, hai blog :D jumpa lagi dengan saya~

Malam ini (disini udah malam) saya akan menulis lagi. Awalnya sih niatnya mau ngerjain tugas kuliah, tapi pengen nyoba juga bikin review sekali-sekali hehe.... Yang mau saya review adalah handphone jenis feature phone yang pada akhirnya saya miliki :v Namanya adalah: Nokia 222 (black)

Hasil gambar untuk nokia 222
Nokia 222

Seperti biasa, saya akan mengawali dengan.... curcol! :v Maap curcol saya akan panjaaaangg... Kalo mau langsung liat reviewya, silakan langsung scroll ke bawah.

Jadi, saya itu lumayan tertarik sama dunia gadget, sering baca tabloid gadget maupun searching-searching unyu gitu di mbah gugel tentang gadget (lebih ke arah hp sih) wkwk sayangnya ga punya dana buat beli semuanya, hahaha.... *yaiyalah* ga harus beli juga sih sebenernya :v tapi tiap liat ada review produk-produk bagus rasanya kepengen punya :( wkwk

Ngomongin soal gadget, yang lagi dipake banget sekarang ini kan smartphone ya. Sampe banyak orang kecanduan smartphone. Emang paling enak pakai smartphone sih, kecuali kalo buat kerja, buka internet bisa, telpon sms bisa, chatting, kirim-kirim email, fotografi, editing (kalo yang terbiasa pakai) macam-macam lah, udah mana portable banget (tergantung ukuran juga sih, tapi yang jelas memang smartphone yang didesain dengan mempertimbangkan aspek portabilitas). Nggak kayak handphone zaman dulu, belum bisa macam-macam. Ada sih yang bisa, tapi harganya muahaalll, itu pun pengoperasiannya belum semudah smartphone-smartphone saat ini.

Btw, jenis handphone setahu saya ada 3 jenis:
1. Basic phone: kemampuannya paling dasar yaitu untuk komunikasi telpon & sms saja. Mungkin ada tambahan tapi sedikit semacam fitur Radio FM atau kalkulator dan game yang terintegrasi dari sananya. Contoh paling mudah diketahuinya adalah hp-hp berlayar monokrom.
2. Feature-phone: sudah ada beberapa fitur tambahan selain fitur dasar di dalamnya macam bluetooth, game yang bisa dibeli via pulsa, kamera, pemutar musik, maupun internet (setingkat gprs/edge). Hp yang memakai sistem java pun masuk kategori ini. Sudah lumayan asik pakai hp macam ini.
3. Smartphone. Ini yang paling pintar, paling canggih, paling bagus, paling bisa multitasking.

Dibanding smartphone, pasti banyak yang bilang feature-phone kalah jauh asiknya. Tapi kalo menurut saya sebagai penyuka feature phone sih, asik juga kok make feature-phone, cuma ya penggunaannya jangan disamakan dengan smartphone lah, dan bandinginnya juga jangan sama smartphone, mereka beda jenis dan peruntukannya wkwk

Namun, selain sisi positifnya yang banyak, smartphone ada beberapa sisi minusnya juga sih. Beberapa diantaranya adalah:
1. Boros baterai
2. Internet harus stabil dan minimal 3g
3. Makan banyak kuota data (ini sih sebenarnya biar pengalaman berinternet di smartphone jadi menyenangkan dan sebenarnya pengalam berinternet menyenangkan termasuk sisi positif dari smartphone. Coba bandingkan internetan di sp dengan fp.)
4. Bikin kecanduan :v

Alasan di atas menurut saya pribadi sih, hehe.... Kayaknya masih ada plus minus lainnya. Tapi khusus poin nomor 2, itu sangat menjadi perhatian saya. Kebetulan saya tinggal di daerah yang agak susah sinyal -_- ga ngerti juga apa saya salah pilih hp (saya pernah nyoba ganti kartu 4g malah kartu sim-nya ga ke-deteksi, tapi kalo kartu itu dipake di hp orang lain bisa. Terus kata mbak-mbak providernya: "Kayaknya hp mbak lemah nangkep sinyal deh." -_- ) atau gara-gara salah pilih provider (tapi di daerah lain sinyal provider ini oke-oke aja, oke banget malah) atau emang daerahnya yang susah sinyal. Kayaknya sih emang daerah sini udah bawaannya susah sinyal -,-

Tapi oke, nggak masalah juga sih, saya udah terlalu biasa sama sinyal jelek itu -_- mau gimana lagi abisnya? Pindah kan nggak segampang itu wkwkwk

Nah, gara-gara masalah sinyal itu, akhirnya suatu hari, saya memutuskan untuk beli feature phone lagi kayak jaman dulu. Kenapa?

