Selasa, 14 Maret 2017

Talkshow Creative Heroes bersama Arief Muhammad dan Nurfadli Mursyid

Hello blog & readers, jumpa lagi dengan saya, author blog ini :D

Kali ini saya akan berbagi.... hmm sharing gitu ya maksudnya mengenai pengalaman saya kemarin tanggal 13 Maret 2017. Kemarin saya sempat menghadiri *jiaahh... lebay amat ya bahasanya* hmm.... kemarin saya sempat datang ke Talkshow Creative Heroes yang diselenggarakan oleh BEM FIKTI Universitas Gunadarma di Kampus D gedung 4 lantai 6 ruang 2 a.k.a d462 yang memang sering digunakan untuk mengadakan acara-acara sejenis. Acaranya dimulai dari pukul 13.00-16.00 WIB.

Kesan pertama saya pas dateng............. rame. Nggak sih, nggak rame yang sampe kebangetan gitu, nggak over crowded. Tapi, dibanding beberapa seminar atau talkshow yang pernah saya ikuti, acara ini termasuk yang rame. Apalagi karena saya telat, saya kebagian duduk di belakang -_- hikshiks.... Dan dari belakang, saya jadi makin yakin jika peserta acara ini banyak.

Kenapa ya bisa rame gitu?

Saya rasa itu karena pembicara yang diundang adalah Arief Muhammad dan Nurfadli Mursyid. Kenal mereka?

Saya amati kemarin sih, banyak yang datang karena ingin melihat dan bertemu Arief Muhammad. Soalnya pas Bang Arief datang, tiba-tiba suasana berubah menjadi meriah. Sebenernya pas Bang Fadli masih sendiri acaranya udah cukup asik sih, tapi suasana mengalami cukup banyak perubahan setelah Bang Arief datang. Bang Arief emang datang belakangan.

Sedikit info aja, Bang Arief Muhammad adalah seorang Creativepreneur, jadi ia adalah orang yang menciptakan konten-konten kreatif yang.... yaa bisa ada nilai jualnya. Saya nggak begitu tau tentang dia sih, cuma pas awal-awal kemunculannya dia saya tau. Dia adalah penulis buku PJP alias Pocong juga Pocong, itu saya taunya. Soalnya saya bahkan punya bukunya, dulu. Tapi sekarang saya lupa bukunya ada di mana. Selain itu, akun twitternya terkenal, usernamenya @poconggg dan kayaknya sih masih aktif sampai sekarang, cuma saya emang nggak main twitter, jadi nggak tau. Kalo kegiatan saat ini, Bang Arief lebih sering membuat konten kreatifnya dalam bentuk video dan dipost di akun youtube, instagram dan akun-akun lainnya. Emm... jujur aja saya kurang tau soal dia sih, soalnya saya nggak punya kuota, jadi jarang nonton yutup. Boro-boro yutup, nonton video ig aja mikir-mikir dulu hueeee :'( *lah bocah malah curhat

Hmm... terus kalo Bang Fadli gimana? Buat kalian yang baca webtoon, saya yakin kamu kamu semua tau, ada webtoon yang namanya Tahilalats. Itu lho, webtoon yang..... ya kalo menurut saya sih, ajaib. Itu komik strip sih, pendek kan? Genrenya komedi. Tapi alurnya sulit ditebak wkwkwk. Kadang webtoon itu bisa membuat saya berkata "Warbyasaaahh" namun kadang membuat saya berkata "Kok kzl ya?" Nah, Bang Fadli ini lah yang menciptakan komik tahilalats :D dan, jujur aja saya datang ke acara ini karena ada Bang Fadlinya. Tapi apa daya, saya cuma bisa dengar suaranya aja, karena duduk di belakang -_- wkwk.

Nah, jadi karena pembicara yang diundang adalah dua orang yang terkenal, makanya acara ini bisa rame.

Oh gitu... Terus, kemarin disana ngapain aja?

