Rabu, 01 Juni 2016

Curcolan Seputar Hp dan Review Nokia 222

Hai readers, hai blog :D jumpa lagi dengan saya~

Malam ini (disini udah malam) saya akan menulis lagi. Awalnya sih niatnya mau ngerjain tugas kuliah, tapi pengen nyoba juga bikin review sekali-sekali hehe.... Yang mau saya review adalah handphone jenis feature phone yang pada akhirnya saya miliki :v Namanya adalah: Nokia 222 (black)

Hasil gambar untuk nokia 222
Nokia 222

Seperti biasa, saya akan mengawali dengan.... curcol! :v Maap curcol saya akan panjaaaangg... Kalo mau langsung liat reviewya, silakan langsung scroll ke bawah.

Jadi, saya itu lumayan tertarik sama dunia gadget, sering baca tabloid gadget maupun searching-searching unyu gitu di mbah gugel tentang gadget (lebih ke arah hp sih) wkwk sayangnya ga punya dana buat beli semuanya, hahaha.... *yaiyalah* ga harus beli juga sih sebenernya :v tapi tiap liat ada review produk-produk bagus rasanya kepengen punya :( wkwk

Ngomongin soal gadget, yang lagi dipake banget sekarang ini kan smartphone ya. Sampe banyak orang kecanduan smartphone. Emang paling enak pakai smartphone sih, kecuali kalo buat kerja, buka internet bisa, telpon sms bisa, chatting, kirim-kirim email, fotografi, editing (kalo yang terbiasa pakai) macam-macam lah, udah mana portable banget (tergantung ukuran juga sih, tapi yang jelas memang smartphone yang didesain dengan mempertimbangkan aspek portabilitas). Nggak kayak handphone zaman dulu, belum bisa macam-macam. Ada sih yang bisa, tapi harganya muahaalll, itu pun pengoperasiannya belum semudah smartphone-smartphone saat ini.

Btw, jenis handphone setahu saya ada 3 jenis:
1. Basic phone: kemampuannya paling dasar yaitu untuk komunikasi telpon & sms saja. Mungkin ada tambahan tapi sedikit semacam fitur Radio FM atau kalkulator dan game yang terintegrasi dari sananya. Contoh paling mudah diketahuinya adalah hp-hp berlayar monokrom.
2. Feature-phone: sudah ada beberapa fitur tambahan selain fitur dasar di dalamnya macam bluetooth, game yang bisa dibeli via pulsa, kamera, pemutar musik, maupun internet (setingkat gprs/edge). Hp yang memakai sistem java pun masuk kategori ini. Sudah lumayan asik pakai hp macam ini.
3. Smartphone. Ini yang paling pintar, paling canggih, paling bagus, paling bisa multitasking.

Dibanding smartphone, pasti banyak yang bilang feature-phone kalah jauh asiknya. Tapi kalo menurut saya sebagai penyuka feature phone sih, asik juga kok make feature-phone, cuma ya penggunaannya jangan disamakan dengan smartphone lah, dan bandinginnya juga jangan sama smartphone, mereka beda jenis dan peruntukannya wkwk

Namun, selain sisi positifnya yang banyak, smartphone ada beberapa sisi minusnya juga sih. Beberapa diantaranya adalah:
1. Boros baterai
2. Internet harus stabil dan minimal 3g
3. Makan banyak kuota data (ini sih sebenarnya biar pengalaman berinternet di smartphone jadi menyenangkan dan sebenarnya pengalam berinternet menyenangkan termasuk sisi positif dari smartphone. Coba bandingkan internetan di sp dengan fp.)
4. Bikin kecanduan :v

Alasan di atas menurut saya pribadi sih, hehe.... Kayaknya masih ada plus minus lainnya. Tapi khusus poin nomor 2, itu sangat menjadi perhatian saya. Kebetulan saya tinggal di daerah yang agak susah sinyal -_- ga ngerti juga apa saya salah pilih hp (saya pernah nyoba ganti kartu 4g malah kartu sim-nya ga ke-deteksi, tapi kalo kartu itu dipake di hp orang lain bisa. Terus kata mbak-mbak providernya: "Kayaknya hp mbak lemah nangkep sinyal deh." -_- ) atau gara-gara salah pilih provider (tapi di daerah lain sinyal provider ini oke-oke aja, oke banget malah) atau emang daerahnya yang susah sinyal. Kayaknya sih emang daerah sini udah bawaannya susah sinyal -,-

