Nanggung kali ngepost 2, jadi sekalian 3 aja yaa.... Atau mungkin nanti langsung ada part 4 juga? Who knows~
Abis ngepost tadi, tiba-tiba saya jadi kepikiran schizofrenia. Kok kepikiran itu? Soalnya di kelas faal, schizofrenia itu disebut-sebut terus, padahal saya ga begitu paham schizofrenia itu sebenarnya penyakit apa ._.
Yaa... saya memang tertarik dengan psikologi sih, tapi bukan berarti saya tertarik semuanya kan? Saya rasa saya tertarik dengan kepribadian, saya kurang tertarik atau mungkin belum begitu tertarik dengan psikopatologi (penyakit, gangguan atau kelainan kejiwaan) ya. Kalau yang cukup umum semacam autisme, down syndrom, atau kepribadian ganda mungkin saya sudah agak mengenal. Padahal schizo ini terkenal lho... tapi memang pada dasarnya saya yang..... ah sudahlah.
Pada intinya, saya belum begitu familiar dengan schizofrenia ini. Jadi, saya cari lah tadi infonya, dan akhirnya sih ketemu.
Berikut ini adalah pembahasan seputar schizofrenia:
Gambaran Klinis Schizophrenia
Scizophrenia adalah gangguan jiwa dengan gejala utama berupa waham (keyakinan akan suatu hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi atau tidak nyata) dan halusinasi (keyakinan bahwa penderita melihat atau mendengar sesuatau yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata).
Adapun 3 simptom negatif yang diakui DSM-IV sebagai inti dari scizophrenia adalah :
- Affective Flattening : Hilangnya respons-respons emosional terhadap lingkungan. (ekspresi wajah yang tidak pernah berubah untuk waktu yang lama, berbicara dengan nada yang monoton, tidak ada kontak mata ketika berbicara dengan orang lain).
- Alogia : Berkurangnya bahkan hilangnya aktivitas berbicara. (penderita tidak menunjukkan inisiatif untuk berkomunikasi dengan orang lain, jika ditanya penderita akan menjawab dengan singkat/jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan)
- Avolition : Ketidakmampuan untuk bertahan dalam melakukan aktivitas yang mengarah pada tujuan, baik dalam masalah pekerjaan, sekolah, dll. (penderita dapat duduk sepanjang hari tanpa meakukan apapun, menarik diri dari lingkungan sosial, terisolasi secara sosial).
Terdapat 3 tipe schizophrenia :
· Tipe paranoid (Pikiran-pikiran yang absurd/tidak ada pegangan, tidak logis, delusi berganti-ganti, tidak dapat diduga, perasaan yang berlebihan mengenai pentingnya kebesaran, kekuasaan, pengetahuan, atau identitas diri mereka).
· Tipe katatonik (Penarikan diri dari lingkungan sosial yang bersifat ekstrim, yang paling sering adalah gerakan diam untuk jangka panjang). Beberapa penderita yang suggestible/mudah disugesti secara otomatis mengikuti perintah atau menirukan tingkah laku/echopraxia atau menirukan kata-kata orang lain/echolalia-Hendro Prakoso Budisantoso, 1997).
· Tipe disorganisasi (hati-hati yang berlebihan, atau terpaku pada masalah-masalah religius dan filosofis. Tipe ini tidak memiliki bentuk delusi atau halusinasi yang jelas, pikiran dan tingkah lakunya sangat tidak terorganisir/disorganized. Misalnya : cara bicara yang sulit dipahami, tidak sistematis, emosi yang meledak-ledak seperti tiba-tiba tertawa atau menangis).
Kriteria Schizophrenia dalam DSM-IV-TR
-Terdapat dua atau lebih simptom-simptom berikut ini dengan porsi waktu yang signifikan selama sekurang-kurangnya satu bulan: waham, halusinasi, disorganisasi bicara, disorganisasi perilaku atau perilaku katatonik, simtom-simtom negatif.
- Keberfungsian sosial dan pekerjaan menurun sejak timbulnya gangguan.