Disana, kemarin saya dengerin obrolan mereka dan ada sedikit materi yang dibahas juga. Mereka sempat cerita-cerita tentang diri mereka, pengalaman mereka maupun menjawab pertanyaan dari mc maupun dari penanya. Yaa tentunya, dari pembicaraan tersebut, secara tersirat ada makna yang bisa dipetik *jiaahaha

Beberapa poin yang saya dapat dari acara kemarin:

3 tips berkarya di sosmed (Bang fadli):

1. Manfaatkan berbagai platform
2. Ciptakan konten menarik
-belajar dari banyak content creator
-menghibur/mengedukasi
-bereksperimen: maksudnya membuat karya kemudian lihat respons orang lain. Jika karya anda kurang di respons dan kurang banyak yg tertarik, maka anda harus membuat formula2 baru dalam karya.
3. Konsisten
-buat deadline sendiri
-konsep awal tidak berubah

Monetize karya:
-cantumkan kontak di sosmed
-rancang konsep kerjasama brand
-buat merch/buka commision work

Hmm... kemarin Bang Fadli nyampein materinya melalui gambar-gambar dan tulisan, bentuknya kayak slide ppt gitu, tapi enak sih liatnya. Coba kalo kuliah dan ada slide, slidenya pada kayak gitu, pasti kuliah nggak akan terlalu membosankan. Hehe...

Terus dari omongan Bang Arief, saya menangkap bahwa dia membicarakan kreativitas. Nah, menurut Bang Arief:
1. Kreativitas itu berproses. Jadi nggak ujug-ujug langsung bisa. Pasti awalnya dari jelek dulu, lama-lama jadi bagus.
2. Jangan mengejar bisnis dari kreativitas. Nantinya, kalau mengejar bisnis saja, kita hanya akan fokus pada apa yang sedang ada, apa yang sedang menjadi trend di pasaran. Jika kita hanya mengikuti selera pasar, maka karya kita tidak akan memiliki ciri khas.
3. Selain itu Bang Arief juga mengatakan bahwa kita sebaiknya memilih hal yang benar-benar kita sukai dan yakin itu bagus dilihat/dinikmati oleh kita maupun orang lain untuk diangkat menjadi konten. Misalnya: kamu ingin jadi vlogger. Awalnya kamu berniat membuat vlog yang berisi aktivitas sehari-hari kamu. Maka kamu harus yakin bahwa bagi kamu dan bagi orang lain aktivitas harian kamu itu menarik. Jika tidak, maka lebih baik coba fokus di satu bidang. Seperti misalnya: kamu tertarik pada bidang memasak, dan kamu juga jago memasak. Maka sebaiknya kamu buat vlog yang isinya khusus menceritakan kegiatan kamu ketika memasak.

Kemudian kemarin saya sempat dengar, saya lupa yang bilang Bang Arief atau Bang Fadli, pokoknya saya dengar ada yang bilang: "Kalo menurut lo sesuatu itu menarik, bagus, lucu atau apapun, biasanya sih 85% orang juga berpikiran sama."

Nah, jadi begitu. Selain berusaha meekspresikan apa yang kita ingin ekspresikan, kita juga sebaiknya memikirkan orang lain, terutama jika tujuan kita memang ingin sharing for others.

Dan yang tidak kalah penting, buat lah konten-konten yang bermanfaat bagi orang banyak. Jangan hanya mengejar ketenaran dan sensasi namun dengan membuat konten-konten yang tidak berguna bahkan menyesatkan. Wkwkwk, kata mereka sih gitu :D jangan kayak..... siapa gitu yaa mereka nyebut hahaha.....

Oke, sepertinya post kali ini saya tutup sampai disini saja. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua ya. Sampai jumpa di post berikutnya, dadah~

Bonus pict:
Slide Bang Fadli yang sempat saya foto, ternyata dulu Bang Fadli pengen jadi arsitek tapi nyasar ke teknik sipil wkwkwk

Minggu, 29 Januari 2017

Jang Yeong Sil, Ilmuwan dari Era Joseon yang Masuk Drama

Hello blog and readers, lama tak jumpa ya.

Udah lama saya nggak update tentang saeguk karena saya emang belum nonton lagi. Sebenarnya saya sudah sempat nonton "The Maids" tapi saya bingung gimana nulis ceritanya di blog hahaha.