Tapi oke, nggak masalah juga sih, saya udah terlalu biasa sama sinyal jelek itu -_- mau gimana lagi abisnya? Pindah kan nggak segampang itu wkwkwk

Nah, gara-gara masalah sinyal itu, akhirnya suatu hari, saya memutuskan untuk beli feature phone lagi kayak jaman dulu. Kenapa?

Seingat saya, dulu waktu masih zaman-zaman feature-phone, saya nggak pernah merasa bermasalah dengan sinyal internet hp, samasekali nggak ada masalah. Tapi kalo modem 3g saya emang sinyalnya hilang timbul sih dari dulu -_- (dan saya baru sadar). Pas saya ingat-ingat lagi, ternyata dulu hp-hp saya itu mendukung gprs/edge. Dan sinyal gprs & edge di daerah saya cukup stabil.

Terus hubungannya apa? Hubungannya, karena sinyal edge di daerah saya bagus, jadi saya beli feature-phone. Karena sinyal gprs/edge jika digunakan di smartphone hasilnya mengecewakan. Bisa dipakai sih, tapi lebih sering gagalnya pas loading daripada berhasilnya -_- Sedangkan jika menggunakan feature-phone, kemungkinan berhasilnya hampir 100%. Tentu saja, hal ini karena mereka memang berbeda platform. Lagipula, biasanya kebanyakan feature-phone memang hanya menyediakan kemampuan menangkap sinyal hingga tingkat gprs & edge saja. Karena memang spesialisasinya, tentunya harus berhasil doongg :v

Jadi sekarang, kalo lagi nggak ada sinyal ataupun kuota sekarat, saya pakai feature-phone deh :D kalo orang-orang beli feature-phone untuk telpon dan sms, saya sih pakai untuk internetan juga dong :v

Nah, feature-phone yang saya pilih adalah: Nokia 222 warna hitam. Kebetulan saya pribadi adalah penyuka merk Nokia, dan dulu saya sempat sedih ketika Nokia diakuisisi oleh Microsoft :( sekarang saya beli sekalian nostalgia :v

Ini gambar nyomot sih, soalnya ngereview ini mendadak, belum sempat foto-foto barang sendiri.
Tapi ini persis kok sama hp saya dan kelengkapannya, mungkin itu kartu garansinya di dalam ya.

Berikut spesifikasinya, kali-kali aja ada yang berminat jadi pemakai hp ini juga seperti saya :D (btw saya nyomot juga ini dari => http://smeaker.com/17149/harga-nokia-222-dual-sim-dan-spesifikasi-lengkap/ )

Daftar Spesifikasi Nokia 222 Dual SIM Lengkap

NETWORKTechnologyGSM
2G bandsGSM 900 / 1800 – SIM 1 & SIM 2
GPRSUp to 85.6 kbps
EDGEUp to 236.8 kbps
BODYDimensions116 x 50 x 12.9 mm (4.57 x 1.97 x 0.51 in)
Weight79 g (2.79 oz)
SIMDual SIM (Mini-SIM)
DISPLAYTypeTFT, 256K colors
Size2.4 inches (~30.8% screen-to-body ratio)
Resolution240 x 320 pixels (~167 ppi pixel density)
MEMORYCard SlotmicroSD, up to 32 GB
Phonebook1000 entries
Call RecorsYes
Internal16 MB RAM
CAMERAPrimary2 MP, 1600 x 1200 pixels
Video240p@15fps
SecondaryNo
SOUNDAlert typesVibration, MP3 ringtones
LoudspeakerYes
3.5mm jackYes
COMMSWLANNo
Bluetoothv3.0, A2DP
GPSNo
RadioStereo FM radio
USBmicroUSB v2.0
FEATURESMessagingSMS(threaded view), MMS, IM
BrowserWAP 2.0/xHTML
GameYes
JavaNo
ColorsBlack, White
– SNS applications
– MP4/H.264 player
– MP3/WAV/AAC player
– Organizer
– Predictive text input
BATTERYLi-Ion 1100 mAh battery
Stand-byUp to 504 h
Talk timeUp to 20 h

