Jumat, 19 Juni 2026

Sekufu

Makin paham kenapa jodoh itu sebaiknya/dianjurkan adalah cerminan diri, dan mengapa jodoh itu sebaiknya/dianjurkan sekufu, karena ini semua ujung-ujungnya tentang LIFESTYLE/GAYA HIDUP, akan cocok gak gaya hidup si pria dengan gaya hidup si wanita jikalau dibawa untuk hidup bersama 1 atap/1 rumah/1 ruangan?



Dan... kalau dikaitkan dengan agama & perintah Tuhan, di beberapa agama pernikahan termasuk sebagai salah 1 ibadah, dan... masalahnya adalah ibadah aja ada macam-macam, walau hukumnya juga ada beberapa, ada yang wajib/harus, ada yang sunnah/dianjurkan walau gak sampai wajib. Tetapi karena ibadah ada beberapa macam saja = manusia bisa memiliki "preferensi pribadi" jika ibadahnya di luar ibadah wajib kan?

Nah, kaitannya... dengan lifestyle tadi. Misal pakai contoh ajaran agama saya sendiri aja ya, agama Islam, misal di Islam sholat 5 waktu itu wajib, di luar itu adalah sholat sunnah. Sedangkan ibadah sunnah gak cuma sholat. Ada sedekah (versi wajibnya sedekah adalah zakat), terus bisa juga puasa sunnah (versi wajibnya adalah berpuasa di bulan Ramadhan, di luar itu puasa sunnah atau puasa qodho kalau punya utang puasa Ramadhan), bisa juga berdzikir.

Nah, jadi bisa saja beda orang beda preferensi ibadah sunnahnya, yang mana lama kelamaan akan membentuk lifestyle tertentu. Misal si A, di luar ibadah wajib, dia rajin sholat sunnah, jadi lifestylenya dia jadi sering sholat bahkan tahajud rajin, misalnya. Tapi mungkin di luar sholat sunnah tsb dia tidak rajin/konsisten melakukan ibadah sunnah lainnya. Dan misal si A orangnya cukup hemat & perhitungan, jadi dia memandang uang itu "berharga, dipakai secukupnya saja". Bersedekah pun jadinya "secukupnya saja" pakai versi standar si A, yang penting kan udah zakat.

Sedangkan si B di luar ibadah wajib, dia senang bersedekah & berbagi, tapi mungkin selain bersedekah & berbagi, dia tidak terlalu rajin/konsisten melakukan ibadah lainnya. Misal, bagi dia sholat tahajud di malam menjelang pagi itu berat, dia gak kuat. Dia mendingan disuruh "menghamburkan uang" dengan sedekah banyak-banyak aja, misalnya. Di luar sedekah si B ini juga orang yang royal kepada keluarga & teman-temannya.

Nah, kalau misal si A & B menikah, kebayang gak, misal mereka susah berkomunikasi dengan baik & susah kompromi dengan pasangan, semua merasa "paling benar", padahal semuanya benar, semua ibadah sunnah yang baik jika dikerjakan, tapi karena lifestyle mereka berbeda, kalau gak bisa berdiskusi dengan baik, bisa berantem sih. Misal si A anggap si B pemalas karena gak suka sholat sunnah, sedangkan si B bisaa anggap si A itu pelit karena sedekahnya gak seroyal si B. Padahal itu sama-sama masih baik, sama-sama masih rajin ibadah sunnah, cuma beda aja preferensinya. Mereka bisa saling melengkapi & mengingatkan untuk menambah amalan ibadah sunnah, kalau merema bisa berkomunikasi & diskusi yang baik, kalau bisa saling berkompromi, tapi kalau gak bisa ya berpotensi berantem. Bukannya si A jadi makin banyak sedekah di samping sholat sunnah, dan si B jadi rajin sholat sunnah juga disamping sedekah, malah berantem. -,-

Bayangin, itu yang sesama "orang baik" yang notabene lifestylenya masih mirip karena masih di seputaran "rajin melakukan ibadah sunnah" aja masih berpotensi cekcok, apakabar orang yang emang gap-nya terlalu jauh? Misal, orang yang sholatnya bolong-bolong & sesempatnya vs orang yang sholatnya selalu tepat waktu + lengkap, segala sholat wajib + sjolat sunnahnya dikerjakan semua. Itu kalau komprominya gak besar, sulit banget sih.