Terus sekarang saya sedang dalam proses menonton drama saeguk berjudul "Jang Yeong Sil". Awalnya saya iseng mau nonton drama "Hwang Jin Yi" di youtube karena banyak yang bilang itu saeguk seru dan termasuk legendaris. Tetapi entah kenapa saya agak bosan nontonnya dan malah tertarik dengan video lain yang judulnya "Jang Yeong Sil ep.1" hingga saya nonton sampai sekarang (baru beberapa episode, maklum keterbatasan kuota dan sinyal :'v ).

Drama ini menurut saya seru, apalagi jika subtitlenya Bahasa Indonesia (tapi untungnya pakai Bahasa Inggris saya tetap cukup paham sih). Menceritakan tentang kehidupan Jang Yeong Sil, yang merupakan tokoh nyata di era Joseon. Ia adalah seorang ilmuwan dan ahli astronomi pada masa pemerintahan Raja Sejong. Selanjutnya saya copy paste kisah tentang Jang Yeong Sil dari wikipedia yaa.... (kalo mau cari, coba cari  dengan keyword "Raja Sejong" di dalamnya ada cerita tentang Jang Yeong Sil)

Dalam masa pemerintahan Raja Sejong, Jang Yeong-sil menjadi terkenal sebagai seorang ilmuwan besar. Jang dikenal sebagai anak muda yang jenius walaupun memiliki status sosial rendah. Taejong, ayah Sejong, mengetahui Jang sangat berbakat dan memanggilnya ke istana. Raja Sejong berencana memberikan Jang sebuah posisi di pemerintahan dan mendanai penelitiannya namun ditolak kalangan pejabat istana yang meragukan seseorang berkelas rendah. Atas dukungan Raja Sejong Jang Yeong-sil berhasil menciptakan bagan-bagan jam air, peralatan militer dan jam matahari. Namun prestasi terbesarnya adalah pada tahun 1442, di saat ia berhasil menciptakan alat pengukur hujan yang pertama di dunia; namun model ciptaanya tidak bertahan.

Alat pengukur hujan tertua dari Asia Timur dibuat dari masa pemerintahan Raja Yeongjo tahun 1770. Berdasarkan Seungjeongwon ilgi;(承政院日記, Buku Harian Sekretariat Kerajaan), Raja Yeongjo ingin menciptakan kembali berbagai penemuan yang dibuat pada masa Raja Sejong saat ia meneliti kronik-kronik Raja Sejong. Ia menemukan catatan mengenai penemuan alat pengukur hujan, maka Raja Yeongjo memerintahkan untuk membuat reproduksinya. Karena tahun penemuan kembali alat ini di masa kenaikan takhta Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing di Tiongkok (bertakhta 1735–1796)[7], banyak yang mengetahui bahwa alat pengukur hujan pertama berasal dari Tiongkok.

Itu sepenggal cerita tentang Jang Yeong Sil. Kalo di dramanya, emang bener sih, episode 1 menceritakan tentang bocah laki-laki bernama Eunbok yang merupakan anak dari seorang budak wanita bernama Eunwol. Eunwol ini bekerja di rumah keluarga bangsawan, dan rupanya pernah berhubungan dengan anak majikannya hingga mengandung dan melahirkan seorang putra yang ia beri nama Eunbok. Eunbok berasal dari kata "Eun" (diambil dari nama Eunwol) dan "Bok" (artinya keberuntungan).

Kemudian, ketika Eunbok sudah cukup besar, Eunwol mengajak Eunbok untuk datang ke kediaman majikannya alias rumah ayah Eunbok. Namun, ayah Eunbok, Jang Seong Hwi, yang memang hobi berkelana tidak ada di sana. Dan orang-orang di kediaman tersebut, terutama orang tua Jang Seong Hwi tidak percaya jika Eunbok adalah anak dari Jang Seung Hwi.

Karena tidak dipercayai dan memang sudah terlanjur berada di sana, akhirnya Eunwol dan putranya Eunbok bekerja sebagai budak. Sampai suatu hari, Eunbok dihukum dengan digulung dalam tikar dan digebuki. Namun tiba-tiba hukuman dihentikan karena seseorang yang tiba-tiba datang ke arena penghukuman. Rupanya itu adalah Jang Seong Hwi yang kembali dari pengelanaannya.