- Gejala-gejala gangguan terjadi selama sekurang-kurangnya enam bulan ; sekurang-kurangnya satu bulan untuk simptom-simtpom pada poin pertama dalam bentuk ringan.Selebihnya simptom-simptom negatif atau simptom lain pada poin pertama dalam bentuk ringan
Faktor-Faktor Penyebab Faktor Keturunan :
Adanya lebih banyak gen yang terganggu meningkatkan kemungkinan berkembangnya schizophrenia dan meningkatkan keparahan gangguan tersebut.
Struktur Otak Abnormal :
Sejak dahulu para ilmuan meyakini ada yang berbeda pada otak orang-orang dengan schizophrenia. Struktur utama otak yang abnormal sesuai dengan schizophrenia adalah pembesaran ventrikel (enlarged verticle). Ventrikel adalah ruang yang berisi cairan di dalam otak. Pembesaran ini memicu terjadinya atropi (berhentinya pertumbuhan) dan deteriorasi di jaringan otak lainnya.
Orang-orang schizophrenia dengan pembesaran ventrikel cenderung menunjukkan penurunan fungsi sosial, emosi dan perilaku, lama sebelum mereka mengembangkan simptom utama atau inti (core symptom) dari schizophrenia.
Komplikasi Kelahiran :
Komplikasi yang serius selama periode prenatal dan masalah-masalah berkaitan dengan kandungan pada saat kelahiran merupakan hal yang lebih sering terjadi dalam sejarah penderita schizophrenia.
Perspektif Lintas Budaya : Kultur (budaya) sangat beragam dalam menjelaskan schizophrenia. Terdapat keyakinan bahwa gangguan disebabkan gangguan biologis yang bercampur dengan stress, kurangnya pengetahuan spiritual dan dinamika keluarga.
Neurotransmitter :
Neurotransmitter dopamine dianggap memainkan peran dalam schizophrenia (Conklin & Lacono, 2002). Teori awal dari dopamine menyatakan bahwa simptom-simptom schizophrenia disebabkan oleh kelebihan jumlah dopamine di otak, khususnya di daerah lobus frontalis dan sistem limbik.
Pandangan Teori § Psikodinamika
Para ahli teori psikodinamika terdahulu menganggap bahwa schizophrenia adalah hasil dari berbagai pengalaman negatif yang terjadi pada masa awal kehidupan (early childhood) antara seorang anak dengan pemberi kasih sayang utama (biasanya ibu). Sekarang banyak penelitian mengenai interaksi keluarga dan schizophrenia yang memfokuskan pada berbagai stress keluarga yang dapat meningkatkan atau mengurangi gangguan schizophrenia.
Perspektif Kognitif dan Perilaku (Cognitive and Behavioral Perspective) Behaviorisme menganggap gangguan ini diakibatkan oleh pola asuh yang salah yang membuat penderita tidak tahu cara merespon suatu stimulus yang secara sosial dapat diterima. Sedangkan beberapa ahli kognitif menganggap bahwa penurunan (deficit) secara fundamental dalam persepsi dan atensi memiliki dasar-dasar biologis.
Perspektif Belajar (Learning Perspective) Ullman & Krasner menganggap penderita schizophrenia ini mungkin tumbuh dalam lingkungan nonreinforcing karena pengaruh pola keluarga yang terganggu atau pengaruh lingkungan lainnya. Sedangkan menurut Sullivan penderita schizophrenia diakibatkan oleh adanya penolakan sosial karena label “aneh” dari oramg-orang sekitar. Pola perilaku “aneh” ini dapat diperkuat oleh reinforcement yang tidak sengaja diterima dari lingkungan dalam bentuk perhatian dan ekspresi simpatik.
Faktor Psikososial Faktor psikososial menunjukkan adanya kerawanan faktor herediter yang semakin lama semakin kuat, adanya trauma yang bersifat kejiwaan, adanya hubungan orangtua-anak yang patogenik, serta interaksi yang patogenik dalam keluarga. Prevensi
- Pencegahan Primer Dilakukan dengan cara mendorong perkembangan kesehatan dan perilaku penanganan yang efektif baik pada taraf biologis, psikososial dan sosiokultural. (contoh : pemeliharaan kesehatan, pemeliharaan prenatal dan pascanatal dan pendidikan kepada masyarakat mengenai kesehatan mental).