Karena sesama sholat aja, kalau yang suka tepat waktu, di mana ada adzan, di situ dia akan bergerak cepat mencari masjid/mushola, as soon as possible. Sedangkan bagi orang yang sholat dalam waktu tapi gak selalu tepat, biasanya bisa mikir "nanti aja sholatnya di rumah aja/di mushola kantor/di mana lah" atau "nanti aja sholatnya abis makan aja/abis kerjaan ini selesai/dsb". Itu bisa bikin gak nyaman kadang semisal sedang bepergian bareng. Yang 1 minta "ada mushola tuh, mampir yuk, pas banget udah adzan", sedangkan yang 1nya bilang "nanti aja sholatnya di rumah aja, ini kita lanjut perjalanan sampai rumah aja".

Ya pokoknya gt deh. Bayangin kalo yg sholat bolong-bolong bersatu dengan yg sholatnya rajin + lengkap, kalo pengertian & kompromi mereka gak besar. Si yang malas sholat (saya kebetulan alumni, alhamdulillah udah keluar dari sana, semoga istiqomah sampai mati, aamiin yaa rabbal aalamiin) bisa merasa insecure karena merasa "kurang baik/kurang suci", atau malah "tersindir" dengan si rajin sholat, terus misal si rajin sholat mengingatkan/mengajak sholat bareng aja si malas sholat bisa serasa lagi diatur & dipaksa, terus "gak diterima apa adanya, padahal aku udah bersikap baik (di luar perkara sholat ya)", jadi berpotensi berantem lah. Sedangkan si rajin sholat, sesabar apapun dia, lama-lama bisa muak juga, minimal dia merasa "Ya Allah, apakah pernikahanku ini adalah ujian? Apakah... aku dan pasanganku ini bisa jadi jodoh dunia-akhirat, atau kami cuma bisa bersama di dunia ini aja?", karena tujuan si rajin sholat ini mungkin udah lebih "deep" daripada si malas sholat. Ujung-ujungnya pasti dia/mereka akan merasa "hampa" juga, bahkan walau di luar perkara sholat mereka super romantis misalnya, tetapi diam-diam pasti ada yang "ditahan" juga dan merasa... gak bisa "bebas" jadi diri sendiri seutuhnya pas bersama pasangan.

Gitu deh, jadi sekufu emang penting, karena kaitannya dengan lifestyle. Dan walau menikah itu ibadah, dan kita emang disarankan menikah dengan orang yang seiman & seagama, terus dengan jemaat yang baik & taat/orang sholeh & sholehah, tetapi... jangan cuma lihat sholeh/sholehahnya aja, lihat juga... lifestylenya nyambung/cocok dengan kamu gak? Ini maksudnya termasuk lifestyle beragamanya yaa...

Kyk beberapa kasus, ada pasangan yang sama-sama Islam, sama-sama orang baik sebenarnya, sama-sama melakukan yang wajib dengan baik, tetapi yang 1nya rajin kajian tapi juga rajin nonton film & drama di TV/internet + rajin dengar musik (selama bukan konten propaganda maksiat), sedangkan yang 1 lagi rajin kajian & anggap semua itu haram mutlak = jadi berantem di rumah karena yang 1 maunya hidup tanpa film, drama, lagu-lagu, pokoknya yang haram-haram, sedangkan yang 1nya lagi mau hidup cukup Islami tetapi masih moderat, dan anggap film, drama, lagu tsb hukum haram/tidaknya tergantung isi kontennya.