Review saya:

Pertama kali saya lihat, feature-phone ini agak beda dengan yang ada di gambar promonya. Tapi nggak masalah sih, nggak beda jauh-jauh banget kok. Kebetulan pas saya beli di Nokia Care yang ada di kota saya, stok hp ini tinggal 1, jadi saya belum pernah lihat yang warna putih, nggak bisa bandingin bagus yang mana wkwkwk Penampilan hp ini simple, nggak terlalu cantik sih, tapi nggak jelek, nggak malu-maluin lah kalo menurut saya. Harga hp ini waktu saya beli di Nokia Care Rp. 580.000,00

Waktu pertama kali saya pegang, wah ringan. Padahal smartphone saya sudah termasuk ringan, tapi feature-phone ini jauh lebih ringan (yaiyalah orang nggak nyampe 100 gr). Tetapi dibanding smartphone, handphone ini termasuk agak tebal. Namun ukurannya sangat pas di tangan saya (tangan saya termasuk kecil).

Saya nggak terlalu suka feature-phone layar lebar (yang biasanya ukuran layarnya 2,8 inch gitu kayak feature-phone punya bapak saya), jadi ukuran layar 2,4 inch pas untuk saya, malah menurut saya masih agak besar haha... (Zaman dulu feature-phone saya cuma 2 inch soalnya, tapi kalo sekarang sih smartphone saya sih 5 inch haha).

Di sisi atas hp ini, terdapat port micro-USB yang berfungsi untuk mengisi daya baterai dan juga berbagi data ke komputer. Saya suka, jadi hp ini bisa saya colok di powerbank dan pakai charger smartphone saya juga hehe... Lalu ada lampu senter dan port audio jack 3.5 mm. Dibagian samping dan bawah tidak ada apapun. Sedangkan di bagian belakang ada kamera 2 MP dan speaker.

Masuk ke bagian dalam hp, wallpaper default dari hp ini sangat cocok dengan hpnya, hp jadi terlihat cantik. Oiya, karena ini handphone Microsoft Nokia, jadi tombol lockscreennya ada perbedaan dengan tombol lockscreen nokia yang lama. Saya yang sudah hafal tombol lockscreen lama, awalnya agak kecewa dengan perubahan ini haha... menurut saya kombinasi tombol lama lebih baik. Mau tahu kombinasi barunya? Gausah ah hahaha...

Di layar depan, ada pilihan "Menu" yang bisa diakses dengan menekan tombol tengah pada tombol navigasi. Lalu disebelah kanan ada pilihan ke "Kamera" yang bisa diakses dengan menekan tombol kanan, sedangkan di sebelah kiri ada pilihan "Go To" atau "Ke" (saya sukanya pakai Bahasa Indonesia aja, ngapain ribet haha) dengan menekan tombol kiri. Pilihan-pilihan di "Ke" ini bisa diatur sesuai kebutuhan.

Masuk ke "Menu" terdapat:
-Log Panggilan
-Kontak
-Musik
-Jam Alarm
-Browser Opera Mini
-Olahpesan
-Aplikasi Facebook (ini saya suka nih, untung udah ada dari sananya hehe)
-Aplikasi Group Me (belum saya coba, katanya sih ada hubungannya sama Skype, buat share-share foto gitu)
-Radio
-Aplikasi dan Game (ini isinya terbatas tapi lumayanlah daripada nggak ada, oiya download twitter dari sini jika diperlukan, terus kalo download game cuma demo-nya doang, kecuali yang emang free, kalo mau beli game-nya pakai pulsa)
-Browser Bing
-Kamera
-Penampil Foto
-Pemutar Video
-Cuaca
-Pengaturan
-Kalender
-Kalkulator
-Perekam Suara
-Ekstra, yang isinya: timer, stopwatch, lampu senter, konverter
-File (nggak ngerti ini buat nyimpen file apa, kayaknya sih kalo download gitu)
-Dual SIM pintar (untuk mengatur penggunaan SIM)
-Penghitung Data (menghitung pemakaian kuota internet dan pulsa)
-Dan ini yang terakhir, SIM toolkit buat kartu SIM utama