- Pencegahan Sekunder Prevensi taraf ini lebih menekankan pada deteksi dini dan pengenalan penanganan perilaku maladaptif dalam keluarga dan komunitas.
-Pencegahan Tersier Pencegahan tersier dilakukan setelah gangguan muncul, pencegahan ini lebih melibatkan dukungan dan penanganan yang tepat kepada pasien dengan maksud mencegah gangguan menjadi kronik dan memungkinkan individu kembali pulang secepat mungkin.
Contoh Kasus Joe adalah siswa yang baik di sepanjang masa SMA-nya. Ia anggota tim futbol, mempertahankan ranking yang bagus dan mendapatkan pujian pada tiap semesternya. Ia ramah dan populer. Menjelang akhir semester pertama di maktab (college)-nya, semuanya mulai berubah. Joe tak lagi makan bersama dengan kawan-kawannya, pada kenyataannya ia mulai berkurung diri di dalam kamarnya. Ia mulai mengabaikan kesehatan pribadinya dan berhenti menghadiri kuliah. Joe mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan harus membaca kalimat yang sama secara berulang-ulang. Ia mulai percaya bahwa kata-kata dalam naskah bukunya memiliki makna yang khusus baginya dan dengan sesuatu cara memberitahukannya sebuah pesan untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Joe mulai menyangka bahwa kawan sekamarnya bersekongkol dengan telepon dan komputernya untuk mengawasi kegiatannya. Joe menjadi takut jika kawan sekamarnya tahu akan pesan dalam naskah bukunya dan kini mencoba untuk menipunya. Joe mulai percaya teman sekamarnya dapat membaca pikirannya, pada kenyataannya siapapun yang ia lewati di aula atau di jalanan dapat mengatakan apapun yang ia pikirkan. Saat Joe sedang sendirian di kamarnya, ia dapat mendengar bisikan mereka yang ia percayai sedang mengawasinya. Ia tak dapat memastikan apa yang mereka katakan tapi ia yakin bahwa mereka membicarakannya.
Daftar Pustaka:
Nolen, S.&Hoeksema.Abnormal Psychology (4th edition). New York: Mc Graw Hill.
Nevid, J.S; Rathus, S.A; Greene, R.A. (2000). Abnormal Psychology In A Changing World (4th edition). New Jersey : Prentice Hall.
Wiramihardja, S.A. (2007). Pengantar Psikologi Abnormal (Cetakan Kedua). Bandung : Refika Adita
Sumber : http://www.kompasiana.com/tugas-psikologi-abnormal-schizophrenia/gangguan-schizophrenia_552b8cc46ea834f40a8b45c6
Ini pembahasan klinis sih, jadi mungkin agak memusingkan, hehe ._. yaa... tetapi pada akhirnya saya bersyukur menemukan artikel ini :D
Saya nggak akan berkomentar soal ini, silakan dibaca saja. Terimakasih banyak sudah berkunjung ke blog ini. Sampai jumpa di post selanjutnya.
Minggu, 27 Maret 2016
Introvert, Ambivert dan Ekstrovert (Repost from another blog part 2)
Wkwkwk... halo lagi. Langsung saja ya, karena saya masih semangat membahas tentang kepribadian, saya akan re-post lagi.
Kali ini seputar pembagian kepribadian menjadi 3, yaitu: Introvert, Ambivert dan Ekstrovert.
Cekidot.
Dalam berpikir, kepribadian seseorang dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu introvert, ambivert dan ekstrovert. Perbedaan ini dapat terjadi karena caranya seseorang memaksimalkan dan menggunakan bagian otaknya. Berikut akan dijelaskan tentang 3 (tiga) tipe kepribadian ini.
Introvert
Introvert
Seorang introvert sering diidentifikasikan sebagai seorang yang pemalu. Akan tetapi, pada dasarnya, jika mereka tidak sedang malu, mereka memang senang menghabiskan waktu sendirian untuk mengisi kembali energi mereka. Sederhananya adalah, seorang dengan kepribadian introvert akan kehabisan tenaga jika mereka sedang berada bersama-sama dengan orang lain. Oleh karena itu, orang dengan kepribadian ini akan lebih senang berpikir sendiri dan membangun keinginannya sendiri.