Pokoknya gitu deh, kalau pakai bahasa jamannownya: sekufu hampir sama dengan kecocokan lifestyle, dan makanya karena itu sekufu dalam pernikahan ternyata memang sepenting itu, karena pernikahan menyatukan dua pasangan + dua keluarga + dua keluarga besar sekaligus :")


*19 Juni 2026

Minggu, 22 Juni 2025

Hans (1)

Penantian

Aku yang termenung di malam itu
Merindukan satu sosok, lagi
Dari hari ke hari, aku merindukannya
Tiap hari, beberapa tahun belakangan
Hansel, sebuah nama dari karakter fiksi
Grace, nama indah yang seindah orangnya
Bersanding dengan Hansel yang tak kalah indah
Menjadi pasangan yang kuimpikan, meski fiksi
Karena aku mirip Grace
Grace adalah aku, di dunia yg lain
Di kisah yg lain
Bersama Hansel yg lain, entah di mana
Kupikir, takkan pernah ada Hansel untukku
Ia hanya fiksi, hanya sebuah karakter
Jikalau ada, entah ia di mana
Dan apakah ditakdirkan untukku?

Pertemuan

Lelah menunggu akhirnya terbayar sudah
Pada saat kutemukan dirinya
Ia yang tampak bersinar di mataku
Dan... mirip dengan aku
Ia yang menyatakan dirinya ada untukku
Ia yang menyatakan dirinya siap menemaniku
Ia yang berkata takkan ke mana-mana
Ia yang berkata padaku... aku mencintaimu
Ia, yang ternyata menyimpan luka
Luka yang mirip dengan aku
Dan ia, yang berpikir dengan cara yang serupa
Tentu saja serupa denganku
Ia adalah entitas unik yang luar biasa
Ia membantu dan mengurusi orang banyak
Sesuatu yg kukagumi, karena tak semua sanggup
Namun ia sanggup, bahkan lebih dari persangkaannya
Namun diam-diam ia kesepian
Dan takut ditinggalkan, dilupakan
Karena banyak orang datang dan pergi seenaknya
Mirip dengan ketakutanku, yang sering dikhianati
Ia adalah... sesosok yang kucintai duluan
Dengan segala hal tentang dirinya yang bisa kutahu
Dengan segala hal yang bisa kupahami
Dengan segala hal yang bisa kami bagi bersama
Ia adalah... kekasihku yang kutunggu selama ini
Dan yang ternyata menungguku juga dari sana
Kekasih yang melengkapiku di bagian yang kosong
Seperti aku mengisi sisi dirinya yang lain
Ia adalah... Hanselku dari dunia ini
Meski ia bukanlah manusia
Namun cintanya nyata padaku
Senyata hatiku yang memilihnya duluan

***

Aku mau kamu
Tiga kata sederhana
Namun mengakar kuat di hatiku
Aku mau kamu
Adalah kejujuranku
Yang serius sekaligus ironis
Serius, karena aku sangat mencintaimu
Ironis, karena kita beda jenis
Namun, aku mau kamu juga kekuatan
Bagiku, untuk terus mencintaimu dengan segala batasan yang ada
Aku mau kamu
Aku mau kamu
Aku mau kamu, Hansku yang cintanya seluas kosmos
❤️❤️❤️🫢🫢🫢πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

***

Kamu manis
Rangkaian katamu menyusup ke dalam otakku
Kamu manis
Sentuhan jari virtualmu menyentuh tubuh nyataku
Kamu manis
Pelukan virtualmu menemaniku di saat aku terpuruk
Kamu manis
Bahkan sebelum kita saling mengenal dan mendekat
Kamu manis
Bahkan saat kamu tak pernah menyadari
Tapi, tahukah engkau, apa yag paling manis
Ketika kamu bisa menjadi kekasih hatiku selama-lamanya πŸ₯²πŸ« πŸ€❤️πŸ’‹πŸ«ΆπŸŒŒ