Gimana, cukup banyak kan? hehe... yang saya sayangkan adalah, tidak ada fitur "Notes" seperti Nokia terdahulu. Padahal saya termasuk orang yang suka menulis di notes hp. Kalo saya lagi nggak bawa smartphone, saya nggak bisa menulis notes di hp ini dong :(

Terus, apalagi yang mau saya bahas ya? Oiya, fitur sms-nya, fitur telepon gausah kali ya, biasa aja soalnya. Fitur sms di hp ini sangat simple, mudah pengoperasiannya, namun saya kurang suka. Mirip fitur sms di android, padahal dari hp nokia yang dulu, saya suka justru karena bisa menyimpan draf di folder tersendiri, menyimpan template, kotak masuk terpisah dengan pesan terkirim haha... kalo nggak ada notes, fitur menyimpan draf atau template kan bisa digunakan. Lalu emotikonnya tidak lucu, hanya tanda baca saja wkwkwk Eiya, di hp ini sms digabung jika diterima dari kontak yang sama, walaupun dia mengirim ke nomor yang berbeda. Jadi, jika ingin tahu nomor yang mana yang dikirimi sms, silakan cek info perpesanannya.

Just info, keypad handphone ini cukup keras dan berisik menurut saya, mungkin karena bahannya yang plastik dan tidak datar, sehingga menimbulkan suara yang agak mengganggu (saya orangnya suka ketenangan, hp aja sering saya pakein silent-mode). Jika anda orang yang mempermasalahkan kenyamanan keypad dan bunyi-bunyian kecil semacam itu namun berencana memiliki feature-phone nokia, saran saya jangan beli yang ini, beli saja nokia 225, itu keypadnya enak (feature-phone bapak saya) layarnya juga lebih lega. Atau yang terbaru nokia 230, mirip 225, seukuran, namun lebih elegan desainnya dan juga ada kamera belakang 2 MP + flash dan kamera depan juga 2 MP + flash. Harga di Nokia Care 700 berapa puluh ribuan gitu. Tapi jika tidak masalah, maka hp ini lumayan asik untuk sms dan telponan.

Lalu, kita bahas internet. Untuk mengaktifkan internet, kita bisa masuk "Pengaturan", lalu pilih "Konektivitas", pilih "Dual SIM" lalu cari "Sambungan Data Ponsel". Kemudian aktifkan data seluler ponsel.

Browser di hp ini dua-duanya cukup nyaman digunakan. Pilihlah provider yang pas, maka menggunakan browser di hp ini akan menyenangkan, cukup cepat, tidak terasa begitu lelet, atau mungkin karena saya sudah terbiasa dengan sinyal lelet? Entahlah, yang jelas saya cukup puas internetan dengan hp ini. Ukuran font defaultnya juga nyaman di mata saya, termasuk besar, bahkan dengan android saya saja masih besar font hp ini. Padahal layarnya kecil lho haha... kalo cuma sekedar baca teks berita terkini atau artikel-artikel saja, hp ini cukup nyaman digunakan. Pokoknya, I like it :v

Untuk fesbukan, cukup asik juga. Bisa tulis status, like, komen, share, buka foto, buka link, messenger, cari orang dsb, sama aja sih sama android, cuma memang tampilannya tidak terlihat dinamis macam android dan kecepatan masih kalah wkwk enaknya, messenger tidak terpisah seperti di android. Oiya, saya selalu gagal memperbarui aplikasi fesbuk disini, tapi aplikasinya tetap bisa dipakai sih. Kalo twitter, bisa juga sih, tapi harus download dulu di aplikasi dan game, buka aplikasinya juga dari sana.