Sifat-sifat inilah yang membuat orang-orang introvert hanya memiliki sedikit sekali teman-teman dekat dan mereka akan sangat selektif sewaktu membangun suatu hubungan.
Para introvert selalu berpikir sebelum bertindak sehingga orang-orang melihat mereka yang dari kepribadian ini bijaksana, berhati-hati, tenang dan intronspektif. Kepribadian ini selalu menggunakan bagian otaknya yang sebelah kiri.
Sebagai kesimpulan, berikut ini adalah ciri-ciri kepribadian introvert:
-Suka menyendiri.
-Menikmati kesunyian.
-Mengembalikan tenaga saat sendirian.
-Dunia dalam dirinya sangat kaya.
-Berpikir sebelum bertindak dan berbicara.
-Memiliki sedikit teman akrab.
-Tidak menikmati keramaian dan bersosialisasi.
-Berjiwa bebas.
Orang-orang terkenal yang memiliki kepribadian introvert: Albert Einstein, Mahatma Ghandi, Eleanor Roosevelt, Larry Page, Tim Burton, Dr. Seuss, Keanu Reeves, Gwyneth Paltrow, Michelle Pfeiffer, Grace Kelly, Tom Hanks, Mother Teresa, Friedrich Nietzsche, George Orwell.
Ambivert
Para introvert selalu berpikir sebelum bertindak sehingga orang-orang melihat mereka yang dari kepribadian ini bijaksana, berhati-hati, tenang dan intronspektif. Kepribadian ini selalu menggunakan bagian otaknya yang sebelah kiri.
Sebagai kesimpulan, berikut ini adalah ciri-ciri kepribadian introvert:
-Suka menyendiri.
-Menikmati kesunyian.
-Mengembalikan tenaga saat sendirian.
-Dunia dalam dirinya sangat kaya.
-Berpikir sebelum bertindak dan berbicara.
-Memiliki sedikit teman akrab.
-Tidak menikmati keramaian dan bersosialisasi.
-Berjiwa bebas.
Orang-orang terkenal yang memiliki kepribadian introvert: Albert Einstein, Mahatma Ghandi, Eleanor Roosevelt, Larry Page, Tim Burton, Dr. Seuss, Keanu Reeves, Gwyneth Paltrow, Michelle Pfeiffer, Grace Kelly, Tom Hanks, Mother Teresa, Friedrich Nietzsche, George Orwell.
Ambivert
Orang-orang dengan kepribadian ambivert cukup tenang karena dapat memiliki karakter introvert dan ekstrovert. Pada suatu waktu, tipe ambivert akan senang dikelilingi banyak orang, namun pada saat lainnya, mereka akan memilih untuk bersantai sendirian saja. Kepribadian ambivert dapat sangat mudah beradaptasi dengan 2 (dua) spektrum kepribadian yang ekstrim dari introvert dan ekstrovert. Mereka juga dapat dengan mudah mempelajari dunia internal dan eksternal. Memang keadaan-keadaan ini membuat orang-orang dengan kepribadian ambivert sering bingung karena mereka selalu merasa ”berjalan bertentangan”, merasa satu hal pada saat ini, dan merasa hal lainnya pada saat selanjutnya. Orang-orang dengan kepribadian ambivert umumnya berteman dengan 3 – 5 orang.
Sebagai kesimpulan, berikut ini adalah ciri-ciri kepribadian ambivert:
-Tenang.
-Menikmati pergaulan, tetapi juga menikmati waktu sendirian.
-Keputusan berperilaku umumnya tergantung pada perasaan orang lain, alias dapat menyesuaikan diri pada situasi dan keadaan.
-Umumnya hanya memiliki sekelompok kecil teman.
-Fleksibel.
-Berubah-ubah.
-Sanggup menghargai dunia bagian dalam dan luar.
-Lembut hati.
