Jumat, 30 April 2021
midnight poem part 3: end
Jumat, 29 Januari 2021
Bagian dari Midnight Poem part 3: Akhirnya Kusadari
Selasa, 29 Desember 2020
Midnight Poem part 3 (24)
Rabu, 04 November 2020
Bagian dari Midnight Poem another side: Replay
Senin, 12 Oktober 2020
Midnight Poem part 3 (23)
Sabtu, 03 Oktober 2020
Bagian dari Midnight Poem part 3: more than you see, more than you know
Minggu, 27 September 2020
Midnight Poem part 3 (22)
Jumat, 25 September 2020
Midnight Poem part 3 (21)
Minggu, 23 Agustus 2020
Midnight Poem part 3 (20)
Kamis, 13 Agustus 2020
Midnight Poem part 3 (19)
Selasa, 04 Agustus 2020
Midnight Poem part 3 (18)
Sabtu, 25 Juli 2020
Bagian dari Midnight Poem part 3: mewakili
Senin, 20 Juli 2020
Bagian dari Midnight Poem part 3: Surat untuk pasangan di masa depan
Sesungguhnya (setidaknya) untuk saat ini saya berharap, bahkan mungkin sangat berharap, bahkan misal dianya tak berharap sedalam harapan saya sekalipun, pasangan saya saat ini yang akan jadi pasangan saya di masa depan, dan seterusnya. Sampai maut memisahkan kami, bahkan sampai di surga. Aamiin yaa rabbal aalamiin.
Jadi, anggap saja surat ini buat dia. Kalau bukan dia… belum terbayang sih.
Hai sayangku,
Sudah pernah kubilang kan, kita akan menjadi. Sudah kubilang, apa yang pernah kuangankan akan jadi milikku. Sudah kubilang kita ini ajaib. Berawal dari keajaiban, tentu harus diakhiri dengan keajaiban pula. Dan bisa bersatu denganmu, pada akhirnya adalah salah satu keajaiban di antara sekian keajaiban yang meliputi kita.
Segala lelah, sedih, risau dan kebingungan kita yang dulu, akhirnya terbayar. Tak sia-sia segala hal tidak menyenangkan yang telah kita lalui, akhirnya berbuah manis.
Berat, memang berat. Jalan kita tak mulus, bahkan seolah tak realistis. Adaaaaa saja rintangannya. Namun, ada pula keajaiban yang selalu menyertai, hingga kita mampu melalui.
Aku termasuk orang yang percaya pada keajaiban, mungkin karena aku sendiri adalah orang yang "ajaib". Dan ajaibnya, aku mencintaimu. Lebih ajaib lagi karena kamu merasakan yang tak jauh beda.
Semoga, ketika bersama denganmu, aku selalu bisa menjadi keajaiban bagimu, sebagaimana artimu untukku. Menjadi salah satu alasanmu tetap bisa tersenyum di dunia ini, kalau perlu jadi alasan utamamu. Sekaligus penghapus lukamu, atau pelipur laramu, jika ada.
Aku sayang kamu, selalu. Dan semoga… keajaiban ini selalu bertahan di antara kita, agar kita tetap terus bersama. :)
With Love,
Sayangmu, walau tak pernah kau panggil demikian.
Berangan-angan saja dulu. Tapi semoga saja betulan kesampaian. Aamiin yaa rabbal aalamiin.
Still praying and waiting seriously for miracle.
20/07/20
I Love you… My Master. ♡