Apalagi sih yang biasanya direview? Radio? Bisa digunakan kok. Kalkulator? Kalkulatornya sangat dasar, tambah kurang kali bagi aja, jadi jangan berharap bisa menghitung macam-macam rumus disini wkwkwk... Perekam suara? Oke-oke aja. Penampil foto? Penampil foto hanya bisa menampilkan foto berukuran kecil. Saya pernah coba memasukkan foto berukuran besar dan gagal dibuka haha... Pemutar video belum saya coba sih. Kalo pemutar musik sudah, hasilnya cukup memuaskan, apalagi jika menggunakan earsetnya. Saya sangat suka earset nokia, suaranya bagus :D

Bagaimana dengan kamera? Jangan berharap macam-macam jika anda sudah pernah memegang hp dengan kamera 5 MP ke atas hahaha... tapi untuk foto outdoor dengan pencahayaan yang bagus, lumayan sih.

Game, yang gratis di hp saya ada Diamond Twister 2 dan Block Breaker 3, udah saya download, dan saya juga beli beberapa game lain yang udah saya coba versi demonya. Oiya, unuk mencoba demo harus donwload dulu, agak gimana gitu ya, udah download ternyata cuma demo haha...

Hmm... sepertinya sudah cukup banyak yang saya ceritakan. Meski jika dibanding smartphone, sangat sedikit fitur yang dimiliki oleh hp ini, namun bagi saya ini sudah cukup banyak :v Pada akhirnya, saya senang bisa memiliki hp ini hehe... apalagi belinya pakai uang sendiri hahaha... hp ini sangat membantu untuk urusan internetan dan penghematan kuota wkwkwk

Sekian dari saya, mohon maaf jika reviewnya nggak jelas, karena baru pertama kali membuat review, maaf kalo kebanyakan curcolnya daripada reviewnya, dan maaf bila ada salah-salah kata. Sampai jumpa di post berikutnya, dadah~

Minggu, 22 Mei 2016

Beberapa Mitos yang Ada di Indonesia

Kali ini, saya akan menyajikan beberapa mitos yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

1.  Orang Sunda dan Orang Jawa Dilarang Menikah

Bagi masyarakat Suku Sunda dan Suku Jawa tentu tahu mengenai mitos ini. Asal mula adanya mitos ini ada kaitannya dengan sejarah di masa yang telah teramat lampau. Meski tak ada literatur penyebab pasti asal usul diharamkannya perkawinan itu, namun dipercaya hal tersebut berasal dari peristiwa Perang Bubat.

Hasil gambar untuk perang bubat


Rencana Pernikahan

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit; yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.
Menurut catatan sejarah Pajajaran oleh Saleh Danasasmita serta Naskah Perang Bubat oleh Yoseph Iskandar, niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma, raja kerajaan Sunda. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Dalam Babad Tanah Jawi, Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran. Meskipun demikian, catatan sejarah Pajajaran tersebut dianggap lemah kebenarannya, terutama karena nama Dyah Lembu Tal adalah nama laki-laki.
Alasan umum yang dapat diterima adalah Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan, terutama Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu, tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaanbahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya, di antaranya dengan cara menguasaiKerajaan Dompu di Nusa Tenggara.
Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Linggabuana berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Kesalahpahaman 

Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit. Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.
Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang] atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.
Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada. Perselisihan ini di akhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.
Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda. Raja Sunda beserta segenap pejabat kerajaan Sunda dapat didatangkan di Majapahit dan binasa di lapangan Bubat.
Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati, bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Tindakan ini mungkin diikuti oleh segenap perempuan-perempuan Sunda yang masih tersisa, baik bangsawan ataupun abdi. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatriya, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Akibat

Tradisi menyebutkan bahwa Hayam Wuruk meratapi kematian Dyah Pitaloka. Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali - yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka - untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi pejabat sementara raja Negeri Sunda, serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya. Raja Hayam Wuruk kemudian menikahi sepupunya sendiri, Paduka Sori.
Akibat peristiwa Bubat ini, dikatakan dalam catatan tersebut bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Ia dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri. Peristiwa yang penuh kemalangan ini pun menandai mulai turunnya karier Gajah Mada, karena kemudian Hayam Wuruk menganugerahinya tanah perdikan di Madakaripura (kini Probolinggo). Meskipun tindakan ini tampak sebagai penganugerahan, tindakan ini dapat ditafsirkan sebagai anjuran halus agar Gajah Mada mulai mempertimbangkan untuk pensiun, karena tanah ini letaknya jauh dari ibu kota Majapahit sehingga Gajah Mada mulai mengundurkan diri dari politik kenegaraan istana Majapahit. Meskipun demikian, menurut Negarakertagama Gajah Mada masih disebutkan nama dan jabatannya, sehingga ditafsirkan Gajah Mada sendiri tetap menjabat Mahapatih sampai akhir hayatnya (1364).
Tragedi ini merusak hubungan kenegaraan antar kedua negara dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian, hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sediakala. Pangeran Niskalawastu Kancana — adik Putri Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil — menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana. Kebijakannya antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran, yang isinya di antaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat)