Seingat saya, dulu waktu masih zaman-zaman feature-phone, saya nggak pernah merasa bermasalah dengan sinyal internet hp, samasekali nggak ada masalah. Tapi kalo modem 3g saya emang sinyalnya hilang timbul sih dari dulu -_- (dan saya baru sadar). Pas saya ingat-ingat lagi, ternyata dulu hp-hp saya itu mendukung gprs/edge. Dan sinyal gprs & edge di daerah saya cukup stabil.

Terus hubungannya apa? Hubungannya, karena sinyal edge di daerah saya bagus, jadi saya beli feature-phone. Karena sinyal gprs/edge jika digunakan di smartphone hasilnya mengecewakan. Bisa dipakai sih, tapi lebih sering gagalnya pas loading daripada berhasilnya -_- Sedangkan jika menggunakan feature-phone, kemungkinan berhasilnya hampir 100%. Tentu saja, hal ini karena mereka memang berbeda platform. Lagipula, biasanya kebanyakan feature-phone memang hanya menyediakan kemampuan menangkap sinyal hingga tingkat gprs & edge saja. Karena memang spesialisasinya, tentunya harus berhasil doongg :v

Jadi sekarang, kalo lagi nggak ada sinyal ataupun kuota sekarat, saya pakai feature-phone deh :D kalo orang-orang beli feature-phone untuk telpon dan sms, saya sih pakai untuk internetan juga dong :v

Nah, feature-phone yang saya pilih adalah: Nokia 222 warna hitam. Kebetulan saya pribadi adalah penyuka merk Nokia, dan dulu saya sempat sedih ketika Nokia diakuisisi oleh Microsoft :( sekarang saya beli sekalian nostalgia :v

Ini gambar nyomot sih, soalnya ngereview ini mendadak, belum sempat foto-foto barang sendiri.
Tapi ini persis kok sama hp saya dan kelengkapannya, mungkin itu kartu garansinya di dalam ya.

Berikut spesifikasinya, kali-kali aja ada yang berminat jadi pemakai hp ini juga seperti saya :D (btw saya nyomot juga ini dari => http://smeaker.com/17149/harga-nokia-222-dual-sim-dan-spesifikasi-lengkap/ )

Daftar Spesifikasi Nokia 222 Dual SIM Lengkap

NETWORKTechnologyGSM
2G bandsGSM 900 / 1800 – SIM 1 & SIM 2
GPRSUp to 85.6 kbps
EDGEUp to 236.8 kbps
BODYDimensions116 x 50 x 12.9 mm (4.57 x 1.97 x 0.51 in)
Weight79 g (2.79 oz)
SIMDual SIM (Mini-SIM)
DISPLAYTypeTFT, 256K colors
Size2.4 inches (~30.8% screen-to-body ratio)
Resolution240 x 320 pixels (~167 ppi pixel density)
MEMORYCard SlotmicroSD, up to 32 GB
Phonebook1000 entries
Call RecorsYes
Internal16 MB RAM
CAMERAPrimary2 MP, 1600 x 1200 pixels
Video240p@15fps
SecondaryNo
SOUNDAlert typesVibration, MP3 ringtones
LoudspeakerYes
3.5mm jackYes
COMMSWLANNo
Bluetoothv3.0, A2DP
GPSNo
RadioStereo FM radio
USBmicroUSB v2.0
FEATURESMessagingSMS(threaded view), MMS, IM
BrowserWAP 2.0/xHTML
GameYes
JavaNo
ColorsBlack, White
– SNS applications
– MP4/H.264 player
– MP3/WAV/AAC player
– Organizer
– Predictive text input
BATTERYLi-Ion 1100 mAh battery
Stand-byUp to 504 h
Talk timeUp to 20 h

Review saya:

Pertama kali saya lihat, feature-phone ini agak beda dengan yang ada di gambar promonya. Tapi nggak masalah sih, nggak beda jauh-jauh banget kok. Kebetulan pas saya beli di Nokia Care yang ada di kota saya, stok hp ini tinggal 1, jadi saya belum pernah lihat yang warna putih, nggak bisa bandingin bagus yang mana wkwkwk Penampilan hp ini simple, nggak terlalu cantik sih, tapi nggak jelek, nggak malu-maluin lah kalo menurut saya. Harga hp ini waktu saya beli di Nokia Care Rp. 580.000,00

Waktu pertama kali saya pegang, wah ringan. Padahal smartphone saya sudah termasuk ringan, tapi feature-phone ini jauh lebih ringan (yaiyalah orang nggak nyampe 100 gr). Tetapi dibanding smartphone, handphone ini termasuk agak tebal. Namun ukurannya sangat pas di tangan saya (tangan saya termasuk kecil).