Singkat cerita, akhirnya Jang Seong Hwi tahu mengenai putranya, Eunbok, dan ia mau mengakuinya. Ia bahkan mengganti nama Eunbok menjadi Jang Yeong Sil. Kemudian karena ternyata memiliki minat yang sama terhadap astronomi dan ilmu pengetahuan, Jang Yeong Sil dan ayahnya yang tetap ia panggil Tuan menjadi sangat akrab. Jadi di cerita ini, awal mula Jang Yeong Sil mendapatkan pengetahuan adalah dari ayahnya.

Saya sempat searching, memang ada sumber yang menyebutkan bahwa Jang Seong Hwi adalah ayah dari Jang Yeong Sil. Dan Jang Seong Hwi juga merupakan seorang ahli astronomi.

Lalu...... cerita drama terus berlanjut :v saya nggak akan ceritakan sih karena saya pun belum selesai menontonnya wkwk. Yang jelas, dari episode 1 aja udah menarik kok. Nonton yaa... :D

Oiyaaa, di episode-episode awal ini yang diceritakan justru tentang pemerintahan Raja Taejong yang nama mudanya adalah Yi Bangwon. Saya rasa nama Yi Bangwon cukup terkenal, ia adalah pangeran yang menyerang ayah dan saudaranya sendiri demi menjadi Raja. Nah, jadi drama ini semakin bagus karena ada cerita mengenai ambisi Taejong juga yang ingin membuktikan bahwa ia pantas menjadi raja.

Pokoknya saya rekomendasikan sih drama Jang Yeong Sil ini. :D layak tonton, nggak bosenin (kalo kalian penyuka saeguk).

Btw, ngomongin Jang Yeong Sil, saya jadi ingat drama lain yang juga membahas tentang Jang Yeong Sil. Hmm.... sebenarnya drama ini nggak terlalu membahas Jang Yeong Sil sih, namun tetap ada bagian tentang Jang Yeong Sil-nya. Drama tersebut berjudul "Splash Splash Love".

"Splash Splash Love" adalah sebuah mini-drama bergenre fantasy, romance, time travel dan bisa dibilang fusion sageuk. Karena mini drama, jadi ceritanya pendek, cuma 2 episode. Drama ini menceritakan kisah seorang gadis bernama Jang Dan Bi yang terlempar ke masa lalu, di era pemerintah Raja Sejong.

Awalnya, Jang Dan Bi yang merupakan murid tingkat akhir di SMA dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional untuk masuk univeristas, sangat muak dengan yang namanya belajar. Ia merasa ia selalu dianggap bodoh sehingga merasa percuma belajar. Apalagi memang pelajaran sulit dimengerti dan juga banyak tuntutan, membuat semakin tertekan. Ujung-ujungnya, disaat hari ujian, Jang Dan Bi yang telat dan kehujanan karena payungnya tertinggal di bus, akhirnya memutuskan untuk tidak ikut ujian.

Ia pun pergi ke taman dan duduk melamun di taman yang sepi. Sampai ia tiba-tiba mendengar sayup-sayup suara gendang. Rupanya suara tersebut berasal dari salah satu becekan atau bahasa kerennya genangan air hujan. Kemudian Jang Dan Bi mendekat ke becekan tersebut dan melihat pantulan aneh. Ia melihat ada orang-orang di dalam becekan tersebut. Akhirnya ia mencoba melompat ke arah becekan tersebut dan akhirnya masuk ke dalamnya.

Rupanya, becekan alias genangan air tersebut adalah portal untuk masuk ke dunia lain :v Jang Dan Bi masuk ke dalam era Joseon! Pada saat itu sedang diadakan upacara kenegaraan untuk meminta hujan pada dewa, dan Jang Dan Bi tiba-tiba telah berada di dalam suatu guci (?) persembahan. Hal tersebut tentunya membuat semua orang syok, tak terkecuali Sang Raja.