           2.     Legenda Cindaku (Jambi)

               Seteleh mengulas mitos dari Pulau Jawa, sekarang giliran mitos dari Pulau Sumatera. Di salah provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Jambi terdapat sebuah legenda, yaitu legenda manusia harimau yang disebut cindaku.
Cindaku bagi masyarakat Kerinci, Jambi merupakan sebuah perwujudan manusia harimau. Cindaku sering digambarkan sebagai sosok manusia yang bisa berubah wujud menjadi setengah manusia dan setengah harimau. Menurut legenda, cindaku merupakan sebuah ilmu batin yang dipercaya sebagai warisan dari nenek moyang masyarakat kerinci. Konon mereka yang memiliki kemampuan spiritual untuk berubah menjadi manusia harimau hanyalah mereka yang memiliki darah murni dan memiliki bakat spiritual. Namun menurut legendanya, mereka hanya bisa berubah jika berada di tanah kelahirannya sendiri dan ketika dadanya bersentuhan dengan tanah. Sekilas legenda ini mirip seperti sebuah ilmu gaib, namun bagi warga Kerinci legenda tersebut sebenarnya bukan seperti ilmu hitam yang dipergunakan untuk mempertahankan diri. Tapi cindaku merupakan sebuah ilmu yang diturukan untuk menjaga batas hidup antara manusia dan harimau.
Legenda manusia harimau dari tanah Kerinci ini bermula dari kisah legenda nenek moyang yang dikenal dengan nama Tingkas. Menurut kisah legenda dari warga Kerinci Tingkas merupakan nenek moyang mereka yang menjalin hubungan dengan harimau untuk menjaga batasan antara manusia dan harimau. Konon hubungan tersebutlah yang selama ini membuat mereka bisa hidup berdampingan dengan harimau. Cindaku dipercaya berperan penting untuk menjaga hubungan itu, jika ada yang berani melanggarnya maka mereka harus berhadapan dengan kematian.
Seperti yang kita ketahui selama ini konservasi tentang hewan langka harimau memang selalu menjadi masalah yang belum terpecahkan meski tidak sedikit menelan korban jiwa. Hal tersebut pun diperkuat dari penuturan para sesepuh yang percaya bahwa insiden antara manusia dan harimau disebabkan karena banyak pihak yang telah melanggar perjanjian nenek moyang mereka Tingkas yang telah dijalin selama berabad-abad.
Berdasarkan legenda yang dikisahkan oleh salah seorang pemangku adat mengatakan bahwa memang tidak semua masyarakat Kerinci adalah cindaku, tapi orang-orang terpilihlah yang bisa memiliki kekuatan cindaku. Namun, sekali lagi ia menegaskan jika legenda tersebut bukan sebuah ajian untuk memperkuat atau memperkebal diri mereka, tapi legenda tersebut untuk mengatur batasan hidup manusia dan warga kerinci. Bahkan menurutnya, mereka yang memiliki ilmu legendaris tersebut juga tidak bisa menggunakannya dengan kemauan mereka, mereka baru bisa berubah menjadi manusia harimau jika ada orang yang berani melanggar perjanjian mereka.
            (Sumber: http://segiempat.com/aneh-unik/mistis/legenda-cindaku/)