Orang-orang terkenal yang memiliki kepribadian ambivert: Yesus dari Nazaret, Leonardo DiCaprio, Stephen Spielberg, George Carlin, John Lennon, Celine Dion, Rowan Atkinson, Angelina Jolie, Marilyn Monroe, Julian Assange, Richard Dawkins, Putri Diana (Inggris), Johnny Depp, William Shakespeare.
Ekstrovert
Sebagai kesimpulan, berikut ini adalah ciri-ciri kepribadian ambivert:
-Tenang.
-Menikmati pergaulan, tetapi juga menikmati waktu sendirian.
-Keputusan berperilaku umumnya tergantung pada perasaan orang lain, alias dapat menyesuaikan diri pada situasi dan keadaan.
-Umumnya hanya memiliki sekelompok kecil teman.
-Fleksibel.
-Berubah-ubah.
-Sanggup menghargai dunia bagian dalam dan luar.
-Lembut hati.
Orang-orang terkenal yang memiliki kepribadian ambivert: Yesus dari Nazaret, Leonardo DiCaprio, Stephen Spielberg, George Carlin, John Lennon, Celine Dion, Rowan Atkinson, Angelina Jolie, Marilyn Monroe, Julian Assange, Richard Dawkins, Putri Diana (Inggris), Johnny Depp, William Shakespeare.
Ekstrovert
Sebagai orang yang hebat membuat koneksi sosial, orang berkepribadian ekstrovert sangat senang bersosialisasi, bergaul dan berteman dengan sebanyak mungkin orang. Para ekstrovert memperoleh energi dari orang-orang di luar dunianya, kejadian-kejadian yang terjadi dan senang berpikir serta melakukan aktifitas hariannya bersama dengan orang-orang lainnya. Tidak seperti para introvert, tipe kepribadian ekstrovert akan merasa sengsara jika harus menghabiskan waktu sendirian dan mereka senang menjadi pusat perhatian. Orang menggambarkan tipe kepribadian para ekstrovert sebagai pribadi yang suka berteman dan suka berbicara. Sebagai kesimpulan berikut ini adalah beberapa karakteristik kepribadian ekstrovert:
-Senang bersosialisasi.
-Merasa segar dan bertenaga setelah melakukan interaksi sosial
-Suka berteman dan berkumpul bersama teman
-Memiliki banyak sekali teman
-Ramah dan mudah didekati
-Tegas dan suka bersaing
-Berbicara dan bertindak baru kemudian berpikir belakangan
-Mudah bingung (teralihkan pikirannya)
-Senang bersosialisasi.
-Merasa segar dan bertenaga setelah melakukan interaksi sosial
-Suka berteman dan berkumpul bersama teman
-Memiliki banyak sekali teman
-Ramah dan mudah didekati
-Tegas dan suka bersaing
-Berbicara dan bertindak baru kemudian berpikir belakangan
-Mudah bingung (teralihkan pikirannya)
sumber: http://vdshared.com/index.php/alam-54/34-dunia-manusia/254-apa-itu-introvert-ambivert-dan-ekstrovert
Nah begitulah pembagian kepribadian jika dibedakan menjadi 3. Ternyata pembagian intro-ambi-ekstro itu berdasarkan fungsi otaknya ya... :D wkwkwk saya sendiri termasuk introvert, dan saya terkadang kesal jika introvert di-judge aneh-aneh oleh orang lain -_- suatu saat saya akan menjelaskan kepada mereka, bahwa introvert itu tidak aneh :p mereka itu normal, hanya saja berbeda dan populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan ekstovert (yang terbanyak di dunia) dan ambivert. Hahaha...
Sebenarnya sih fakta-fakta soal introvert, ekstrovert dan ambivert itu masih banyak, coba googling saja jika ingin tahu lebih banyak, hihi... Hanya saja secara garis besar seperti ini lah.
Sekian dari saya, kapan-kapan jika ada waktu dan kuota mungkin saya akan posting lagi soal kepribadian-kepribadian atau soal apapun deh terkait psikologi. Mohon maaf jika ada kesalahan/kekurangan di postingan ini ya. Koreksi dipersilakan #cmiiw
sampai jumpa di post berikutnya.
Label:
kepribadian,
psikologi,
repost,
tugas kuliah,
tugas softskill
Langganan:
Postingan (Atom)