Sang Raja rupanya orang yang logis. Disaat beberapa menteri meyakini bahwa Jang Dan Bi adalah utusan dari dewa, Raja malah curiga terhadap Jang Dan Bi yang merupakan orang asing, dan kemudian menginterogasinya. Sampai-sampai Raja hampir memotong lengan Jang Dan Bi. Namun karena Jang Dan Bi bisa menunjukkan kepandaiannya dalam berhitung (sebenarnya itu adalah hitungan yang cukup mudah di zaman sekarang, cuma masih susah banget pas di zaman kerajaan itu) akhirnya Raja mulai mempercayai Jang Dan Bi dengan beberapa tugas yang terkait dengan belajar. Selain itu, Jang Dan Bi diberikan nama oleh Raja (waktu itu kayaknya Raja belum sempat tau nama Dan Bi deh). Nama dari Raja adalah.......... jeng jeng......... Jang Young Sil. Wkwkwk.

Eiyyy kok Jang Young Sil cewek sih??? Tenang guys, tenang. Mini drama ini genre nya fusion saeguk dan fantasy kok. Jadi wajar aja kalo ceritanya jadi begitu, hahaha. Di cerita ini, Jang Dan Bi itu dikira laki-laki. Waktu itu dia kan ditanya: "kamu itu siapa/apa?" Terus Dan Bi sempat jawab: "anak SMA. (Pake bahasa korea, lupa katanya apa.)

Nah, ternyata di zaman itu, kata "anak SMA" artinya "kasim". Kasim itu pelayan laki-laki di kerajaan yang dikebiri terlebih dahulu sebelum masuk istana. Yang suka pake baju ijo-ijo itu.

Jadi, Jang Young Sil itu laki-laki kok.

Nah, terus karena ini adalah mini drama fusion saeguk yang juga bergenre romance, tentu ada romancenya dong. Romancenya adalah kisah cinta Jang Dan Bi alias Jang Young Sil dengan Raja Sejong. Bagaimanakah akhir kisah cinta mereka? :v nonton aja sendiri yaa.... :v

Kalo diceritakan begitu, rasa-rasanya kedua drama tersebut beda banget ya? Namun keduanya punya beberapa kesamaan kok. Kesamaan dari kedua cerita di drama tersebut adalah:

1. Jang Yeong Sil/Jang Young Sil itu bukan nama asli mereka, itu adalah nama mereka setelah diganti. Hahaha.... yang ini saya yakin sih karena cuma drama aja. Kalo di kenyataan kayaknya nggak deh. Eh tapi gatau juga wkwkwk.

2. Sama-sama pintar! Iya dong, jelas. Kan cerita ini menceritakan tentang ilmuwan dan ahli astronomi. Cuma, kalo di drama "Jang Yeong Sil" lebih diperlihatkan kegiatan Yeong Sil di bidang astronomi, di drama "Splash Splash Love" lebih menceritakan kegiatan Young Sil di bidang ilmu pengetahuan.

Gitu sih, kalo menurut saya. Splash Splash Love walaupun genrenya romance tapi nggak pacaran melulu sih, ada ilmu pengetahuannya juga sedikit-sedikit, wkwkwk. Sempat ada cerita juga tentang alat pengukur hujan di Splash Splash Love. Alat tersebut kan memang terkenal pada zaman itu dan Jang Young Sil dalam sejarah bahkan membuat alat ala dirinya sendiri.

Dan bagaimana dengan Jang Yeong Sil? Ya, itu sih gausah ditanya lah ya, dari episode 1 juga udah mulai mengobservasi langit kok, hahaha. :v

Tapi walaupun genre drama mereka amat berbeda, keduanya memiliki cerita yang sama-sama seru menurut saya. Jika anda adalah penggemar cerita yang ringan, Splash Splash Love pasti bisa menghibur anda. Sedangkan jika anda penyuka film yang cukup berat macam saya, Jang Yeong Sil adalah pilihan yang tepat untuk ditonton. #promosi

Okee, sepertinya sekian dari saya untuk kali ini. Jangan lupa nonton dramanya dan juga baca sejarah tentang Jang Yeong Sil yaa wkwkwk. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan #cmiiw. Sampai jumpa di post berikutnya yaaa.... dadah!

*Bonus: gambar Jang Yeong Sil dari 2 drama. Saya yakin, tanpa diberi keterangan kalian bisa tebak mana Jang Yeong Sil dan mana Jang Dan Bi wkwkwk.