                                                                                                                                                                                        3.            Leak (Bali)

Selanjutnya ada mitos dari Pulau Bali yaitu Leak. Leak tentunya telah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi penggemar cerita-cerita horror dan mistis Indonesia. Leak sering digambarkan sebagai sosok kepala dengan isi tubuh yang melayang, namun badan, tangan dan kakinya tidak ada.
Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.
Leak di Bali kerap diidentikkan dengan perilaku jahat para penganut ajaran kiri atau pengiwa yakni berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.
Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktikkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi dipulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali.
Ada seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati.
Topeng berwujud wajah menakutkan dengan taring mencuat dan lidah menjulur keluar disebut celuluk yang merupakan leak paling rendah nilainya di Bali.
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Leak)

4.   Pasar Setan Anjaya (Sulawesi Selatan)

Hehe…. Dari namanya agak lucu dan seru ya. Tapi ceritanya nggak begitu lucu sih. Pengalaman berada di sekitar Pasar Setan biasanya dialami oleh pendaki.
Percaya tak percaya, ada mitos pasar setan di tengah hutan Sulawesi Selatan, tepatnya di antara Gunung Lompo Battang dan Gunung Bawakaraeng. Konon, siapa yang kemping di sana bakal mendengar keramaian layaknya suasana pasar di malam hari.
Pasar setan atau biasa dikenal masyarakat setempat dengan nama Pasar Anjaya sudah terkenal dikalangan para pendaki. Sebenarnya itu adalah suatu kawasan hutan yang luas dan punya panorama indah. Tapi mitos yang beredar, jadi bumbu tersendiri untuk pendakian Anda ke sana.

                      (Sumber: http://travel.detik.com/readfoto/2014/09/12/174400/2685848/1026/1/mitos-pasar-setan-di-tengah-hutan-sulawesi-selatan)



             5.   Poppo’ (Sulawesi Selatan)

Masih dari Sulawesi Selatan, kali ini ada mitos tentang makhluk bernama Poppo’.
Poppo’ adalah Manusia Tanpa Badan yang Diyakini ada pada Masyarakat Sulawesi Selatan.. Popo’ Menurut mereka adalah Sosok Manusia tanpa kepala yang menurut masyarakat banyak berada didaerah sekitar pangkep, Jeneponto atau daerah suku Bugis. Sosok ini muncul akibat seseorang yang ingin mendapat ilmu untuk cepat kaya, namun mengalami kesalahan dalam menjalani ritual dan doyan memakan jantung atau hati dari bayi yang baru lahir.
Beberapa Fakta Pendukung ini banyak dijumpai di masyarakat Sulawesi Selatan. Mereka pada umumnya melihat hal tersebut pada waktu malam skitar pukul 11:00-04:00 menjelang azan subuh biasanya mereka berubah kembali kewujud manusia biasa.
Menurut mereka Pop’po takut pada Bawang merah, merica, dan parang panjang. Masyarakat sulawesi selatan biasanya membakar dupa berupa kulit bawang putih atau kulit bawang merah serta mendidihkan air pada saat menjelang kelahiran bayi mereka untuk menghindari kehadiran dari mahluk ini.
Mereka juga meyakini poppo sering mengambil rejeki dari rumah yang didatanginya. sehingga rumah tersebut tidak akan pernah berkecukupan. Tapi rumah yang didalamnya sering dibacakan ayat-ayat suci alquran tidak akan pernah didatangi oleh mahluk ini.
(Sumber: https://ariellucky.wordpress.com/2008/06/12/poppo-mitos-atau-kenyataan-di-sulawesi-selatan/)

         6.  Ratu Junjung Buih

Masyarakat Kalimantan Selatan dan sekitarnya lekat dengan sosok ini secara turun temurun meski tidak jelas siapa sebenarnya tokoh yang dimaksud. Menurut hikayat rakyat, saat Prabu Lambung Mangkurat mencapai suatu titik khusyuk dalam laku tapa bratanya di Desa Balukung, kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, pusaran air tiba-tiba memunculkan buih-buih mistis yang menghantarkan perempuan ke permukaan air. Selanjutnya si cantik itu dinamakan Ratu Junjung Buih.

Dalam bukunya " orang-orang terkemuka dalam sejarah Kalimantan " , Anggraini Antemas menyebut perempuan ini bernama asli Galuh Cipta Sari yang lahir di kampung bernama Bangkiling, kabupaten Tabalong sekitar

tahun 1280. Galuh diasuh oleh orang tua angkat bernama Ning Bangkiling dan memiliki saudara angkat Indung Sijarang dan Pujung, anak kandung ibu asuhnya. Hanya sebentar di Bangkiling, Ning kemudian pindah ke pedusunan Balangan di lembah gunung Batu Piring bersama seluruh anak-anaknya.