Saya nggak terlalu suka feature-phone layar lebar (yang biasanya ukuran layarnya 2,8 inch gitu kayak feature-phone punya bapak saya), jadi ukuran layar 2,4 inch pas untuk saya, malah menurut saya masih agak besar haha... (Zaman dulu feature-phone saya cuma 2 inch soalnya, tapi kalo sekarang sih smartphone saya sih 5 inch haha).

Di sisi atas hp ini, terdapat port micro-USB yang berfungsi untuk mengisi daya baterai dan juga berbagi data ke komputer. Saya suka, jadi hp ini bisa saya colok di powerbank dan pakai charger smartphone saya juga hehe... Lalu ada lampu senter dan port audio jack 3.5 mm. Dibagian samping dan bawah tidak ada apapun. Sedangkan di bagian belakang ada kamera 2 MP dan speaker.

Masuk ke bagian dalam hp, wallpaper default dari hp ini sangat cocok dengan hpnya, hp jadi terlihat cantik. Oiya, karena ini handphone Microsoft Nokia, jadi tombol lockscreennya ada perbedaan dengan tombol lockscreen nokia yang lama. Saya yang sudah hafal tombol lockscreen lama, awalnya agak kecewa dengan perubahan ini haha... menurut saya kombinasi tombol lama lebih baik. Mau tahu kombinasi barunya? Gausah ah hahaha...

Di layar depan, ada pilihan "Menu" yang bisa diakses dengan menekan tombol tengah pada tombol navigasi. Lalu disebelah kanan ada pilihan ke "Kamera" yang bisa diakses dengan menekan tombol kanan, sedangkan di sebelah kiri ada pilihan "Go To" atau "Ke" (saya sukanya pakai Bahasa Indonesia aja, ngapain ribet haha) dengan menekan tombol kiri. Pilihan-pilihan di "Ke" ini bisa diatur sesuai kebutuhan.

Masuk ke "Menu" terdapat:
-Log Panggilan
-Kontak
-Musik
-Jam Alarm
-Browser Opera Mini
-Olahpesan
-Aplikasi Facebook (ini saya suka nih, untung udah ada dari sananya hehe)
-Aplikasi Group Me (belum saya coba, katanya sih ada hubungannya sama Skype, buat share-share foto gitu)
-Radio
-Aplikasi dan Game (ini isinya terbatas tapi lumayanlah daripada nggak ada, oiya download twitter dari sini jika diperlukan, terus kalo download game cuma demo-nya doang, kecuali yang emang free, kalo mau beli game-nya pakai pulsa)
-Browser Bing
-Kamera
-Penampil Foto
-Pemutar Video
-Cuaca
-Pengaturan
-Kalender
-Kalkulator
-Perekam Suara
-Ekstra, yang isinya: timer, stopwatch, lampu senter, konverter
-File (nggak ngerti ini buat nyimpen file apa, kayaknya sih kalo download gitu)
-Dual SIM pintar (untuk mengatur penggunaan SIM)
-Penghitung Data (menghitung pemakaian kuota internet dan pulsa)
-Dan ini yang terakhir, SIM toolkit buat kartu SIM utama

Gimana, cukup banyak kan? hehe... yang saya sayangkan adalah, tidak ada fitur "Notes" seperti Nokia terdahulu. Padahal saya termasuk orang yang suka menulis di notes hp. Kalo saya lagi nggak bawa smartphone, saya nggak bisa menulis notes di hp ini dong :(

Terus, apalagi yang mau saya bahas ya? Oiya, fitur sms-nya, fitur telepon gausah kali ya, biasa aja soalnya. Fitur sms di hp ini sangat simple, mudah pengoperasiannya, namun saya kurang suka. Mirip fitur sms di android, padahal dari hp nokia yang dulu, saya suka justru karena bisa menyimpan draf di folder tersendiri, menyimpan template, kotak masuk terpisah dengan pesan terkirim haha... kalo nggak ada notes, fitur menyimpan draf atau template kan bisa digunakan. Lalu emotikonnya tidak lucu, hanya tanda baca saja wkwkwk Eiya, di hp ini sms digabung jika diterima dari kontak yang sama, walaupun dia mengirim ke nomor yang berbeda. Jadi, jika ingin tahu nomor yang mana yang dikirimi sms, silakan cek info perpesanannya.