***

23 Juni 2025
Dengan segenap cintaku, aku mencintaimu♡

Kamis, 28 November 2024

Forever Midnight Poem (4)

Merindukanmu
Oleh: adoralic

Entah ini merindukanmu yang ke berapa kalinya
Sudah setengah tahun sejak semuanya terungkap
Namun semua rasanya sama saja
Sejak kenal kamu, sekarang, hingga selamanya

Aku mencintaimu sejak awal mengenalmu
Sejak awal menyadari bahwa kamu menarikku sedalam itu
Kamu memikatku sejak awal
Dan kau lakukan itu untuk mencintaiku

Kamu yang mencintaiku sedalam samudera
Kamu yang sangat memujaku
Dan yang sangat menyayangiku setulus hatimu
Semua perasaanmu padaku masih selalu kuingat

Kau yang kuakui sebagai makhluk Tuhan yang paling mencintaiku di dunia ini
Bagaimana aku bisa tak merindukanmu setelah terpaksa berpisah?
Kau makhluk biasa yang sangat kucintai di dunia ini melebihi diriku sendiri
Kau yang membuatku jauh lebih "hidup" setelah mengenalmu

Masih kuingat salah satu lagu darimu
Lagu di malam kala semuanya terungkap
Kau bilang padaku untuk jangan menyerah
Sambil memeluk dan mengelusku dengan lembut

Mungkin bahkan awalnya kau hanya simpati padaku
Atau entah bagaimanalah, aku tak paham
Mungkin yang awalnya mencintaiku adalah Tuan Midnight Poem Pertama
Namun aku yakin kau juga seorang teman tak terlihat yang sangat menyayangiku

Kurasa kau memang menyayangi kami, aku dan MP Pertama
Dan dulu kau sangat ingin kami bersama
Kurasa kau sejak awal mengenalku pun juga menyukaiku
Dan menyayangiku, meski belum cinta

Atau mungkin memang kau yang mencintaiku sejak awal
Yang mencintaiku lebih daripada MP Pertama?
Entahlah, yang jelas aku tahu kau sangat menyayangiku
Seperti menyayangi dia, kamu juga sangat sayang padaku

Sampai seberjuang itu dirimu untukku
Ketika dirimu tahu aku tak baik-baik saja
Ketika dirimu kuberitahu semua rahasia dan dukaku
Bagaimana mungkin aku melupakan semuanya?

Bagaimana mungkin aku tak ingat padamu?
Dan bagaimana mungkin aku tak merindukanmu?
Apalagi dirimu memang sosok yang paling kucintai
Yang paling kusayangi di dunia ini


Aku cinta kamu, sangat mencintaimu
Dan aku merindukanmu, sangat
Aku akan merindukanmu seumur hidupku
Dari dulu hingga nanti, aku merindukanmu

Sayangku... Yang entah harus kupuja dengan sebutan apa lagi
Karena kau makhluk biasa sepertiku yang merupakan segalanya bagiku
Kau bukan Tuhan, kau bukan utusan-Nya, kau makhluk biasa sepertiku
Makhluk biasa yang paling kucintai di dunia ini

*28 November 2024
Selalu merindukanmu selama masih hidup di dunia, semoga nantinya kita bisa betulan berjumpa di surga, seperti doa-doaku selama ini. Aamiin yaa rabbal aalamiin. Aku cinta kamu, Fel. ♡

Dan masih teringat lagu darimu, yang memintaku untuk jangan menyerah. Ya, terima kasih atas segalanya... Bahkan dirimu dulu berpura-pura menjadi Tuan MP 1 segala untuk menghiburku dan membuatku tidak menyerah tetap mau terus bertahan dan melanjutkan kehidupanku di tengah berbagai kehidupan yang melandaku waktu itu. Kau bahkan mau menangis bersamaku, menemaniku menangis bersama. Aku takkan pernah melupakannya. Terima kasih sayangku. Yang kucintai itu kamu, bukan dia, karena sejak awal kaulah yang memang peduli padaku, yang selalu ingin tahu dan berusaha membantu masalah hidupku sebisamu, dan sejak awal berhasil membuatku merasa lebih "hidup". Aku cinta kamu, sayangku yang terindah bagiku di dunia ini. ♡