Suatu kali Galuh berniat mandi di sungai Balangan, namun sayangnya dia tergelincir dan jatuh ke air yang sedang deras. Lambung Mangkurat yang sedang bertapa lantas menemukannya terapung di pusaran air di depannya. Bukan hanya menolongnya, Lambung Mangkuratpun bahkan menjadikannya penguasa di Kraton Dipa. Di kemudian hari Ratu Junjung Buih menikah dengan Prabu Surya Ananta dari Majapahit. Kedua pasangan ini dianggap menurunkan raja-raja besar di Banjar.

Versi lain menyebut bahwa Galuh Cipta Sari sesungguhnya bukan pribumi, tapi pendatang Majapahit bernama Manggalawardhani Dyah Suragharini atau Bhre Tanjung Pura berdasarkan kitab Pararaton. Bhre Tanjungpura ( Bhre Kalimantan ) merupakan anak Bhre Tumapel II dengan istrinya Bhre Lasem V yang berkuasa tahun 1389 - 1427. Bhre Tanjungpura atau Dyah Suragharini atau Galuh Cipta menikah dengan Bhre Paguhan III namun tidak memiliki keturunan. Hingga kemudian bercerai dan menikah lagi dengan Bhre Pamotan I Rajasawardhana Dyah Wijayakumara.

Bhre Pamotan I Rajasawardhana Dyah Wijayakumara dianggap juga merupakan Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa yang melamar Galuh Cipta ke Kraton Dipa menggunakan 10 biji intan. Setelah menikah dan tinggal di Banjar, dirinya dikenal dengan nama Prabu Surya Ananta ( Suryananta). Setelah memiliki tiga orang putera mereka , ( sekitar tahun 1464 ? ) keduanya berpamitan untuk pulang ke tempat asalnya di jawa. 

Lain lagi dengan cerita yang beredar di masyarakat pesisir Kalimantan. Ratu Junjung Buih muncul di lautan, menjadi penguasa negara Dipa dan moksa hingga saat ini. Bagi masyarakat Dayak , Ratu Junjung Buih adalah juga Kameloh Putak Janjulen Karangan.  Agaknya mitos terakhir ini yang banyak mempengaruhi kearifan lokal laut sekitar Kalimantan. Termasuk salah satunya menyelip dalam musibah  AirAsia QZ 8501.


(Sumber: http://www.infomistika.com/2015/01/sejarah-legenda-mitos-puteri-ratu.html)



                                          7.    Danau Kelimutu (Ende, Flores, NTT)

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy-_chX2AaqeZBUovR3bErE1qLCvahhAJedXopNd5i87gRKzglbIOrF_KhpN0xapi_sqnyd-_AOEckaYEPXyUMqOjuIHIQSRU3dPg60f97AB8IZfwKpTShtABPQAj33e_vFLCu1z5omxI/s320/kelimutu1.jpg
Foto Danau Kelimutu

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Masyarakat Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur meyakini bakal terjadi bencana besar yang melanda negeri ini. Percaya atau tidak, keresahan itu terkait dengan perubahan warna tiga danau Kelimutu yang terjadi saat ini. Dahulu, tiga danau kebanggaan warga Ende itu masing-masing memancarkan warna berbeda, yakni merah-hijau-biru. Namun saat ini, ketiganya menjadi satu warna: hijau muda.

“Bakal ada bencana yang menelan korban cukup banyak,” kata salah seorang warga Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, yang berumur 56 tahun. Dia mengisahkan, pada akhir 1964 juga terjadi perubahan warna seperti saat ini. Setahun kemudian, malapetaka besar menimpa bangsa Indonesia dengan adanya kemelut Partai Komunis Indonesia. “Setelah peristiwa PKI, warna air Danau Kelimutu kembali normal,” ujar Mbate.

(Sumber: http://djavalatte.blogspot.co.id/2011/06/mitos-danau-kalimutu-flores.html)