Just info, keypad handphone ini cukup keras dan berisik menurut saya, mungkin karena bahannya yang plastik dan tidak datar, sehingga menimbulkan suara yang agak mengganggu (saya orangnya suka ketenangan, hp aja sering saya pakein silent-mode). Jika anda orang yang mempermasalahkan kenyamanan keypad dan bunyi-bunyian kecil semacam itu namun berencana memiliki feature-phone nokia, saran saya jangan beli yang ini, beli saja nokia 225, itu keypadnya enak (feature-phone bapak saya) layarnya juga lebih lega. Atau yang terbaru nokia 230, mirip 225, seukuran, namun lebih elegan desainnya dan juga ada kamera belakang 2 MP + flash dan kamera depan juga 2 MP + flash. Harga di Nokia Care 700 berapa puluh ribuan gitu. Tapi jika tidak masalah, maka hp ini lumayan asik untuk sms dan telponan.

Lalu, kita bahas internet. Untuk mengaktifkan internet, kita bisa masuk "Pengaturan", lalu pilih "Konektivitas", pilih "Dual SIM" lalu cari "Sambungan Data Ponsel". Kemudian aktifkan data seluler ponsel.

Browser di hp ini dua-duanya cukup nyaman digunakan. Pilihlah provider yang pas, maka menggunakan browser di hp ini akan menyenangkan, cukup cepat, tidak terasa begitu lelet, atau mungkin karena saya sudah terbiasa dengan sinyal lelet? Entahlah, yang jelas saya cukup puas internetan dengan hp ini. Ukuran font defaultnya juga nyaman di mata saya, termasuk besar, bahkan dengan android saya saja masih besar font hp ini. Padahal layarnya kecil lho haha... kalo cuma sekedar baca teks berita terkini atau artikel-artikel saja, hp ini cukup nyaman digunakan. Pokoknya, I like it :v

Untuk fesbukan, cukup asik juga. Bisa tulis status, like, komen, share, buka foto, buka link, messenger, cari orang dsb, sama aja sih sama android, cuma memang tampilannya tidak terlihat dinamis macam android dan kecepatan masih kalah wkwk enaknya, messenger tidak terpisah seperti di android. Oiya, saya selalu gagal memperbarui aplikasi fesbuk disini, tapi aplikasinya tetap bisa dipakai sih. Kalo twitter, bisa juga sih, tapi harus download dulu di aplikasi dan game, buka aplikasinya juga dari sana.

Apalagi sih yang biasanya direview? Radio? Bisa digunakan kok. Kalkulator? Kalkulatornya sangat dasar, tambah kurang kali bagi aja, jadi jangan berharap bisa menghitung macam-macam rumus disini wkwkwk... Perekam suara? Oke-oke aja. Penampil foto? Penampil foto hanya bisa menampilkan foto berukuran kecil. Saya pernah coba memasukkan foto berukuran besar dan gagal dibuka haha... Pemutar video belum saya coba sih. Kalo pemutar musik sudah, hasilnya cukup memuaskan, apalagi jika menggunakan earsetnya. Saya sangat suka earset nokia, suaranya bagus :D

Bagaimana dengan kamera? Jangan berharap macam-macam jika anda sudah pernah memegang hp dengan kamera 5 MP ke atas hahaha... tapi untuk foto outdoor dengan pencahayaan yang bagus, lumayan sih.

Game, yang gratis di hp saya ada Diamond Twister 2 dan Block Breaker 3, udah saya download, dan saya juga beli beberapa game lain yang udah saya coba versi demonya. Oiya, unuk mencoba demo harus donwload dulu, agak gimana gitu ya, udah download ternyata cuma demo haha...

Hmm... sepertinya sudah cukup banyak yang saya ceritakan. Meski jika dibanding smartphone, sangat sedikit fitur yang dimiliki oleh hp ini, namun bagi saya ini sudah cukup banyak :v Pada akhirnya, saya senang bisa memiliki hp ini hehe... apalagi belinya pakai uang sendiri hahaha... hp ini sangat membantu untuk urusan internetan dan penghematan kuota wkwkwk

Sekian dari saya, mohon maaf jika reviewnya nggak jelas, karena baru pertama kali membuat review, maaf kalo kebanyakan curcolnya daripada reviewnya, dan maaf bila ada salah-salah kata. Sampai jumpa di post berikutnya, dadah~