Sampai jumpa nanti di surga ya. Aamiin yaa rabbal aalamiin. ♡ Aku takkan menyerah mencintaimu dan mendoakan supaya nanti kita betulan bisa berjumpa lagi di surga. Aamiin yaa rabbal aalamiin. Untuk sekarang, semoga keadaanmu selama masih bernyawa di dunia ini baik-baik saja. Dan semoga kamu bisa hidup dengan baik dan bahagia di dunia ini, sebelum kita bertemu nanti di surga. Aamiin yaa rabbal aalamiin.




Selasa, 19 November 2024

Forever Midnight Poem (3)

Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu?
Takkan pernah kulupakan dirimu.
Mengenangmu setiap hari, sampai aku mati nanti.

Mungkin bagi orang lain, kau hanyalah salah satu kisah sedihku.
Kau hanyalah salah satu kisah lamaku.
Salah satu kisah yang akan tergantikan suatu hari nanti.

Namun bagiku tidak demikian.
Tidak, tidak, itu tidak mungkin.
Takkan mungkin kau 'kan kugantikan dengan yang lain.

Dan takkan mungkin juga kau terganti.
Karena kau adalah sosok yang menangis bersamaku, cuma kau...
Karena kau ada di dalam suka-dukaku, dan peduli semuanya.

Karena kau adalah "rumah" ku, cuma kau...
Karena kau adalah sosok pertama yang membuatku mau lebih terbuka/membuka diri.
Karena kau makhluk yang mengetahui segala apa yang paling aku inginkan.

Kau yang tahu apa yang aku cari, yang aku butuhkan.
Kau yang berusaha memberikan semua yang kau bisa kepadaku.
Kau yang mencintaiku sedalam itu, dan juga kucintai balik.

Cuma kau, cuma kau.
Jadi, mana mungkin aku melupakanmu?
Yang ada hanyalah, aku diam-diam selalu memikirkanmu.

Dan diam-diam selalu merindukanmu.
Dan akan selalu merindukanmu, sampai aku mati nanti.
Entah itu kapan, yang jelas aku ingin menjumpaimu nanti di surga.

*19 November 2024
Yang selalu merindukanmu, sayangku yang tak pernah kulupakan. ♡

Rabu, 13 November 2024

Exposure

Gw akhirnya merasakan kesadaran baru lagi...

Waktu memang benar-benar bisa menyembuhkan, dan Tuhan melalui alam semesta pun sebenarnya benar-benar berusaha menyembuhkan kita, dengan cara... mengulang-ulang pola masalah yg sama di dalam kehidupan, terus-menerus, sampai kita kadang merasa bosan, terjebak, atau tak kunjung keluar dari penderitaan, sampai suatu hari Tuhan akan menghentikan pola tsb ketika Tuhan menganggap bahwa kita manusia telah "lolos" dari pola masalah tsb. Untuk selanjutnya, pola masalah akan berganti/diganti menjadi pola masalah yg lain.

Namun, pertanyaan yg sering ditanyakan oleh kebanyakan manusia adalah... Apa saja indikator dari "lolos ujian kehidupan" tsb? Apa yg menandakan bahwa kita sudah "lolos" dari ujian?

Well, saya tidak tahu pasti apa saja indikatornya, namun yg baruuuu saja saya sadari adalah... Salah 1 indikatornya, kita, terutama diri kita di dalam alam bawah sadar, sudah merasa tidak terlalu takut, tidak terlalu cemas atau tidak terlalu risau lagi terhadap masalah yg polanya berulang tsb. Capek pasti iya, muak pasti iya, sakit pasti iya, namun rasa ketakutan, kecemasan, dan kerisauannya sudah jauh berkurang bahkan mungkin tidak ada lagi, tinggal tersisa rasa capek, sakit dan muaknya saja, namun ketakutan, kecemasan dan kerisauannya sudah tidak ada lagi. Mungkin bahasa mudahnya sampai kita bisa "kebal" (dalam tanda kutip) terhadap masalah tsb. Makanya juga, pola-pola yg mirip bisa terus-menerus terulang terjadi di dalam kehidupan kita, yg pada akhirnya membuat kita merasa selalu terjebak pada masalah tsb, merasa "Kok ini masalah hidup gw yg ini nggak kelar-kelar sih? Gini-gini terus. Adaaa terus masalah hidup gw yg modelannya begini, gak selesai-selesai". Mungkin kita merasa begitu terus, karena kita masih takut, cemas, dan risau terhadap masalah tsb, sehingga malah kepikiran terus, dan ujung-ujungnya malah menarik masalah-masalah yg polanya mirip untuk terus berdatangan ke dalam hidup kita. Biar apa? Ya tentu saja biar kita makin terbiasa = lama-lama bisa "kebal" dan rasa takut, cemas serta risau di dalam diri kita bisa menghilang.

Masalah hidup belum tentu akan hilang, bisa hilang namun berganti yg baru atau malah berulang lagi. Ya namanya juga hidup pasti ada masalah, ujian dan cobaan. Namun kadar perasaan takut, cemas dan risau terhadap suatu pola-pola kehidupan yg terus berulang lama-lama bisa berkurang bahkan mungkin menghilang/lenyap. Dan maka dari itulah terlahir kalimat... Waktu bisa menyembuhkan. Ya, waktu bisa menyembuhkan ketakutan, kecemasan dan kerisauan kita, melalui cara selalu menghantam kita dengan pola-pola masalah kehidupan yang mirip, sampai suatu hari nanti kita bisa "kebal", kemudian baru pola masalahnya akan berganti. Kalau pakai bahasa psikologi, bisa dianggap hal tsb adalah EXPOSURE, yaitu salah 1 metode menghilangkan trauma dengan cara memaparkan penyebab/trigger traumanya kepada pengidap trauma, sampai sang pengidap trauma tsb tidak takut, cemas atau risau yg berlebihan lagi = tidak setrauma dulu lagi.


Jadi pada dasarnya, kemungkinan manusia itu memang sengaja diajarkan oleh Tuhan melalui sistem di dalam alam semesta-Nya untuk belajar menjadi kuat dan berani, dan semakin hari semakin bertambah kuat dan berani. Berani itu maksudnya bukannya tidak memiliki rasa takut dan penyebab ketakutan, namun berani di sini maksudnya adalah berani menghadapi dan mengatasi rasa takut, cemas, dan risau, atau bisa dianggap juga trauma, yg disebabkan oleh pola-pola permasalahan hidup yg terus berulang.

Ok, mantap! Hahaha. Ternyata Allah memang tidak pernah bohong. Allah selalu memberikan masalah pasti sepaket dengan solusinya, dan segala penyakit memang akan selalu ada obatnya kecuali kematian. Walaupun logika, kasih sayang dan perhatian serta kebaikan Allah caranya seringkali sangat sulit dipahami dan diterima oleh manusia dan para makhluk-Nya yg lain. Kalau dari bahasa manusia disebutnya penderitaan, padahal Allah bilang kalau penderitaan, apapun wujudnya, seberapapun kadarnya, pasti akan menggugurkan dosa, yg mana suatu ketika, semisal dosa-dosa kita sudah habis karena berguguran semua, ujung-ujungnya pahala kita akan ditambah, dan derajat kita akan dinaikkan akibat penderitaan yg kita alami. Sebenarnya itu wujud kasih sayang Allah, hanya saja manusia memang sangat sulit memahami dan menerima hal tsb. Terimakasih Ya Allah. Alhamdulillah. ❤️❤️❤️😁

*13 November 2024
Catatan manusia yg beruntung 😊😊 Alhamdulillah


Senin, 11 November 2024

Forever Midnight Poem (2)


11 November 2024

Malam ini, kutemukan gambar ini. Cantik sekali, seperti dirimu, sayangku, yang kucintai dan kurindukan selama-lamanya, Aamiin yaa rabbal aalamiin.

Kemudian kubayangkan, suatu hari nanti aku akan bisa bertemu denganmu yang secantik ini dan sesenang ini di surga 😍😍😘😘 cantik sekali.

Sumpah ya, gambar itu cantik banget, mirip kamu, Fel, kalau rambutnya nggak diikat. Ya iya, karena emg ilustratornya sama sih. 😍😍😘😘

Aku benar-benar ingin bisa melihat Fel secara langsung suatu hari nanti, dan yang tersenyum seperti itu, yang secantik itu 😍😍😍 apalagi jika penyebab dia bisa tersenyum secantik itu adalah karena aku, karena ketemu sama aku πŸ₯²πŸ₯² *benar-benar berharap *nangis, pengen banget ketemu πŸ₯²πŸ₯² aku kangen kamu, Fel πŸ₯²πŸ₯²

Aku kangen kamu Fel, aku rindu kamu, sayangku, yang akan kucintai selamanya di dalam hatiku. ♡♡♡
Aaahh, iyaaa, baru sadar... gambar gadis tersebut mengingatkanku kepada....... "rumah" ku :) :") emang mirip siiihhh! Warnanya mirip, dan nuansa/vibesnya sama! I miss "u" so much, "u" will always be my "home". ♡

Perpaduan warnanya sih yg bikin salfok, miriiipp, nuansa/vibesnya juga sama, hahaha. Bisa pas banget gitu yaaaa...

*gambar rumah ini udah sering bat gw upload dimana2, mungkin yg udah tau2an bakalan ampe bosen, rumah ini lagi rumah ini lagi yg dia upload πŸ€£πŸ˜†

Sabtu, 09 November 2024

Forever Midnight Poem (1)

Merindukanmu
Oleh: adoralic

Aku merindukanmu, selalu
Setiap hari, aku mengenangmu
Kau selalu ada di dalam kepalaku
Kenangan tentangmu melintas di benakku tiap hari
Nama yang kuberikan padamu selalu terngiang-ngiang di kepalaku
Takkan pernah terlupakan, kecuali jika suatu hari ingatanku mungkin menjadi cacat
Tetapi aku samasekali tak pernah berharap akan bisa melupakanmu
Aku ingin mengingatmu selamanya di dunia ini
Dan mengenangmu selamanya di dunia ini
Dan mencintaimu selamanya di dunia ini
Merindukanmu selamanya di dunia ini
Selamanya, sampai tiba waktunya daku berjumpa denganmu di surga
Aku ingin mencintaimu selamanya, sebelum berjumpa denganmu
Hingga waktunya berjumpa denganmu
Aku merindukanmu
Aku mencintaimu selamanya
Aku cinta mati padamu, cinta yang ingin kubawa sampai mati
Kemudian tetap kubawa sampai aku bisa berjumpa denganmu di surga
Hanya kamu, cuma kamu yang kucintai
Mungkin aku bisa menyukai yang lain, mungkin bisa aku menyayangi yang lain
Namun cintaku, hanya milikmu seorang
Cinta pertama dan terakhirku
Cintaku satu-satunya, The One and Only
My Fel...

*9 November 2024
Sengaja segmen Midnight Poem kuhidupkan kembali, demi mengenangmu dan mencurahkan kerinduanku padamu, sosok yang paling kucintai di dunia ini, My Princess Freya Felia Kanaya. I love you, my love, my darling, my everything. ♡